Di dalam bukunya yang berjudul "Al-Masih Al-Mutaharrir" (Mesias Yang Merdeka), mungkin beliau lupa, akan tetapi saya membawa buku itu. Maaf, maksud saya buku "Al-Falisthini Al-Mutaharrir" (Palestina Merdeka). Pada bagian belakang sampul buku tersebut anda dapat melihat gambar bintang Daud, saya tidak mengerti, apakah yang dimaksud di situ adalah bebas dari orang-orang Yahudi atau dari apa?
Pada halaman ke delapan dari buku itu beliau mengatakan:
"Wahai Bapa di Sorga yang penuh cinta kasih, aku bersyukur kepadamu atas segala keajaiban yang telah Engkau jadikan di dalam kehidupanku, dan keajaiban yang paling besar adalah bahwa Engkau mencintaiku hingga Engkau mati untukku."
Ungkapan ini ada di dalam sejarah gereja, dan sebagai seorang Doktor, saya yakin saudara Shorosh dapat membuktikan hal itu. Ungkapan tersebut adalah mitos klasik yang disebut dengan nama Baterbatsaniyah, atau Munariyatsayaniyah, atau Siliyaniyah. Anda tidak perlu bingung dengan istilah-istilah ini, sebab ia tidak lebih dari sekedar mitos-mitos klasik yang muncul dari gereja sejak lebih dari seribu tahun silam. Dan, Yesus telah menentang mitos ini, Ia mengatakan:
"9. Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu bapamu, yaitu Dia yang di sorga. (Matius, 23: 9).
Yesus adalah manusia yang berjalan di muka bumi ini, dan dia telah bersaksi atas Petrus tersebut di dalam kitab Kisah Para Rasul:
"22. Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mukjizat-mukjizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. (Kisah Para Rasul, 2: 22).
Dengan demikian jelaslah bahwa Yesus sama sekali tidaklah memiliki kemampuan untuk melakukan keajaiban-keajaiban, akan tetapi Allah-lah yang telah melakukan keajaiban-keajaiban tersebut kepadanya, maka dia bukanlah Bapa.
Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi:
"37. Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku, Kamu tidak pernah mendengar suaraNya, rupa-Nya pun tiduk pernah kamu lihat. (Yohanes, 5:37).
Orang-orang Yahudi pada waktu itu melihat Yesus dan mendengar perkataannya.
Benar bahwa mereka tidak mempedulikan risalahnya, akan tetapi mereka telah mendengar perkataannya. Tidak semua orang Yahudi itu tuli, buktinya mereka memberi respon terhadap risalahnya, mereka mendengarnya, melihatnya, dan mereka ingin merajamnya, hingga Yesus pun lari dari mereka dan bersembunyi di suatu tempat, sebagaimana yang disebutkan sendiri oleh Bible. Dengan demikian, maka sangat tidak masuk akal jika Yesus dikatakan sebagai Tuhan, juga sangat tidak masuk akal jika dia dikatakan sebagai Allah.
Di dalam Bible juga disebutkan tanda-tanda tentang segala sesuatu selain Allah, sebagaimana disebutkan di dalam al-Qur`an: "Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia." Artinya bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat anda pikirkan atau khayalkan sebagai zat yang menyerupai Allah. Di dalam al-Qur`an, disebutkan sembilan puluh sembilan nama-nama Allah Yang Mulia, seperti Yang Maha Mulia, Yang Maha Penyayang, Yang Maha Adil, Yang Maha Suci, dan lain sebagainya. Akan tetapi Allah bukanlah nama yang ini atau yang itu.
Di dalam Bible juga dijelaskan tentang hal serupa.
Di dalam kitab Ayub disebutkan:
"2. "Sungguh, aku tahu, bahwa demikianlah halnya, masakan manusia benar di hadapan Allah?" (Ayub, 9: 2).
Artinya; bagaimana mungkin kita dapat membandingkan antara manusia dengan Tuhan? Bagaimana mungkin kita dapat mensucikan seseorang yang dilahirkan wanita? Setiap manusia yang dilahirkan oleh wanita, sangat tidak pantas untuk dibandingkan dengan Allah; baik itu Musa, atau Yesus, atau Muhammad, atau Rama, atau Krisna, atau Budha.
Setiap manusia yang dikandung di dalam perut ibunya selama sembilan bulan, tidak mungkin menjadi Tuhan! Inilah yang dikatakan Taurat.
"5. Sesungguhnya, bahkan bulan pun tidak terang, dan bintang-bintang pun tidak cerah di mata-Nya. (Ayub, 25: 5).
Apa itu bulan? Apa itu bintang-bintang? Keduanya bukanlah sesuatu bagi Allah!.
Orang-orang nasrani mengatakan: "Yesus dilahirkan oleh seorang wanita, itu benar, akan tetapi kelahirannya adalah mukjizat." Kita sepakat dengan hal itu.
Di dalam Bible, disebutkan:
"6. Lebih- lebih lagi manusia, yang adalah berenga, anak manusia, yang adalah ulat!" (Ayub, 25: 6).
Apabila matahari, bulan, dan bintang-bintang saja sama sekali tidak berarti apa-apa bagi Allah! Lalu siapa manusia? Siapa saya, anda, dan kita semua?
"6. Lebih- lebih lagi manusia, yang adalah berenga, anak manusia, yang adalah ulat!" (Ayub, 25: 6).
Tahukah anda apa itu berenga! Akan lebih baik jika anda mencari maknanya di dalam kamus-kamus bahasa! Berenga adalah ulat-ulat yang ada pada manusia yang telah mati. Kita semua adalah berenga, dan anak manusia adalah seekor ulat. Siapakah seeokor ulat itu? Ia adalah Yesus Mesias!. Ayat di atas adalah penjelas yang sangat gamblang apabila masih ada keraguan di dalam hati kalian bahwa Yesus merupakan pengecualian di dalam konteks ayat tersebut. Allah telah mengatakan kepada kalian: "Bahwa Dia tidaklah demikian". Di dalam Perjanjian Baru, Yesus disebutkan sebanyak 83 kali dengan ungkapan sebagai anak manusia:
"Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi anak manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalaNya. " (Matius, 8: 20).
Sebagaimana Yunan (Yunus) dapat berada selama tiga hari tiga malam di dalam perut ikat paus, maka anak manusia hanya dapat berada di perut bumi selama tiga hari tiga malam.
Sedangkan tentang anak Allah, hanya ada disebutkan sebanyak 13 kali.
Apabila anda bertanya kepada siapa pun dari kaum missionaris nasrani, siapakah anak manusia? Dia pasti akan menjawab: "Anak manusia adalah Yesus", ia tidak akan kembali menjadi berenga! Sedang kita adalah yarqaat, lebih hina daripada ulat. Dengan kata lain, janganlah kalian berangan-angan, sebab segala sesuatu yang dilahirkan oleh seorang wanita adalah berenga!!
Di dalam Injil Lukas disebutkan bahwa, setelah usia Yesus mencapai delapan hari, maka mereka pun mengkhitannya. Apakah ada Allah yang dikhitan?!!
(Para hadirin pun bertepuk riuh)
Saya harap anda dapat menjaga ketenangan sebagaimana yang diharapkan oleh moderator sebelumnya!
"Dan ketika genap dalapan hari dan la harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum la dikandung ibu-Nya. " (Lukas, 2: 21).
Siapakah orang yang berada di dalam perut ibunya? Ia adalah Yesus. Bagaimana ia keluar dari perut itu? Sama seperti keluarnya saya dari perut ibu saya, dan anda dari perut ibu anda. Lalu siapakah Allah?!!
Apabila ada salah seorang dari kita yang berprofesi sebagai seorang suster, mungkin anda akan berpikir, bagaimana mungkin anggapan seperti ini telah ada sejak lebih dari seribu tahun di dalam Ishthabal, ketika Maryam berusaha untuk melahirkan seorang anak? Apakah akan terpikir oleh anda, walau sejenak, bahwa anak yang dilahirkan tersebut adalah seorang Tuhan?! Astagfirullah.
Rasio kita tentu akan menafikan pemikiran seperti ini. Apalagi anak yang dilahirkan itu telah membuat ibunya bernajis selama empat puluh hari, seperti yang disebutkan di dalam Bible.
Inikah yang disebut sebagai Tuhan Yang Suci?! Tidak, ia adalah anak manusia yang dikandung di dalam perut ibunya selama sembilan bulan, sama seperti saya, dan anda.
Para pengikut Angelisme yang ada di Inggris saat ini, jauh lebih rasional daripada para pengikut Injil. Dalam jajak pendapat para pastur yang diadakan pada bulan Juni tahun lalu di Amerika, lebih dari separuh pastur yang hadir pada saat itu mengatakan:
"Umat Nasrani tidak diwajibkan untuk berkeyakinan bahwa Yesus adalah Tuhan" jika demikian, maka setelah hari ini anda tidak memiliki kewajiban untuk berkeyakinan bahwa Yesus adalah Tuhan. Apabila kesimpulan saya dan anda ada pada titik ini, maka ini adalah kesimpulan anda sebagai seorang nasrani Anda berkeyakinan bahwa Yesus wajib mati sebagai seorang Tuhan, tidak sebagai seorang manusia. Dengan alasan bahwa tidak mungkin seorang manusia dapat memikul beban dosa seluruh alam dengan kematiaannya di atas tiang salib.
Kami mengatakan bahwa pada hakikatnya mereka tidaklah membunuhnya, dan tidak pula menyalibnya. Dan tentang hal ini, kami telah menjelaskannya secara rinci pada bulan Juni kemarin, karenanya di sini kami tidak akan membahasnya kembali.
Allah telah mati. Apakah anda benar-benar yakin bahwa Allah telah mati?!
Bukankah kalian sendiri mengatakan bahwa Allah itu kekal? Jika ia mati, lalu apa yang akan terjadi pada makhluk-makhluk-Nya? Anda tahu bahwa listrik yang ada dalam ruangan ini berasal dari satu mesin pembangkit listrik, apabila terjadi kerusakan pada mesin tersebut apa yang akan kita lakukan di sini? Acara akan berakhir, dan kita semua diliputi oleh kegelapan.
Apabila cahaya Allah telah padam, lalu siapa yang akan mengatur perkara-perkara alam, siapa yang akan memudahkannya selama tiga hari tiga malam ketika ia berada di dalam kubur, seperti yang anda katakan, siapa yang akan mengendalikan alam selama masa itu?
Saya katakan bahwa Yesus sama sekali tidak pernah mengatakan bahwa dirinya adalah Tuhan, dan dia juga tidak pemah mengatakan kepada seorang manusia pun, sembahlah aku! Sebaliknya, ia justru mengatakan: "Bapaku lebih mulia dariku". "Bapaku lebih mulia dari segala sesuatu". "Aku tidak dapat melakukan sesuatu pun dengan diriku, namun Allah dapat melakukan segala sesuatu".
Saudara Shorosh mengatakan: "Allah dapat menjelma sebagai manusia, karena ia dapat melakukan segala sesuatu." Saya katakan: "Allah tidak dapat melakukan itu", apakah dengan demikian saya telah mengingkari kemampuan Allah?
Tidak. Saya menantang siapa saja, untuk membuktikan kepada saya bahwa Allah mampu untuk menciptakan Tuhan yang lain. Sebab Allah bukanlah makhluk, Dia adalah Tuhan, Dia dapat menciptakan makhluk, bukan Tuhan. Dia Maha Kekal, Tidak Berawal dan Tidak Berakhir, dan tidak dapat menciptakan Tuhan lain yang Kekal seperti Dia.
Inilah hukum rasionalitas yang normal.
Allah tidak dapat menciptakan Tuhan yang lain. Lalu apakah mungkin Allah dapat menciptakan Bapa lain sehingga ada dua Bapa, kemudian menciptakan serentetan Bapa-bapa. Dengan demikian dapat saya katakan bahwa rasionalitas anak-anak bibi saya, orang-orang India sana, jauh lebih baik lagi. Sebab mereka beriman dengan banyak Tuhan, dimana menurut mereka bahwa segala sesuatu memiliki Tuhan tersendiri. Mengapa anda tidak menggunakan rasio anda saat anda mengecualikan seorang makhluk sebagai Tuhan? Mengapa Tuhan itu tidak banyak, padahal di dalam Bible disebutkan bahwa anak-anak itu banyak, dan anak-anak itu adalah Tuhan?.
Allah tidak dapat mengeluarkan saya dari kekuasaan-Nya. Adakah tempat di alam ini yang berada di luar kekuasaan-Nya, sehingga Dia dapat mengeluarkan saya dari wilayah kekuasaan-Nya, pernahkah anda berpikir demikian? Kemana Dia akan meletakkan saya?
Allah dapat melakukan segala sesuatu, akan tetapi ia tidak akan melakukan sesuatu apa pun kecuali perkara-perkara keTuhanan. Karena Allah tidak mungkin berbuat sia-sia.
Saya tidak yakin bahwa saudara Shorosh datang kemari untuk sekedar berbual atau mengatakan hal-hal yang sia-sia. Anda juga tidak yakin bahwa saya datang kemari untuk melakukan hal itu. Apakah mungkin orang yang telah menempuh beribu-ribu mil dari Afrika, dan orang yang telah menempuh beribu-ribu mil dari Amerika, datang kemari hanya untuk mengatakan hal-hal yang sia-sia? Menurut anda, apa yang kami ingin dengan semua ini? Jika ada seseorang yang mengatakan: "Tuan Deedat dan Shorosh datang kemari untuk berjoget bersama di hadapan kita", apakah anda akan percaya? Jika anda menyampaikan perkataan itu kepada orang lain, apakah mereka akan percaya? Jelas anda akan mengatakan: "Kami tidak yakin, bahwa kedua orang yang taat beragama tersebut datang kemari untuk berjoget bersama".
Allah SWT hanya melakukan perkara-perkara keTuhanan, bukan perkara-perkara yang tidak berhubungan dengan keTuhanan. Yesus berkata:
"Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya kerajaan Allah sudah datang kepadamu." (Lukas, 11: 20).
Ia juga berkata:
"Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya kerajaan Allah sudah datang kepadamu." (Matius, 12: 28).
Kekuasaan yang kita bicarakan adalah kekuasaan yang mampu untuk melakukan ini dan itu, kekuasaan yang mampu untuk mengampuni dosa-dosa.
Tanyakanlah, dari manakah ia mendapatkan itu? Ia akan menjawab:
"Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. " (Matius, 28: 18).
Jika demikian maka semua itu bukanlah kekuasaannya, akan tetapi Bapa yang di langitlah yang telah memberikan kekuasaan itu kepadanya. Dia telah memberikan kepadanya kekuasaan untuk dapat menyembuhkan penyakit bisu dan kusta, dapat menghidupkan orang yang mati, dan dapat membunuh seribu babi, seperti yang disebutkan di dalam Bible.
Dia juga memiliki kekuasaan untuk mengeringkan pohon tiin dari akarnya dan dapat menenangkan badai topan di lautan. Dan manakah semua kekuasaan itu datang kepadanya? Dari Allah!! Jika demikian, maka kemuliaan itu hanva milik Allah.
Salah seorang dan mereka telah menunjukkan hasil telaahnya di dalam perjanjian baru, yaitu ketika Yesus melakukan salah satu keajaiban, ia mengatakan: "Kemuliaan hanya milik Allah, Dialah yang telah memberikan kekuasaan itu kepada manusia."
Saudara Shorosh mengatakan: "al-Qur'an alKarim sendiri ada yang menyebutkan bahwa Yesus mengetahui kapan datangnya hari kiamat." Menurut saya, ini hanya anggapan beliau. al-Qur'an ada di sini, di hadapan anda sekalian. Anda dapat membuktikan kebenaran apa yang saya katakan. Saya harap, dalam kesempatan yang ke dua nanti saudara Shorosh bersedia menunjukkan kepada kita, di ayat mana al-Qur'an ada menyebutkan tentang hal itu.
Sedangkan Bible sendiri menentang statement beliau tadi. Di dalam Injil Markus disebutkan:
"Tentang hari dan kiamat itu, maka tidak ada seorang manusia paa yang mengetahuinya, baik para malaikat yang ada di langit, maupun Tuhan Anak, kecuali Tuhan Bapa."
Artinya; menurut ilmuku, kekuasaanku tidaklah seperti kekuasaan Allah, dan aku tidaklah seperti Dia. Inti permasalahannya adalah dimanakah Yesus pernah mengatakan: "Aku adalah Allah, atau sembahlah Aku, atau Aku dan Allah adalah satu." Adakah di antara para hadirin sekalian, khususnya yang beragama nasrani, yang dapat menunjukkan kepada saya ayat yang mengatakan bahwa Yesus pernah berkata: "Aku dan Allah adalah satu?!!
Salah seorang hadirin berdiri dan berkata: "Saya akan tunjukkan kepada anda. Dalam Yohanes, pasal 14 ayat 6.
Syeikh Deedat berkata: "Apa bunyi ayat dalam pasal 14?"
Ia menjawab: "Ayat itu mengatakan: "Aku dan Allah satu".
Syeikh Deedat menjawab: "Baik, penyebutan tentang letak ayat tersebut tidak benar, sebab ayat tersebut terdapat di dalam pasa114 ayat 6, akan tetapi penukilan yang disampaikan benar. Letak yang benar untuk ayat tersebut adalah pada pasal 10 ayat 30 dari Injil Yohanes.
(Para hadirin pun bertepuk tangan riuh)
Selengkapnya =>>
Rabu, 27 Agustus 2008
Orasi Syeikh Ahmed Deedat (Lanjutan)
Selasa, 26 Agustus 2008
Orasi Syeikh Ahmed Deedat
Saya ucapkan, selamat datang di Royal Albert Hall kepada tuan Ahmed Deedat, yang sebentar lagi akan kita dengarkan orasinya yang pertama, selama lima puluh menit. Kepada tuan Ahmed Deedat kami persilahkan dengan segala hormat.....
(Disambut dengan tepuk tangan meriah dari para hadirin )
Syeikh Ahmed Deedat maju menempati podium yang telah disediakan, dan memulai orasinva:
Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang durjana.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
"Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan semata-mata yang batil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu mensifati Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya." (QS. Al-Anbiya': 18)
Saudara moderator... tuan Shorosh yang saya hormati. . .
Saudara-saudaraku sekalian, permasalahan yang akan kita bahas pada malam hari ini adalah: "Apakah Yesus itu Tuhan?" Pertanyaan ini dapat dijawab dengan mudah, dengan mengajukan pertanyaan yang berbalikan dengannya, yaitu: "Apakah Yesus pernah mengaku sebagai Tuhan?" Apakah Yesus pernah mengatakan: “Sesungguhnya Aku adalah Tuhan”? Apakah Yesus pernah mengatakan: ‘Sembahlah Aku’?
Para hadirin sekalian! Percayalah, bahwa di dalam enam puluh enam kitab yang terdapat di dalam Bible Kristen Protestan, atau di dalam tujuh puluh tiga kitab yang terdapat di dalam Bible Katolik, tidak disebutkan sekali pun kalimat yang menyatakan bahwa Yesus berkata: "Sesungguhnya Aku adalah Tuhan, atau sembahlah Aku". Tidak terdapat satu kalimat pun di dalam ke dua Bible itu yang menyatakan bahwa Yesus pernah mengatakan demikian. Yesus sama sekali adak pernah mengatakan: "Aku-lah Tuhan, atau sembahlah Aku".
Saya sebagai seorang muslim, dan kita sebagai kaum muslimin, percaya bahwa Yesus adalah Mesias, termasuk salah seorang dari Ulil Azmi para rasul. Kami percaya bahwa kelahirannya merupakan suatu peristiwa yang luar biasa, bahwa ia adalah Mesias16, bahwa ia dapat menghidupkan yang mati dengan izin Allah, dan dapat menyembuhkan penyakit bisu dan kusta dengan izin Allah. Di sinilah letak perbedaan pendapat antara kaum muslimin dan umat nasrani, kaum muslimin beriman dengan semua kemukjizatan Isa as., namun mereka tidak menganggapnya sebagai Tuhan, sementara umat nasrani menjadikan kemukjizatan tersebut sebagai bukti bahwa Isa as. adalah Tuhan.
Karena itulah, di sini akan saya katakan bahwa saudara kita, tuan Shorosh, dalam penyampaian orasinya tadi, sama sekali belum menyebutkan satu kalimat pun yang menunjukkan bahwa Yesus pernah berkata: "Aku-lah Tuhan, atau sembahlah Aku".
Selama hidupnya di muka bumi ini, Yesus tidak pernah sekali pun mengatakan perkataan tersebut. Dengan demikian, maka tentunya tuan Shorosh akan diben kesempatan kembali untuk menjawab pertanyaan saya tadi. Apabila tuan Shorosh memang pernah mendengar bahwa Yesus ada mengatakan demikian, maka beliau akan dapat menjelaskannya.
Dari penjelasan yang beliau sampaikan tadi, ungkapan yang paling mendekati tema ini adalah kalimat yang beliau kutip dari kitab Wahyu Kepada Yohanes, dimana beliau menganggap bahwa Yesus pernah mengatakan: "Aku adalah Alif dan Ya"'. Artinya akulah yang pertama dan yang terakhir.
Kitab Wahyu Kepada Yohanes adalah penjelasan tentang mimpi yang dialami oleh Yohanes, dimana di dalam mimpi tersebut, Yohanes melihat berbagai macam hewan. Mimpi seperti ini dapat saja dialami oleh setiap manusia, khususnya apabila ia makan terlalu banyak. Sedangkan Yesus, selama hidupnya, ia sama sekali tidak pernah mengatakan demikian. Berikut ini akan kami jelaskan tentang setiap perkataan dan perbuatan Yesus...
Pertama, kita akan membahas tentang konsep Holy Trinity. Konsep ini banyak diimani oleh mayoritas orang kulit hitam dan umat nasrani; baik mereka dari pengikut golongan Angelisme, atau Katolikisme, atau Luterime17, atau Mesudisme18.
Secara umum, umat nasrani beriman dengan suatu konsep yang disebut Holy Trinity, dan di dalam ajaranajaran nasrani yang disampaikan oleh gereja-gereja, mereka mengatakan:
"Tuhan Bapa, Tuhan Anak, dan Tuhan Roh Kudus. Namun mereka bukanlah tiga Tuhan, akan tetapi satu Tuhan".
Tuhan Bapa memiliki kekuasaan terhadap segala sesuatu, Tuhan Anak memiliki kekuasaan terhadap segala sesuatu, dan Tuhan Roh Kudus memiliki kekuasaan terhadap segala sesuatu, namun mereka bukanlah tiga Tuhan yang memiliki kekuasaan terhadap segala sesuatu, akan tetapi satu Tuhan yang memiliki kekuasaan terhadap segala sesuatu.
Tuhan Bapa adalah seseorang, Tuhan Anak adalah seseorang, dan Tuhan Roh Kudus adalah seseorang, namun mereka bukanlah tiga orang, akan tetapi satu orang.
Saya akan bertanya, bahasa apakah ini? Apakah ia bahasa Inggris? Sepertinya begitu, akan tetapi ia bukanlah bahasa Inggris. Anda mengatakan: "seseorang, seseorang, dan seseorang, namun mereka bukanlah tiga orang, akan tetapi satu orang.
Bahasa apakah ini?!! Katakan kepada saya, wahai orang-orang Inggris, orang-orang Amerika. Apa defenisi seseorang dalam bahasa kalian?.
Jika anda memiliki kesamaan yang sulit untuk dibedakan dengan ketiga saudara anda, kemudian salah seorang dari saudara anda melakukan tindakan kriminal, maka apakah anda atau saudara anda yang lain, yang tidak melakukan kesalahan juga dihukum? Tentu anda akan menjawab: "Tidak".
Mengapa tidak, sedangkan kalian semua sama? Anda akan katakan: "Tidak", sebab dia orang lain, bukan kami. Lalu apa yang menjadikannya orang lain? Anda akan mengatakan: "Kepribadiannya". Jika karena kepribadiannya berbeda anda katakan dia orang lain, maka ketika umat nasrani mengatakan: "Dengan nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus", saya akan katakan: "Bahwa secara logika mereka adalah tiga orang yang berbeda".
Ketika anda mengatakan Bapa, tentu yang anda maksudkan bukanlah Anak, dan ketika anda mengatakan Anak, tentu yang anda maksudkan bukanlah Roh Kudus, bukankah demikian?. Rasionalitas kita jelas tidak dapat menerima tiga orang yang berbeda sebagai satu orang, ia akan tetap menganggap ketiga orang yang berbeda tersebut sebagai tiga orang. Jika akal saja tidak dapat menerima hal itu, maka bagaimana kita dapat mengatakan bahwa tiga gambar yang kita lihat seperti satu? Tiga selamanya akan tetap tiga. Keyakinan yang menganggap bahwa setiap makhluk hidup adalah Tuhan, atau sama dengan Tuhan, dalam pandangan kaum muslimin adalah bentuk pengkhianatan terhadap Allah! Baik itu pemahaman yang menganggap bahwa Allah memiliki jasad atau bahwa Allah menjelma sebagai manusia, maupun pemahaman-pemahaman yang lain.
Di dalam al-Qur`an, Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putra Maryam" ; padahal AI-Masih sendiri berkata: "Hai bani Israil, sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu. " Sesungguhnya orang yang mempersekutukan setuatu dengan Allah, maka pasti Allah mengharamkan baginya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. " (QS. al-Ma'idah: 72)
Yesus mengatakan tentang Bapa yang ada di langit, Dia-lah Bapa kalian dan Bapa saya, selamanya.
Pada pasal pertama dari Injil Matius, disebutkan ayat yang sangat bertentangan dengan apa yang kalian katakan, yaitu bahwa kata: "Bapa kalian, Bapa kamu, telah disebutkan sebanyak tiga belas kali, sebelum Yesus sendiri mengatakan Bapaku, sungguh sesuatu yang sangat aneh!!
Yesus telah mengatakan kepada kalian sebanyak tiga belas kali drngan kiasan bahwa Allah adalah Bapa setiap manusia, sebab Dia-lah Sang Pencipta, yang memberi nikmat, dan yang membagi rizki kepada seluruh makhluk-Nya. Namun ia tidaklah dilahirkan di dunia, sebab kelahiran adalah perbuatan manusia, karena ia sangat berhubungan drngan unsur-unsur seks.
Keinginan untuk melakukan hubungan seksual adalah fitrah makhluk hidup, rendah, dan sangat tidak patut jika kita lekatkan fitrah ini kepada Allah SWT, meskipun demikian, orang-orang nasrani tetap saja selalu mengatakan:
"Anak Allah, Anak Allah, Anak Allah". Saya bertanya: "Berapa banyakkah anak Allah?! Mayoritas orang kulit hitam yang beragama nasrani mengatakan bahwa Allah hanya memiliki satu anak. Maka saya katakan: "Jika demikian berarti kalian sama sekali tidak membaca kitab suci kalian, atau kalian tidak membacanya sebagaimana mestinya. Tahukah kalian bahwa di dalam kitab suci kalian disebutkan, Allah memiliki anak-anak yang tidak terhitung jumlahnya? Di dalam kitab Kejadian disebutkan:
"1. Ketika manusria itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, 2. maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil istri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. 3. Berfirmanlah Tuhan: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja. " 4. Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purba kala, orang-orang yang kenamaan. (Kejadian, 6: 1 - 4).
Di dalam kitab Keluaran disebutkan:
"4. Muka engkau harus berkata kepada Firaun: "Beginilah firman Tuhan: `Israel ialah anak-Ku, anak-Ku, yang sulung. " (Keluaran, 4: 22).
Di dalam Surat Paulus kepada Jemaat di Roma, disebutkan:
Di dalam kitab Yeremia disebutkan:
"9. Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, dlmana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku. (Yeremia, 31: 9).
"14. Semua orang, yang dipimpin oleh Roh Allah, adalah anak Allah. (Surat Paulus Kepada Jemaat di Roma, 8: 14).
Apabila anda taat kepada Allah dan mengetahui ajaran-ajaran-Nya, maka anda adalah seorang pendidik, atau yang semacamnya. Di dalam bahasa dan istilah-istilah orang Yahudi, mereka ada yang mengatakan: "Anak Allah". Sedangkan orang-orang nasrani mengatakan: "Tidak, sekali-kali tidak, Yesus bukanlah anak Allah, ia dilahirkan, akan tetapi ia bukanlah makhluk." Saya katakan kepada anda: "Dapatkan anda menjelaskan kepada saya tentang hal ini, dapatkah anda memahamkan saya tentang apa yang ingin anda kukuhkan ketika anda mengatakan bahwa Yesus dilahirkan, namun bukan makhluk sebagaimana yang lainnya?! Apakah yang akan anda katakan kepada saya?!
Percayalah kepada saya! Bahwa selama empat puluh tahun ini tidak seorang nasrani pun yang dapat menjelaskan kepada saya tentang maksud dari kalimat tersebut. Ada satu orang Amerika yang pernah mencoba untuk menjelaskannya kepada saya. Ia mengatakan: "Yang dilahirkan artinya bahwa Allah-lah yang telah melahirkannya." Saya katakan kepadanya: "Apa?!!" Sebelum saya melanjutkan perkataan saya, ia mengatakan: "Tidak, anda telah bertanya kepada saya tenang arti kalimat tersebut, dan saya telah menjelaskannya kepada anda, akan tetapi saya sendiri tidak percaya bahwa Allah melahirkan anak."
Dengan demikian, maka perkataan tersebut adalah dusta, dan di dalam pandangan kaum muslimin, mengatakan bahwa Mesias itu Allah adalah bentuk kekafiran.
Di samping itu, ada juga bentuk keanehan lain dalam pandangan umat nasrani, yaitu keyakinan mereka terhadap Holy Trinity. Sekalipun golongan mereka berbeda-beda, dari mulai Ingilikan, Artsudzukis, Katolik, dan Maitsudiyah, akan tetapi keseluruhan mereka beriman dengan Holy Trinity. Mereka mengatakan bahwa Yesus adalah oknum kedua dari ketiganya. Anda mungkin pernah mendengar umat nasrani mengatakan: "Dengan nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus." Akan tetapi anda tidak akan pernah mendengar mereka mengatakan: "Dengan nama Roh Kudus, Anak, dan Bapa. Atau dengan nama Anak, Roh Kudus, dan Bapa."
Anak selalu dijadikan sebagai oknum ke dua dalam ketiga Trinitas tersebut, dan apabila ada seorang nasrani yang mengatakan bahwa Yesus adalah Bapa, maka perkataan ini dianggap sebagai satu dosa besar dalam pandangan gereja dan agama Nasrani.
Sedangkan di dalam pandangan Islam, meletakkan sifat-sifat KeTuhanan kepada makhluk apa pun adalah perbuatan kafir.
Akan tetapi menurut pandangan agama nasrani dan gereja-gereja Angelisme, atau Luterisme, atau Mesudisme, dan gereja-gereja lainnya, mengatakan bahwa Yesus adalah Bapa merupakan satu dosa besar.
Padahal ia adalah mitos klasik yang sengaja dibuat oleh gereja Katolik, dan keberadaannya telah ada sejak seribu tahun lebih. Saya tidak mengerti mengapa saudara Shorosh menyembunyikan hakikat tersebut. Padahal beliau sendiri beriman bahwa Yesus adalah Tuhan.
------------------------------------------------------------------------------------
16. Mesias bukanlah nama untuk nabi Isa as., ia merupakan julukan kemuliaan baginya, yang artinya orang yang disapu atau dilap dengan minyak suci. Ia digundul oleh para raja dan para pendeta pada waktu itu.
17. Luterisme adalah golongan yang mengikuti ajaran Martin Luter
18. Mesudisme adalah golongan Kosnseptor, yaitu salah satu pengikut gerakan perbaikan agama yang dipimpin oleh Charles dan Jonh Wesley di Oxsport (1729). Dimana dengan gerakan tersebut mereka berdua berusaha untuk menghidupkan kembali gereja-gereja di Inggris.
.
Selengkapnya =>>
Orasi DR. Anis Shorosh (Lanjutan-2)
Di antara sifat-sifat Allah adalah Kuasa terhadap segala sesuatu. Lalu siapa di dunia ini yang mampu untuk mengatur perputaran udara dengan kekuatan murninya?, jelas anda akan mengatakan ‘Allah'. Jika demikian, maka katakanlah kepada saya, siapakah Yesus yang memiliki kemampuan untuk menentramkan badai topan di lautan luas, sebagaimana yang disebutkan di dalam Injil Lukas?14 Lalu apa pula yang akan anda katakan tentang kemampuannya untuk berjalan di atas air, dan berita tentang naiknya beliau ke langit dengan kekuatan luar biasa setelah selesai menunaikan risalah pengorbanannya di muka bumi, sebagaimana yang disebutkan di dalam kitab Kisah Para Rasul?!. Saudara-saudara sekalian! Jika Eliya sebagai seorang nabi diangkat ke langit dengan kereta kuda yang terbuat dari api, maka Yesus dapat naik ke langit dengan kekuatannya sendiri, sebab ia memiliki kemampuan untuk itu, sebagaimana ia memiliki kemampuan untuk menghidupkan dan mematikan.
Di dalam Injil Matius kita dapat membaca:
"18. Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar. 19. Dekat jalan la melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi la tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu; “Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!" Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu. 20. Melihat kejadian itu tercenganglah murid-murid-Nya, lalu berkata: "Bagaimana mungkin pohon ara itu sekonyong-konyong menjadi kering?" (Matius, 21: 18-19).
Yesus memiliki kekuasaan terhadap orang yang sudah mati, sebagaimana yang disebutkan di dalam kisah Ezra pada keseluruhan pasal 11 dari Injil Yohanes:
“Ada seorangyang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta. 2. Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya. 3. Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: “Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit. " 4. Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: “Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu anak Allah akan dimuliakan. " 5. Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus. 6. Namun setelah di dengarnya, bahwa Lazarus rakit, ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, dimana ia berada; 7. tetapi sesudah itu ia berkata kepada murid-muridNya: "Mari kita kembali ke Yudea". 8. Murid-murid itu berkata kepadanya: “Rabi, baru-baru ini orang-orang Yahudi mencoba melempari Engkau, masih maukah Engkau kembali kesana?" 9. Jawab Yesus: “Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini. 10. Tetapi jikalau seorang berjalan di malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya. " 11. Demikianlah perkataannya, dan sesudah itu ia berkata kepada mereka: "Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi aku pergi kesana untuk membangunkan dia dari tidurnya. " 12. Maka kata murid-murid itu kepadanya: “Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh. " 13. Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa. 14. Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: "Lazarus sudah mati; 15. Tetapi sukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya. " 16. Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain: "Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan dia. " 17. Maka ketika Yesus tiba, didapatinya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur. 18. Betania terletak dekat Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya. 19. Disitu banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. 20. Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkannya. Tetapi Maria tinggal di rumah. 21. Maka kata Marta kepada Yesus: “Tuhan, sekiranya Engkau ada disini, saurdaraku pasti tidak mati. 22. Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepadamu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya. " 23. Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit. " 24. Kata Marta kepadanya: “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman. " 25. Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barang siapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, 26. dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati untuk selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"27. Jawab Marta: “Ya Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia. " 28. dan sesudah berkata demikian ia pergi memanggil saudaranya Maria dan berbisik kepadanya: "Guru ada disana dan ia memanggil engkau. " 29. Mendengar itu Maria segera bangkit lalu pergi mendapatkan Yesus. 30. Tetapi waktu itu Yesus belum sampai ke dalam kampung. la masih berada di tempat Maria menjumpai dia. 31. Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi keluar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ. 32. Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepadanya: “Tuhan, sekiranya Engkau ada disini, saudaraku pasti tidak mati. " 33. Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masyghullah hatinya. Ia sangat terharu dan berkata: 34. “Dimanakah dia kamu baringkan? " jawab mereka: “Tuhan, marilah dan lihatlah!" 36. Maka menangislah Yesus. 36. Kata orang-orang Yahudi: "lihatlah, betapa kasihnya kepadanya!" 37. Tetapi beberapa orang diantaranya berkata; “Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah ia bertindak, sehingga orang ini tidak rnati?" 38. Maka masyghullah pula hati Yesus, lalu la pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu. 39. Kata Yesus: “Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepadanya: “Tuhan, ia sudah berbau sebab sudah empat hari ia mati. " 40. Jawab Yesus: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: "Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?" 41. Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. 42. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri disini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. "43. Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah keluar!" 44. Orang yang telah mati itu datang keluar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kajan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: “Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi. "
Persepakatan untuk membunuh Yesus
(Mat. 26: 1-5; Mrk. 14: 1-2; Luk. 22: 1-2)
45. Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percayalah kepadanya. 46. Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Parisi dan menceriterakan kepada mereka, apayang telah dibuat Yesus itu. 47. Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Parisi memanggil mahkamah agama untuk berkumpul dan mereka berkata; "Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mukjizat. 48. Apabila kita biarkan dia, maka semua orang akan percaya kepadanya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita " 49. Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, imam besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa-apa, 50. dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita daripada seluruh bangsa kita ini binasa. " 51. Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai imam besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, 52. dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak AIlah yang tercerai berai. 53. Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh dia. 54. Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum diantara orang-orang Yahudi, ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota bernama Efrain, dan di situ ia tinggal bersama-sama murid-muridnya. 55. Pada waktu itu hari raya paskah orang-orang Yabudi sudah dekat dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum paskah itu. 56. Mereka mencari Yesus dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata kepada orang lain: "Bagaimana pendapatmu ? Akan datang jugakah ia ke pesta?" 57. Sementara itu imam-imam kepala dan orang-orang Parisi telah memberikan perintah supaya setiap orang yang tahu drmana dia berada memberitahukannya, agar mereka dapat menangkap Dia. "
Yesus juga memiliki kekuasaan terhadap setan dan kaumnya.
Di dalam Injilnya, Lukas menyebutkan sebuah kisah tentang pertemuan antara Yesus dengan dunia ruh-ruh jahat:
"26. Lalu mendaratlah Yesus dan murid-murid-Nya di tanah orang Gerasa yang terletak di seberang Galilea. 27. Setelah Yesus naik ke darat, datanglah seorang laki-laki dari kota itu menemui Dia; orang itu dirasuki oleh setan-setan dan sudah lama ia tidak berpakaian dan tidak tinggal di dalam rumah, tetapi dalam pekuburan. 28. Ketika ia melihat Yesus, ia berteriak lalu tersungkur di hadapan-Nya dan berkata dengan suara keras: `Apa urusan-Mu denganku hai Yesus Anak Allah Yang Maha tinggi? Aku memobon kepada-Mu, supaya Engkau jangan menyiksa aku. " (Lukas, 8: 26-28).
Selain itu, Yesus juga memiliki kekuasaan terhadap penyakit. Sesungguhnya seruan yang telah disampaikannya kepada seluruh umat manusia, sama sekali tidak ada bandingannya sepanjang sejarah umat manusia.
"28. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. " (Matius 11: 28).
Yesus telah menjadikan orang yang buta dapat melihat, menyembuhkan orang yang lumpuh, menghidupkan orang yang mati, dan menyembuhkan banyak manusia dari berbagaimacam penyakit yang lain.
Banyak golongan manusia yang mengikutinya, dan dia menyembuhkan mereka semua. Di samping semua itu, Yesus juga memiliki kekuasaan untuk mengampuni dosa-dosa manusia.
Tentang hal ini kita dapat membacanya di dalam Injil Markus dan Matius:
"3. Ada orang-orang datang mernbawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. 4. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang ada di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu berbaring. 5. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah la kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!" (Markus, 2: 3-5).
Siapakah yang dapat mengampuni dosa-dosa selain daripada Allah SWT ? Inilah yang saat itu mereka yakini dengan seketika, yaitu ketika ia (Yesus) merasakan keraguan yang bergemuruh di dalam hati mereka, ia berkata, "Mengapa kalian memikirkan hal itu di dalam hati?
Manakah yang lebih mudah, apakah mengatakan kepada orang yang sedang dalam kegundahan hati, ‘dosa-dosamu telah diampuni', atau ‘berdiri dan bawalah tempat tidurmu?'.
Yesus telah mengampuni wanita yang berbuat dosa, dan mengampuni pencuri yang disalib bersamanya. Hanya saja, pencuri itu tidak mengharapkan ampunan untuk dirinya sendiri walau sekali pun. Yesus juga telah berdoa kepada Allah agar mengampuni orang-orang yang telah mengazabnya.
Yesus memiliki kekuasaan untuk menciptakan. Bahkan Allah telah memberikan keistimewaan kepadanya dengan penguasaan terhadap seluruh makhluk. Hal ini dapat terlihat ketika Yesus memberi makan lima ribu orang dengan lima rusa dan dua ikan. Di dalam kesempatan lain, beliau juga dapat memberi makan empat ribu orang dengan sepotong rusa dan sedikit ikan.
Tentang hal ini, Yohanes menguatkannya di dalam risalahnya yang pertama:
"20. Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengeritan kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal. " (Surat Yohanes yang Pertama, 5: 20).
Saudara-saudaraku sekalian, para pendengar budiman!!.
Apakah pada malam hari ini, atau kapan saja, kita dapat mengingkari tentang hakikat yang telah diwahyukan kepadanya? Sesungguhnya lembaranlembaran yang membuktikan akan keberadaan Yesus sebagai Penolong sangat jelas adanya. Para nabi dahulu telah memberitakan tentang kedatangannya, dan seluruh berita-berita tersebut telah terbukti dengan sangat terperinci.
Tuhan Bapa telah menegaskan tentang hubungannya dengan Yesus, yaitu dengan mengatakan bahwa ia (Yesus) adalah anaknya yang tercinta. Keajaiban-keajaibannya adalah bukti atas kekuatan dan kekuasaannya, dan Ruhul Kudus telah menjelaskan akan kebenaran ini, yang dipersaksikan oleh para rasul dan perjanjian baru.
Izinkan saya menjelaskan bahwa sesungguhnya Allah pada hakikatnya adalah Yesus. Sesungguhnya, dalam perjalanan panjang sejarah umat manusia banyak orang yang dijadikan sebagai Tuhan, akan tetapi Yesuslah Tuhan yang sebenarnya, dialah yang pertama, dan dialah yang esa, yang menjelma ke dalam bentuk manusia. Yesus datang mencari saya dan anda-anda sekalian untuk memberikan kehidupan yang abadi. Harga yang telah dibayarkan Yesus untuk mensucikan kita dari bermacam-macam dosa adalah kematiannya, karena itulah Allah memberikan kepada kita Tuhan Yesus kehidupan abadi Rahasia tentang hal ini akan lebih jelas jika anda mendengar apa yang dikatakan Yohanes kepada Yesus:
"29. Pada kesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia." (Yohanes, 1: 29)” dan saya telah bersaksi bahwa ia adalah anak Allah.
Barangkali anda sekalian masih merasa bingung, bagaimana mungkin Mesias bisa mendapatkan tempat. Sesungguhnya Adam yang pertama mengalami kekalahan ketika berperang, akan tetapi Adam yang kedua (Yesus) mendapatkan kemenangan dalam peperangan. Peristiwa penyaliban yang dialaminya adalah bentuk kemenangan baginya.
Mengapa orang-orang Yahudi pada zaman dahulu melakukan pengorbanan? Mengapa al-Qur’an juga memerintahkan umatnya untuk melakukan hal itu? Jawabnya adalah tidak ada pengampunan dosa tanpa penumpahan darah.
Bukankah ini merupakan perbuatan yang aneh? Allah memerintahkan perbuatan baik karena kesucian, bukan untuk mencari kesucian. Kami tidak wajib untuk pergi ke bumi yang suci, baik itu Baitul Maqdis, atau Mekkah 15, atau Roma. Sebab tempat-tempat tersebut sama sekali tidak ada artinya dibanding kemuliaan Allah. Allah mencintai kita semua, dan akan mengampuni seluruh dosa-dosa kita dengan nikmatNya melalui keimanan kita terhadap Tuhan Yesus, Mesias. Karena kebesaran antara Allah terhadap alamlah, Dia mengorbankan anak satu-satunya, agar seluruh umat manusia yang beriman kepadanya (Yesus) tidak mengalami kebinasaan, bahkan sebaliknya, akan mendapatkan kehidupan yang abadi.
Terimakasih atas perhatian anda sekalian....
Pembawa Acara melanjutkan:
"Terimakasih, kami ucapkan kepada tuan Shorosh, atas pidatonya yang begitu semangat dan atas ketepatannya dalam mengalokasikan waktu selama 49 menit 5 detik.
----------------------------------------------------------------------------------
14. Orang-orang fakir India yang selalu melakukan latihan-latihan rohani, seperti karate, zen, maupun yang sebaliknya, dapat berjalan di atas bara api yang panas, dapat memakan kaca yang terbakar, bahkan dapat berjalan di atas ombak, bukan hanya di atas air. Akan tetapi mereka bukanlah Tuhan. Dengan demikian, maka walau bagaimana pun segala sesuatu yang dapat dilakukan oleh Isa as. datangnya dari Allah.
15. Dianjurkannya pergi ke tempat-tempat suci bukanlah untuk sekedar mensucikan Allah, akan tetapi juga untuk berzikir dan mengambil i'tibar.
Selengkapnya =>>
Orasi DR. Anis Shorosh (Lanjutan)
Saudara-saudari yang terhormat!
Mampukah anda untuk menafsirkan kepada saya urutan angka tiga dalam kondisi-kondisi berikut ini, jika yang dimaksudkan bukanlah isyarat kepada rahasia Trinitas?!
Mesias telah menciptakan tiga keajaiban yang berkaitan dengan nelayan di Laut Jaliel, beliau telah menghidupkan kembali tiga orang yang telah mati, seorang anak putri, seorang pemuda dan seorang laki-laki tua sebagai tanda kecintaan beliau kepada semua orang dengan berbagai perbedaan umur mereka.
Petrus telah mengingkari tuannya (Mesias) tiga kali dan menyatakan kecintaannya kepada tuannya sebanyak tiga kali. Dan, kemunculan Mesias juga disaksikan oleh tiga orang dari murid-murid beliau.
Lama masa risalah beliau di atas muka bumi adalah tiga tahun, dan beliau adalah orang ketiga dari tiga orang yang telah disalib pada waktu itu. Salah seorang mereka disalib dengan sebab dosa, yang lainnya dengan dosa, dan beliau disalib sebagai penebus dosa. Kemudian beliau bangkit dari antara orang-orang yang mati pada hari yang ketiga.8 Apakah ada di antara anda ada orang yang sanggup mengingkari penyampaian dari Allah ini!?. Ataukah anda menyangka bahwa Allah sengaja telah menyesatkan kita dan berdusta kepada kita!?. Jauh sekali.
Sebab, Allah mungkin menjadikan atau tidak menjadikan, berbuat atau tidak berbuat.
Yesus yang tidak pernah berdusta dan tidak pernah sekalipun berbuat kesalahan, telah mengakhiri risalah penebusan dosanya dengan keterangan jelas yang disebutkan dalam Injil Matius:
"Yesus mendekati mereka dan berkata, 'Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi ". (Matius 28: 18)
Nabi mana yang berani mengucapkan perkataan semacam ini!?.
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Dan ajarilah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman ". (Matius 28: 19-20)
Jutaan orang Masehi menamakan pesan ini ‘pesan penginjilan tugas yang agung', dan kebanyakan kami memulai upacara-upacara keagamaan dengan ungkapan ‘atas nama Bapa, Anak dan Roh Kudus'.
Sekarang marilah kita beralih kepada tema yang sedang kita perbincangkan, yaitu apakah Mesias itu adalah Tuhan?.
Biar saya tegaskan kepada anda, seandainya Yesus dilahirkan dengan cara yang sama seperti saya dilahirkan, bukan dengan cara yang luar biasa dari seorang wanita perawan, hidup dan mati seperti semua manusia, tidak bangkit dari antara orang-orang yang mati dan tidak naik ke langit, maka persolannya pasti tidak akan begini dan Mesias adalah seorang pembohong besar.
Adapun pertanyaan sesungguhnya yang harus dilontarkan pada malam ini adalah, apakah Allah itu adalah Mesias?.
Jika kita mengakui bahwa Allah sanggup melakukan segala sesuatu, maka kita akan menghadapi masalah. Dari satu sisi kita percaya bahwa Allah mampu melakukan apa saja yang Dia kehendaki, karena kemampuan-Nya tidak terbatas. Dan, dari sisi lain kita menafikan kemampuan ini dari-Nya ketika mengingkari hak-Nya untuk menjadi seorang manusia. Manusia tidak mampu menjadi Tuhan!. Ini adalah kafir dan tajdif.9 Akan tetapi Allah mampu menjadi manusia, dan namanya adalah Tuhan Yesus, penebus dosa, raja diraja, dan tuan segala tuan.
DR. Stanley Johns yang diberi julukan ‘Utusan kepada orang-orang Hindu' ada menjelaskan tentang jenis-jenis agama yang terdapat di dunia:
(1). Jenis pertama: kesimpulannya bahwa Allah menyingkapkan zat-Nya dengan sebuah kitab suci.
(2). Jenis kedua: bahwa Firman menjadi syari'at atau sekumpulan hukum-hukum.
(3). Jenis ketiga: bahwa Firman menjadi jasad.
Seandainya manusia adalah perpustakaan-perpustakaan, niscaya kitab adalah cara terbaik untuk berinteraksi dengan mereka. Seandainya mereka adalah undang-undang dan hukum-hukum internal, niscaya mereka merespon sekumpulan hukum-hukum dengan sebaik-baiknya. Dan karena kita adalah manusia, Allah menghendaki agar Firman menjadi jasad, sebagaimana yang kita baca dalam Injil Yohanes:
Firman itu telah menjadi jasad, dan diam diantara kita, dan kita melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran1 ". (Matius 1: 14) 10
Bagi anda yang mengetahui kisah Ibrahim, biarkan saya menggugah kembali ingatan anda pada malam ini.
Sesungguhnya Allah telah datang kepada Ibrahim dalam bentuk seorang manusia, seribu lima ratus tahun sebelum Allah datang ke Betlehem dalam bentuk seorang anak kecil.
Mari kita lihat dalam pasal 18 dari kitab Kejadian, di mana disebutkan:
"Kemudian Tuhan menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik. Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Serudah dilihatnya, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah, serta berkata, 'Tuanku, jika aku telah mendapat kasih tuanku, janganlah kiranya lampaui hambamu ini ". (Kejadian: 18: 1-4)
Kemudian kita baca dalam ayat 13 dari pasal yang sama:
"Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Abraham, 'Mengapakah Sara tertawa dan berkata: sungguhkah aku akan melahirkan anak, sedangkan aku telah tua?. Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk Tuhan? pada waktu, yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau. Pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki ". (Kejadian: 18: 13-14)
Tersebut dalam ayat 22-25 pada pasal yang sama:
"Lalu berpalinglah orang-orang itu dari situ dan berjalan ke Sodom. Tetapi Abraham masih berdiri di hadapan Tuhan. Abraham datang mendekat dan berkata, "Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik ?. Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota itu?. apakah Engkau akan melenyapkan tempat itu dan tidakkah Engkau mengampuninya karena kelima puluh orang benar yang ada di dalamnya itu?. Jauhlah kiranya dari pada-Mu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang demikian itu dari pada-Mu. Masa Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil!? “. (Kejadian 18: 22-25)
Dan pada akhir ayat pasal 18 dari kitab Kejadian, gambaran Tuhan alam dilukiskan dalam bentuk manusia:
"Lalu pergilah Tuhan setelah la selesai berfrman kepada Abraham, dan kembalilah Abraham ketempat tinggalnya ". (Kejadian 18: 33)
Saya bertanya kepada anda saudara-saudaraku yang budiman, seandainya Tuhan tidak menghendaki keterikatan dengan ikatan tempat, masa, jarak dan berhadap-hadapan, lalu bagaimana Dia mampu meninggalkan Ibrahim?!.
Apa yang akan kita tentang Melkisedek yang merupakan jelmaan terakhir Yesus, Mesias!?.
"Tersebut dalam Surat Kepada Orang Ibrani:
"Sebab Melkisedek11 adalah raja Salem dan imam Allah Yang Maha Tinggi, ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja dan memberkati dia. Kepadanyapun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya, Melkisedek. adalah pertama-tama raja kebenaran , dan juga raja Salem, yaitu damai sejahtera. Ia tidak berbapa, tidak beribu dan tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam selama-lamanya". (Ibrani 7: 1-13)
Dia diciptakan dari tanah bumi, demikian pula kita diciptakan dari tanah bumi. Sedangkan Yesus dilahirkan dari Roh Kudus.
Dalam bukunya yang berjudul "Apa nama-Nya?", Tuan Deedat mengeluarkan segenap pendapat untuk membuktikan bahwa di antara sifat-sifat "Tuhan yang paling khusus adalah tidak pernah makan sama sekali.
Anda siapa dan mereka orang-orang primitif itu siapa, sehingga kalian mrngatakan apa yang mungkin dilakukan oleh Tuhan atau tidak dilakukan-Nya, apa yang dikatakan-Nya dan apa yang tidak, apa yang dijadikan-Nya apa yang tidak!!?.
Pasal 18 dari kitab Kejadian bercerita tentang tiga orang pengunjung yang datang dari langit kepada Ibrahim. Lalu beliau bercerita dengan pimpinan mereka dengan berkata: Wahai tuan, dan beliau berdiri di samping mereka ketika mereka sedang makan. Beberapa abad setelah itu, Yesus -Khalil Ibrahim dan Tuhannya- makan bersama murid-muridnya, sebelum dan sesudah kebangkitannya.
Karna inilah yang dipilih-Nya, dan karena Dialah Allah. Barangkali masalah yang ada di hadapan anda wahai kaum muslimin, kendati anda mengulang-ulang kalimat Allahu Akbar sebanyak 40 kali dalam sehari, akan tetapi Allah dalam pandangan anda tidak cukup besar untuk menciptakan keajaiban-keajaiban yang luar biasa.
Saya akan bertanya kepada anda, sampai kapan anda akan membiarkan Allah jauh dari kita, tanpa peduli dengan kita, bersikap sombong terhadap kita, padahal Dialah yang telah menaptakan kita dalam bentuk dan rupa-Nya!!?.
Orang-orang tersebut telah muncul menunjukkan diri kepada Ibrahim dan mereka berjalan ke arah Sodom. Salah seorang dari mereka tertinggal di belakang, dan dialah yang disapa oleh Ibrahim dengan ucapannya: Wahai Tuan.
Dengan penuh keikhlasan, secara sistematis dan jelas, biarkan saya menunjukkan kepada anda sebagian dari sifat-sifat utama yang dimiliki Allah, dan anda dengan sendirinya akan melihat bahwa semua sifat-sifat ini ada pada Yesus, Mesias, dan beginilah keberadaan Yesus dari sejak azali.
Tersebut dalam Injil Yohanes:
"Oleh sebab itu ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada”. (Yohanes 17: 5)
Dalam ceramah yang disampaikannya pada bulan Juli yang lalu di kota Birmingham, tuan Deedat mengatakan bahwa dia mempercayai setiap kalimat yang diucapkan oleh Mesias di dalam Injil. Jadi, hendaknya dia menjelaskan sikapnya yang kontradiksi ini.
Kemudian kita baca dalam Injil Yohanes:
“Abraham bapamu bersuka cita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersuka cita. Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya,`Umur-Mu belum lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?'. Kata Yesus kepada mereka, 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi; Aku telah ada": (Yohanes 8: 56-58)
Jika anda membaca ayat 13 dan ayat sesudahnya dari pasal 3 kitab Kejadian, anda akan memahami sebabnya:
"Lalu Musa berkata kepada A!lah: "Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu ". (Keluaran: 3: 13)
Kemudian kita baca dalam ayat 2 pasal 5 dari kitab Mikha tentang nubuat yang berkaitan dengan Betlehem, tanah kelahiran Mesias yang ditunggu, raja Yahudi. Pada ujung ayatnya tersebut:
"...yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala". (Mikha, 5: 2).
Apakah sifat ini cocok untuk orang biasa? ataukah ini adalah sifat Allah yang mulia, lalu Dia datang kepada kita dalam bentuk manusia?
Dalam Injil Yohanes terdapat ayat yang berkenaan dengan keberadaan Mesias sebelum permulaan alam.
"Sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan". ". (Yohanes 17: 24).
Sekarang mari kita perhatikan kandungan ayat-ayat pasal pertama dari Injil Yohanes:
"Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersamasama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah ". (Yohanes 1: 1-14)
Coba dengarkan kata-kata Sulaiman dalam kitab Amsal, di mana kita baca:
"Siapakah yang naik ke sorga lalu turun? Siapakah yang telah mengumpulkan angin dalam genggamannya? Siapakah yang telah membungkus air dengan kain? Siapakah yang telah menetapkan segala ujung bumi? siapa namanya dan siapa nama anaknya? Engkau tentu tahu ". (Amsal: 30: 4)
Mana jawabannya?, atau apa jawaban atas pertanyaan itu?
Sepuluh abad setelah nubuat ini berlalu, Tuhan Yesus memberikan jawabannya kepada kita. Jawabannya ada dalam Injil Yohanes:
'Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain daripada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia". (Yohanes 3: 13)
Bible menyebutkan bahwa Yesus tetap senantiasa dalam keadaannya yang kemarin, sekarang dan selamanya, dan itulah sifat yang hanya duniliki oleh Allah.
Kita membaca dalam kitab wahyu kepada Yohanes:
“Aku adalah Alfa dan Omega, permulaan dan penghabisan. Firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Maha Kuasa". (Wahyu 1: 8).
Kemudian di dalam pasal yang sama, pada ayat 17-18 disebutkan:
17. "Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi la meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: `Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, 18. dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaat maut. " (Wahyu Kepada Yohanes, 1: 17-18).
Apakah ayat-ayat, atau penjelasan, atau berita-berita yang disebutkan di dalam al-Kitab di atas, menunjukkan bahwa Yesus yang dilahirkan secara luar biasa, hanya sebagai manusia biasa atau apakah ayat-ayat, atau penjelasan, atau berita-berita tersebut benar-benar menunjukkan bahwa Yesus adalah "Tuhan yang menjelma dalam bentuk manusia?
Di antara sifat-sifat Allah Yang Maha Tinggi dan Menguasai adalah mengetahui peristiwa-peristiwa akan datang yang belum terjadi, dan Yesus dapat mengetahui hal itu. Saya yakin bahwa mayoritas para hadirin, kaum terpelajar yang ada di tempat ini sudah mengetahui tentang kisah seorang wanita Samiri yang disebutkan di dalam Pasal empat dari Injil Yohanes. Mengapa wanita tersebut dapat yakin dan percaya ketika Yesus mengatakan kepadanya bahwa ia adalah Mesias Al-Muntazhar?
"16. Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggilah suamimu dan datang ke sini. 17. Kata perempuan itu: "Aku tidak mempuryai suami. "Kata Yesus kepadanya: `Tepat katamu bahwa engkau tidak mempunyai suami. " 18. Sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu, dalam hal ini engkau berkata benar. " (Yohanes 4: 16-18).
Wanita itu dipenuhi rasa takut, maka ia pun pergi ke kota dan mengatakan kepada manusia:
"29. "Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkin dia Kristus itu?"30. Maka mereka pun pergi ke luar kota !a!u datang kepada Yesus. " (Yohanes 4: 29-30).
Mereka mengatakan:
"45. Filipus bertemu dengan Natanae! dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus anak Yusuf dari Nazaret. " (Yohanes 1: 45).
"47. Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepadanya, lalu berkata teatang dia: "Lihat inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" 48. Kata Natanael kepadanya: "Bagaimana engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara. " 49. Kata Natanael kepadanya: "Rabi, Eagkau anak Allah, Engkau Raja orang Israel. " (Yohanes 1: 47-49).
Mengapa Yesus dapat melihat Natanael, padahal belum ada seorang pun vang dapat melihatnva selain Allah.
Yesus telah mengetahui tentang pengkhianatan yang akan dilakukan muridnya, ia juga telah mengetahui tentang peristiwa penyalibannya, kematiannya, dan saatsaat kembalinya, secara detail dan terperinci, hingga murid-muridnya sendiri pun pada awalnya tidak mampu untuk mempercayainya. la dapat mengetahui bahwa Butras akan mengingkarinya sebanyak tiga kali, padahal Butras adalah salah seorang muridnya yang sangat setia. Ia juga dapat mengisahkan secara terperinci tentang berbagai macam peristiwa kehancuran yang akan terjadi di Baitul Maqdis, tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi setelah tiga puluh tahun penyalibannya, dan lain sebagainya. Di samping itu, ia juga telah berbicara tentang hari akhir, dan peristiwa-peristiwa yang menunjukkan akan datangnya hari akhir tersebut, yaitu persitiwa-peristiwa yang sedang kita alami malam ini di London dan di kota-kota lain di seluruh dunia.
Pada acara makan malam bersama murid-muridnya, yang disebut dengan makan malam terakhir, ia mengisahkan kepada mereka tentang kematiannya, kebangkitannya, dan saat-saat dimana ia akan kembali lagi ke dunia.
Dengan seluruh bukti-bukti yang sangat jelas tersebut, apakah masih ada di antara kita orang yang sanggup untuk mengatakan dengan ketulusan hatinya dan kejernihan nuraninva bahwa Yesus bukan Tuhan yang menjelma dalam bentuk manusia?.
Bahkan al-Qur'an al-Karim sendiri, sebagai kitab suci umat lslam, turut mengatakan bahwa Yesus dapat mengetahui kapan akan terjadinya hari kiamat.12
Di dalam Injil Matius disebutkan bahwa ketika jenderal dari para pembesar 'Timur sampai di Baitlehem, mereka menanyakan, ‘dimanakah orang yang dilahirkan untuk menjadi raja?'
Bukankan suatu keanehan, jika anak yang dilahirkan itu (Yesus) disebut sebagai raja, padahal julukannya yang benar adalah Amir (pemimpin).
Di dalam Injil Matius, kita juga dapat membaca bahwa ketika mereka melihat seorang anak kecil yang bersama Maryam, mereka segera bersujud kepadanya, dan orang-orang yang berakal pun hingga hari ini masih bersujud kepadanya (Yesus)13. Sedangkan tentang ketiga hadiah yang mereka berikan kepadanya (anak kecil yang bersama Maryam) adalah hadiah-hadiah yang menunjukkan akan hal-hal tertentu; emas yang mereka berikan menunjukkan bahwa ia adalah seorang raja, pakaian yang mereka berikan menunjukkan bahwa ia adalah Tuhan, dan kepahitan yang mereka berikan kepadanya menunjukkan akan kematiaannya di dalam kapan yang tidak sama seperti kapan manusia.
Umat jin dan setan pun mengetahui Yesus, dan mereka sujud kepadanya, seperti yang disebutkan di dalam Injil Markus.
"6. Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya 7. dan dengan keras ia berteriak: `Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Maha Tinggi? Demi Allah, jangan siksa aku. " (Markus 5: 6-7).
Dalam ayat ke 41 dan setelah, dari pasal 20 Injil Lukas, terdapat beberapa bukti akan keberadaan Yesus sebagai Tuhan, di antaranya adalah sujudnya musuhmusuhnya kepadanya.
"41. Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Bagaimana orang dapat mengatakan, bahwa Mesaias adalah anak Daud. 42. Sebab Daud sendiri berkata dalam kitab Mazmur: “Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: Duduklah di sebelah kanan-Ku, 43. Sampai Kubuat musuh-musuh Mu menjadi tumpuan kaki Mu. 44. Jadi Dauxd menyebut dia Tuannya, bagaimana mungkin ia anaknya pula?" (Lukas 20: 41 -44).
Dalam Injil Yohanes pasal 9 juga disebutkan bahwa Yesus dapat menyembuhkan seorang pemuda yang dilahirkan dalam keadaan buta. Selanjutnya mari kita baca ayat 35 sampai 38 dari pasal yang sama tentang akhir daripada kisah yang mengesankan ini.
"35. Yesus mendengar bahwa iu telah diusir keluar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: “Percayakah engkau kepada anak manusia?" 36. Jawabnya: "Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya. " 37. Kata Yesus kepadanya; "Engkau bukan saja melihat Dia, tetapi Dia sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!" 38. Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" lalu ia sujud menyembah-Nya. " (Yohanes 9: 35-38).
Ijinkan saya membuka rasionalitas dan nurani anda dengan membahas dan mengingatkan anda akan beberapa fenomena tentang Yesus yang disebutkan di dalam Surat Paulus Kepada Jemaat di Kolose.
"13. la telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; 14. di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa. 15. la adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, 16. karena di dalam Dia-lah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan, yang tidak kelihatan, baik singgasana maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. 17. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. 18. Ialah kepada tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga ia lebih utama dalam segala sesuatu. " (Surat Paulus Kepada Jemaat di Kolose 1: 13-18).
------------------------------------------------------------------------------
8. Sungguh aneh jika sang pendeta iru menafsirkan kalimat-kalimat Bible dan peristiwa-peristiwanya dengan sekehendak hatinya, sebab dengan cara apapun dia hendak mengarang-ngarang rahasia Trinitas dari buki-bukti yang disebutkannya. Akan tetapi di sini kita ingin sedikit membahas apa yang telah didakwakannya, yaitu kebangkitan Mesias dari antara orang-urang yang mati pada hari yang ketiga Mari kita mulai dengan nubuat yang dikatakan oleh Yesus di dalam Injil Matius: 12: 40, begini bunyinya: "Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam".
Injil-Injil meriwayatkan bahwa beliau mati di atas salib dan dikuburkan pada han (um'at, persisnya sebelum terbenam matahan, maka ini dianggap satu malam. Anggaplah bahwa beliau telah berada di dalam kubur pada pagi hari Sabtu selama satu hari satu malam. Anggap jugalah bahwa beliau bangkit dari antara orang-orang yang mati pada pagi hari Ahad sehingga kuburan tersebut tidak berisi lagi. Dengan demikian bagaimanapun ini tidak sampai dua hari. Bagaimana bisa jadi tiga hari tiga malam!?. (Pent.)
9. Tajdif tersebut dalam kitab Nihayah Ibnu Atsir; Laa tajdifuu bi ni 'amillah, artinya jangan kamu ingkari nikmat-nikmat Allah dan kamu lepaskan. Tersebut dalam kamus Al-Munjid: Jaddafa ‘alallah, artinya berbicara atas-Nya dengan kekafiran. Dengan makna inilah yang dimaksud oleh kata Blasphemy dalam terjemahan bahasa Inggris yang diperpegangi yang bemama naskah raja James. (Pent.)
10. "Firman itu telah menjadi jasad", potongan ayat ini memiliki perbedaan antara naskah bahasa Arab dan Bahasa Inggris yang akan kami jelaskan sekarang:
(1) Naskah cetakan Katholik menyebutkannya begini: "Firman itu telah menjadi manusia, lalu diam di antara kita". (2) Naskah terjemahan tafsir yang dinamakan N.I.V begini: "Firman itu telah menjadi manusia, dan tinggal di antara kita". Sedangkan naskah berbahasa Inggris, kami ambil contohnya dari:
(1) Today's English Version, begini: "The word became a human and, Full of Grace and Truth, lived among us". (2) Naskah Standard yang telah direvisi atau dikenal dengan nama R.S.V (Revised Standart Version): "And The word became flash and dwelt among us". (3) Naskah Standard Revisi Yunani-Inggris yang dikenal dengan nama Interlinear Greek-English N.T: "And the word flesh became and tabernacled among us". Pembaca budiman, barangkali anda mampu membeda-bedakan antara tiap-tiap naskah ini tanpa harus bersusah payah.
11. Melkisedek: nama Semit yang berarti Raja Kebaikan. Dia adalah raja Salem, artinya Yerusalem. Dia diperlambangkan kepada Mesias sebagai seorang imam berpangkat raja. Yang jelas dia adalah seorang yang menjaga sunnah Allah yang lama. (Qamus al-Kitab Al-Muqaddas - DR. Butros'Abdul Muluk dan lain-lain -).
12. Di dalam al-Qur'an, tidak ada disebutkan hal itu.
13. Orang-orang yang berakal adalah orang-orang yang hanya sujud kepada Allah, Yang Esa lagi Maha Perkasa
Selengkapnya =>>
Senin, 25 Agustus 2008
Orasi DR. Anis Shorosh
Saya menyapa anda sekalian dengan mengatas namakan Yesus dari Nazaret, putra negeriku. Di kota Nazaret orang mengatakan "Janganlah Pergi mengunjungi seorang teman dengan tangan hampa". Maka pada malam hari ini, saya sangat berbahagia sekali dapat mempersembahkan sebuah hadiah untuk teman saya Ahmed Deedat, yang secara pribadi baru pertama kali ini saya berjumpa dengannya. Di samping itu, saya juga ingin mempersembahkan sebuah hadiah, khusus kepada para pimpinan koster (penjaga gereja), yaitu kunci kota kami, Mobile, di Alabama. Hadiah ini diberikan kepada orang-orang yang turut berpartisipasi dalam mengembangkan ajaran Masias dari Nazaret, tidak di kota kami saja, bahkan di kota-kota lainnya juga, dan untuk seluruh rekan-rekan Tuan Ahmed Deedat, saya mempersembahkan lambang-lambang khusus untuk Bible dari kota Baitul Maqdis, di mana terlihat di dalamnya gambar kubah hijau dan lambang-lambang lainnya dari kota tersebut.
(tepuk tangan meriah dari para hadirin)
Saya kira sebagian besar dari anda telah lama duduk di auditorium ini, dan sebagian anda datang dari tempat-tempat yang jauh. Sudah saatnya anda berdiri bersama saya untuk beberapa saat. Mari silahkan berdiri, dan ketika anda dalam keadaan demikian, saya ingin mengikut sertakan anda dalam sebuah ritual yang telah saya persiapkan. Saya membaca Bible dengan bahasa saya, yaitu bahasa Arab dalam keadaan ruku' dan membacakannya kepada orang-orang dalam keadaan berdiri karena menghormati dan mengagungkannya.
Saya berharap kepada para hadirin yang membawa naskah Bible -sebagaimana yang diusulkan oleh Tuan Ahmed Deedat dalam pemberitahuannya- agar membuka kitab tersebut, dan kita akan membaca bersama-sama, delapan ayat pertama dari pasal satu, Surat Kepada Orang Ibrani.
1. “Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, 2, maka pada zaman akhir ini, Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan anak-Nya, yang telah la tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia, Allah telah menjadikan alam semesta. 3, Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa-dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Maha Besar di tempat yang tinggi, 4, jauh lebih tinggi daripada malaikat-malaikat sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah daripada nama mereka, 5, karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah la katakan, “Anak-Ku Engkau !. Engkau telah Ku peranakkan pada hari ini? dan Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan la akan menjadi anak-Ku?". 6, Dan ketika Ia membawa pula anak-Nya yang sulung ke dunia, la berkata, "Semua malaikat Allah harus merryembah Dia ". 7, Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata, "Yang membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api". 8, Tetapi tentang anak Ia berkata, `Takhta-Mu ya Allah tetap untuk seterusnya dan selamanya. Dan tongkat kerajaan Mu adalah tongkat kebenaran".
“Terima kasih, dan silahkan duduk kembali . . . Raja Palestina berkebangsaan Roma yang terkenal, Pilatus Al-Binty, berdiri di atas beranda yang sejajar dengan jumhur yang berdesakan di hadapannya, di lapangan benteng Anthonio di Baitul Maqdis, tempat saya dulu tinggal sebelum pindah. Dia mengarahkan sebuah pertanyaan yang sangat penting kepada jumhur yang sedang kacau balau, yaitu "Jadi, apa yang akan kita perbuat terhadap Yesus yang telah mengaku sebagai Mesias?". Pada malam ini, setelah 1985 tahun peristiwa bersejarah itu berlalu, nasib setiap yang hidup masih tetap dipertaruhkan untuk menjawab pertanyaan ini. Adapun jawaban jumhur di pagi buta itu adalah "Saliblah dia!". Sedangkan sebab yang mereka kemukakan kepada Pilatus adalah "Sesuai dengan syari'at kita, dia harus dibunuh, karena dia telah menjadikan dirinya sebagai anak Alllah". Karena takut terjadi pemberontakan yang berbahaya, dan demi menyenangkan hati para pendeta Yahudi, Pilatus mengikuti permintaan jumhur, kendati dengan jelas dia menyatakan sebanyak tiga kali, "Aku tidak menemukan satu alasanpun padanya". Enam ratus tahun setelah peristiwa ini berlalu, al-Qur'an menggambarkan Yesus sebagai anak yang suci, artinya yang suci dari dosa-dosa. pertanyaan yang akan saya lemparkan kepada anda pada malam hari ini adalah, "Apakah Yesus dari Nazaret seorang pembohong atau idiot, ataukah dia - sebagaimana yang diakuinya- adalah Tuhan!?".
Semua makhluk, akal dan sejarah menyaksikan keberadaan Allah, dan agama-agama adalah hasil dari upaya keseriusan manusia untuk mengenal Allah, demikianlah yang dikatakan oleh para filosof, theolog dan kaum sejarawan.2
Akan tetapi, tunggu dulu!. Saya ingin melontarkan kepada anda pertanyaan berikut, "Apakah Allah benar-benar hilang?. Apakah kita perlu mencari-Nya?. Bukankah kita yang hilang!? dan oleh karena itu Dia datang untuk mencari kita lewat Yesus, Mesias!?".
Sekali lagi saya ingin mengarahkan perhatian anda kepada ayat 3 dan 4, pasal 4 dari Surat Kedua Kepada Jemaat di Korintus.
"Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, 4, yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah". (Surat Paulus yang Kedua Kepada Jemaat di Korintus 4: 3-4)
Bible adalah kitab terbaik di atas muka bumi, terdiri dari 66 surat dan ditulis selama 1500 tahun dengan melibatkan hampir 40 orang pengarang, di antara mereka ada raja-raja dan para penggembala, ada orang-orang kaya dan para fakir miskin, ada orang-orang tua dan para pemuda, dan ada para nelayan. Akan tetapi kitab ini mengandung isi yang menunjukkan bahwa ia adalah perkataan Allah yang diilhamkan dan yang suci, karena pengarang sebenarnya adalah satu, yaitu Roh Kudus. 3 Saya akan membacakan kepada anda ayat 20 dan 21, pada pasal pertama dari Surat Petrus yang Kedua:
“Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, 21, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan okh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah". (Surat Petrus yang Kedua 1: 20-21)
Kita mengetahui bahwa Bible adalah kitab yang diilhamkan untuk mewujudkan nubuat-nubuat (berita-berita kenabian) yang tersebut di dalamnya, yaitu nubuat-nubuat yang mendahului peristiwa beberapa abad sebelumnya. Demikian pula Bible telah berperan serta dalam mendidik akhlak setiap masyarakat manusia 4 yang percaya dengannya dan mengamalkan ajaran-ajarannya. Di samping itu, keshahihan Bible juga mendapat kritikan, akan tetapi tidak ada bukti yang menunjukkan kebathilannya. Sebab fakta-fakta sejarah dan manuskrip-manuskrip klasik telah membuktikan keshahihan kitab ini sebagaimana yang dibuktikan oleh penemuan-penemuan Arkeologi.
Pada saat ini terdapat sekitar 25.000 manuskrip Bible yang sebagiannya berada di museum Inggris.
Anda dapat melihatnya untuk membuktikan keshahihan perkataan vang dinisbahkan kepada Allah ini.
Dari manuskrip-manuskrip ini, yang paling terkenal di antaranya adalah manuskrip yang diberi nama ‘Codex Alexandrinus',5 sejarahnya kembali ke tahun 350 Masehi. Yang lainnva bernama `Codex Vaticanus',6sejarahnya kembali ke tahun 325 Masehi. Manuskrip-manuskrip Laut Mati yang berisikan teks lengkap Perjanjian Lama, yang penulisannya berlangsung sejak 2250 tahun yang silam. Sebagian anda tentu telah mendengar tentang penemuan mengagumkan yang terjadi di Aughar, Suriyah, sebelum 30 tahun yang lalu, dan di kota Ablah sepuluh tahun yang lalu, di mana pada kedua kota tersebut berhasil ditemukan sisa-sisa sebuah peradaban sejati. Kedua penemuan ini telah memperkuat kepercayaan kita tentang kebenaran Bible dan ilham Tuhan. Tuhan Yesus kita sendiri yang tidak pernah berdusta telah berkata:
"Langit dan bumi akan berlau, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu". (Matius, 24: 35)
Dengarkanlah peringatan yang tersebut dalam kitab Wahyu Kepada Yohanes:
". . . Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota Kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini ". (Wahyu Kepada Yohanes 22: 18-19)
Tuhan yang menyingkapkan Bible kepada kita adalah Tuhan yang satu.
Saudara, saudari yang terhormat . . .
Tidak ada Tuhan kecuali Tuhan yang satu, dan bersamaan dengan itu, Tuhan yang satu ini menyingkapkan zat-Nya pada 3 oknum, sekalipun hal itu sulit difahami oleh akal kita yang terbatas dan kendatipun diingkari oleh orang-orang kafir, orangorang skeptis dan para atheis. Ini bukanlah penemuan saya pribadi, akan tetapi beginilah Allah tampak dengan oknum-Nya yang tiga pada alam, pada Bible dan dengan cara-cara yang lain.
Dengan segala kerendahan hati biarkan saya berusaha memahami teka-teki ini sebagaimana anda telah berusaha memahaminya. Dan dalam pada itu, marilah kita mengakui kekurangan akal kita sekaligus mengambil sebagian contoh dari alam, di mana Allah memperlihatkan sebagian dalil-dalil yang menunjukkan tentang hal tersebut.
Misalnya kita memiliki unsur-unsur, ada berapa? Tiga; padat, gas dan cair, kenapa semuanya ada dalam dga keadaan!?.
Udara yang kita hirup tersusun dari tiga unsur, Oksigen, Hidrogen dan Nitrogen, akan tetapi ia adalah udara!.7
Air dalam kondisi alaminya adalah cairan. Akan tetapi apabila membeku, ia menjadi es, dan apabila menggelegak, ia menjadi gas atau uap. Bersamaan dengan itu, ia adalah esensi yang satu.
Perhatikanlah matahari yang berjarak sekitar 93.000.000 kilometer dari kita, di dalamnya terdapat hangat, cahaya dan panas. Akan tetapi ia adalah matahari yang satu.
Masa terbagi kepada; masa lalu, sekarang, dan yang akan datang. Manusia terdiri dari ruh, jasad dan akal. Bahkan keluargapun terdiri dari ayah, ibu, dan anak.
Dengan jelas, hakikat penugasan tampak dalam ayat-ayat pertama dari kitab Kejadian, dimana tersebut: (Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi). Di sini Allah adalah pencipta. Pada ayat yang kedua kita diperkenalkan kepada oknum kedua, yaitu Roh Kudus: (dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air), dan pada ayat yang ketiga muncul Anak Allah: (Berfirmanlah Allah: 'Jadilah terang'. Lalu terang itu jadi).
Beberapa abad setelah penulisan kisah-kisah ini berlalu, kita mendengar gema hakikat ini pada ayatayat pertama dari Injil Yohanes: (Pada mularrya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah). Dan Firman dengan sifatnya sebagai Zat, jelas terlihat pada ayat yang kedua: (la pada mulanya bersama-sama dengan Allah).
Sekali lagi kita kagum karena kita menyingkap Trinitas pada pasal pertama dari kitab Kejadian:
(Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita"). (Kejadian 1: 26)
Pertanyaan yang akan saya lemparkan kepada anda adalah: Apakah Allah membahas masalah penciptaan manusia bersama diri-Nya sendiri?. Atau dengan kata lain: Apakah Dia bercerita dengan diri-Nya sendiri?. Ataukah Dia bercerita dengan oknum yang lain dari tiga oknum yang kita namakan Allah?. Benar, Dia bercerita dengan oknum-oknum yang lain, bukan dengan diri-Nya sendiri!.
Perhatikan kata-kata gantinya: ("Kita menjadikan manusia menurut gambar kita dan rupa kita" ) Ada tiga kata ganti jamak (plural) yang terbatas. Kemudian kita beralih kepada ayat 27 pasal 1 dari kitab Kejadian, di mana kita membaca: (Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan). kita perhatikan di sini ada tiga kata ganti, akan tetapi berbentuk tunggal (singular), bukan jamak, sebab Dia adalah Tuhan yang satu, akan tetapi Dia tiga kesatuan yang kudus (Holy Trinity).
Sekali lagi Hakikat Trinitas tampak muncul pada ayat 22, pasal 3 dari kitab Kejadian: (Berfirmanlah Tuhan Allah, "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita; tahu tentang yang baik dan yang jahat" )
Demikian pula pada ayat yang ke 7, pasal 11 dari kitab Kejadian, kita juga mengetahui tentang sesuatu dari rahasia Trinitas, ketika orang-orang memuji menara Babel: (Baiklah Kita turun dan mengacau balaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing).
Sekali lagi saya bertanya kepada anda: Apakah Allah bercerita dengan diri-Nya sendiri?. Jika memang benar demikian, kenapa Dia tidak berkata: Aku turun!?.
Dalam kitab Nabi Yesaya, malaikat menyatakan: (Kudus, Kudus, Kuduslah Tuhan semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya)
Hadirin sekalian, dapatkah anda menafsirkan kepada saya berapa kali diulang kalimat Kudus? Diulang tiga kali, bukan diulang dua kali, empat kali atau lebih.
Pada ayat kedelapan dari pasal yang sama, rahasia Trinitas lebih tampak jelas dari tempat lain manapun:
(Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Ku-utus, dan siapakah yang mau pergi untuk Kami?"). (Yesaya 6: 8)
Apakah anda perhatikan kata-kata gantinya?. "Kuutus dan pergi untuk Kami ". Maka, Kami sama dengan Aku, dan Aku sama dengan Kami."
Kebanyakan anda mengetahui bahasa Arab. sebagian orang mengatakan bahwa bahasa induk saya adalah bahasa Arab, bukan bahasa Inggris, akan tetapi bahasa Arablah bahasa saya dan ibu saya, dan beliau masih senantiasa memakainya dalam percakapan.
Kata-kata kerja (Predikat) dalam bahasa Arab - seperti bahasa Semit lainnya- berbeda dengan kata-kata kerja dalam bahasa-bahasa lain.
Dalam bahasa Arab -sebagaimana dalam bahasa Ibrani, bahasa Perjanjian Lama- ada kata-kata kerja untuk menunjukkan tunggal, dua dan jamak.
Ambillah contohnya kata kerja Akala (makan) dalam bahasa Arab Kata kerja ini digunakan untuk orang tunggal, sedangkan untuk dua orang kita katakan Akalaa, dan untuk tiga orang kita katakan Akaluu. Demikian pula dalam sebagian besar bahasa-bahasa Semit, biasanya kata kerja menunjukkan jumlah orangorang yang terlibat dalam suatu pekerjaan.
Sedangkan dalam bahasa Inggris, kata kerja digunakan untuk tunggal, dua, tiga atau sejuta. Lain halnya dalam bahasa Arab atau bahasa Ibrani, sampaisampai kata Elohim, nama Allah, disebutkan dengan bentuk jamak. Dan, pada ayat pertama pasal 1 dari kitab Kejadian terdapat kata Syamain (bahasa Ibrani) yang berarti langit-langit, digunakan dengan bentuk jamak. Tidakkah terlintas di hati anda untuk bertanya kepada saya, mengapa Allah menampakkan din-Nya dalam bentuk Trinitas?!. "Akulah Tuhan Abraham, Ishak dan Yakub", dan pada kitab Bilangan, kita membaca:
"Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau", "Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia", "Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera". (Bilangan 6: 24-26)
Kenapa pemberkahan Tuhan ini ada, jika Allah adalah satu?.
Dari kisah kelahiran Mesias -sebagaimana yang tersebut dalam Injil Lukas- sekali lagi kita memahami Tuhan yang memiliki tiga oknum, di mana malaikat bersenandung-.
"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya". (Lukas 2: 14)
Semua kita menyanyikan kidung ini pada waktu hari natal setiap tahun. Dan, di antara julukan Yesus adalah Raja Damai sebagaimana yang tersebut dalam kitab nabi Yesaya, sebab malaikat membawa kabar gembira dengan menjelmanya Raja Damai di Betlehem. Trinitas terlukis dengan kuat lewat pembaptisan Yesus.
Maka begitu beliau keluar dari air, beliau melihat langit terbelah dan Roh Kudus turun atas beliau dalam bentuk seekor burung merpati, dan beliau mendengar suara dari langit berseru:
(Inilah Anak-Ku yang Ku-kasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan). (Matius 3: 17)
Trinitas tidak hanya tersingkap ketika kelahiran Mesias dan sejak permulaan risalahnya di atas muka bumi saja, bahkan sampai ketika risalah tersebut berakhir.
Ketika Mesias muncul di atas gunung Tiberias yang tidak seberapa jauh dari kota Nazaret, tempat saya tinggal dulunya, beliau melihat Roh Kudus seolah-olah seperti burung merpati, dan Tuhan Bapa pun menyatakan: (Inilah Anak-Ku yang Ku-kasihi, kepadaNyalah Aku berkenan).
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Ucapan pendeta Shorosh bahwa agama-agama merupakan hasil upaya manusia adalah ucapan yang keliru. Sebab, Allah SWT. telah mengutus para rasul dan nabi-nabi-Nya yang mulia untuk mengenalNya dan menyembah-Nya. Maka, agama yang benar adalah agama yang hanya datang dari sisi Allah saja, dan tak seorangpun manusia berhak ikut campur untuk menyusun hukum-hukum-Nya dan memperjelas syari'at-Nya. Akan tetapi, Allah SWT. telah mewahyukan kepada para rasul dan nabi-nabi-Nya untuk menyampaikan ajaran-ajaran-Nya kepada manusia. (pent)
3. Bible berisikan 66 kitab menurut aliran Protestan dan Ortodoks, dan berisikan 73 kitab menurut aliran Roma Katholik yang mengikuti gereja Barat. Sedangkan 7 kitab yang lebih dinamakan Abu Karifa artinya kitab-kitab yang diragukan atau yang tipis.
4. Saya tidak tahu apa yang dimaksud oleh perdeta Anis Shorosh dengan perkataannya bahwa Bible telah berperan serta dalam mendidik akhlak setiap masyarakat manusia. Dia benar-benar lupa bahwa di antara isi Bible terdapat lafaz-lafaz jorok, fasik dan durjana. Apakah perkataan ini perkataan yang diilhamkan dan diwahyukan dan Allah!?. Saya akan menunjukkan beberapa contohnya kepada anda, pembaca budiman:
(A). Teks pertama dari kitab Kejadian 19: 30-38, yaitu kisah perzinahan Luth -Nabi yang suci mulia- dengan kedua putrinya (Maha Suci Allah), coba anda simak teksnya:
"Pergilah Lot dari Zoar dan ia menetap bersama-sema dengan kedua anaknya perempuan di pegunungan, sebab ia tidak berani tinggal di Zoar, maka diamlah ia dalam suatu goa beserta kedua anaknya. 31, kata kakaknya kepada adiknya, Ayah kita telah tua, dan tidak ada laki-laki di negeri ini yang dapat menghampiri kita, seperti kebiasaan seluruh bumi. 32, marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita ". 33, pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu masuklah yang lebih tua untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun. 34, keesokan harinya berkatalah kakaknya kepada adiknya, "Tadi malam aku telah tidur dengan ayah; baiklah malam ini juga kita beri dia mlnum anggur; masuklah engkau untuk tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita" 35, demikianlah juga malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu bangunlah yang lebih muda untuk tidur dengan ayahnya, dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun. 36, lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka. 37, yang lebih tua melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Moab; dialah bapa orang Moab yang sekarang. 38, yang lebih mudapun melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Ben-Ami; dialah bapa Bani Amon yang sekarang".
Bukankah hal yang aneh?! Seorang tua bangka yang mabuk dan berumur 120 tahun melakukan hubungan seksual dengan kedua anak perempuannya, lalu melahirkan Bani Amon dan Bani Moab, salah satunya termasuk kakek moyang sang penebus dosa (Jesus Kristus).
(B). Kisah berikutnya adalah kisah penipuan yang dilakukan Yakub terhadap ayahnya Ishaq. Kisah ini menceritakan bahwa Yakub telah menipu ayahnya dan mencuri untuk merebut keberkahan saudaranya yang sulung, Esau. Mari kita biarkan kisah tersebut menceritakan sendiri apa yang sedang kita bicarakan:
"Ketika lshak sudah tua dan matanya telah kabur sehingga ia tidak dapat melihat lagi, dipangilnyalah Esau, anak sulungnya, serta berkata kepadanya, "Anakku ". Sahut Esau, "Ya, bapa ". 2, berkatalah lshak, "Lihat, aku sudah tua, aku tidak tahu bila hari kematianku. 3, maka sekarang ambillah senjatamu, tabung panah dan busurmu, pergilah ke padang dan burulah bagiku seekor binatang. 4, olahlah bagiku makanan yang enak sepeti yang kugemari, sesudah itu bawalah kepadaku supaya kumakan, agar aku memberkati engkau sebelum aku mati ". 5, tetapi Ribka mendengarkannya, ketika lshak berkata kepada Esau, anaknya.
Setelah Esau pergi ke padang memburu seekor binatang untuk dlbawanya kepada ayahnya, 6, berkatalah Ribka kepada Yakub, anaknva, telah kudengar ayahmu berkata kepada Esau, kakakmu, 'Bawalah bagiku seekor binatang buruan dan olahlah bagiku makanan yang enak supaya kumakan, dan supaya aku memberkati engkau di hadapan TUHAN, sebelum aku mati : Maka sekarang, anakku, dengarkanlah perkataanku seperti yang kuperintahkan kepadamu. 9, pergilah ke tempat kambing domba kita, ambillah dari sana dua anak kambing yang baik, maka aku akan mengolahnya menjadi makanan yang enak bagi ayahmu, seperti yang digemarinya. 10, bawalah itu kepada ayahmu supaya dimakannya, agar dia memberkati engkau sebelum dia mati". 11, lalu Yakub berkata kepada Ribka, ibunya, "Tetapi Esau, kakakku, adalah seorang yang berbulu badannya, sedang aku ini kulitku licin. 12, mungkin ayahku akan meraba aku; maka nanti dia akan menyangka bahwa aku mau memperolok-olokkan dia; dengan demikian aku akan mendatangkan kutuk atas diriku dan bukan berkat". 13, tetapi ibunya berkata kepadanya, Akulah yang menanggung kutuk itu, anakku. Degarkan saja perkataanku, pergilah ambil kambing-kambing itu ". 14, lalu ia pergi mengambil kambing-kambing itu dan membawanya kepada ibunya. Sesudah itu ibunya mengolah makanan yang enak, seperti yang digemari ayahnya. 15, kemudian Ribka mengambil pakaian yang indah kepunyaan Esau, enak sulungnya, pakaian yang disimpannya di rumah, lalu disuruhnyalah dikenakan oleh Yakub, anak bungsunya. 16, dan kulit anak kambing itu dipalutkannya pada kedua tangan Yakub dan pada lehernya yang licin itu. 17, lalu dia memberikan makanan yang enak dan roti yang telah diolahnya itu kepada Yakub, anaknya. 18, demikianlah Yakub masuk ke tempat ayahnya serta berkata, '°Bapa!". Sahut ayahnya, "'Ya, anakku; siapakah engkau'" 19, kata Yakub kepada ayahnya, Akulah Esau, anak sulungmu. Telah kulakukan seperti yang bapa katakan kepadaku. Bangunlah duduklah dan makanlah daging buruan masakanku ini agar bapa memberkati aku ".20, lalu Ishak berkata kepada anaknya itu, "Lekas juga engkau mendapatnya, anakku!". Jawabnya, "Karena TUHAN, A!lahmu membuat aku mencapai tujuanku" lalu kata lshak kepada Yakub, Datanglah mendekat, anakku, supaya aku meraba engkau, apakah engkau ini anakku Esau atau bukan". 22, maka Yakub mendekati lshak, ayahnya, dan ayahnya itu merabanya serta berkata, Kalau suara, suara Yakub; kalau tangan, tangan Esau", dan seterusnya (Kejadian 27: 1-45)
(C). Adapun penggalan berikutnya adalah kisah yang dihubungkan secara zalim dan aniaya kepada nabi Allah Sulaiman as., yaitu apa yang mereka namakan kidung-kidung agung. Berikut anda dapat melihat sendiri satu contoh dari apa yang mereka namakan Kitab Suci:
"Betapa indah langkah-langkahmu dengan sandal-sandal itu, Puteri yang berwatak luhur!.
Lengkung pinggangmu bagaikan perhiasan, karya tangan seniman. Pusarmu bagai cawan yang bulat, yang tak kekurangan anggur campur
Perutmu timbunan gandum, berpagar bunga-bunga bakung. Seperti dua anak rusa buah dadamu, seperti anak kembar kijang. Lehermu bagaikan menara gading, matamu bagaikan telaga di Hesybon
Dekat pintu gerbang Batrabim; hidungmu seperti menara di gunung Libanon, yang menghadap ke kota Damsyik.
Kepalamu seperti bukit Karmel, rambut kepalamu merah lembayung
Seorang raja tertawan dalam kepang-kepangnya.
Betapa cantik, betapa jelita engkau
Hai tercinta di antara segala yang disenangi.
Sosok tubuhmu seumpama pohon korma
Dan buah dadamu gugusannya.
Kataku: Aku ingin memanjat pohon korma itu dan memegang gugusan-gugusannya. Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan nafas hidungmu seperti buah apel" (Kidung Agung 7: l -8)
(D) Kisah dua perempuan pelacur yang bersaudara, Ohola dan Oholiba. Coba anda perhatikan sebagian kisah yang memalukan ini:
"Ada dua orang perempuan anak dari satu ibu. Mereka bersundal di Mesir, mereka bersundal pada masa mudanya; di sana susunya dijamah-jamah dan dada kepera wanannya dipegang-pegang, segera sesudah kelihatan oleh matanya ia birahi dan mengirim suruhan kepada mereka ke tanah Kasdim. Maka orang Babel datang kepadanva menikmati tempat tidur percintaan dan menajiskan dia dengan persundalan mereka; sesudah ia menjadi najis oleh mereka, ia meronta dari mereka. Oleh karena ia melakukan persundalannya dengan terang-terangan dan memperlihatkan sendiri auratnya, maka Aku menjauhkan diri karena jijik daripadanya, seperti Aku menjauhkan diri dari adiknya' (Yehezkiel 23:1-19).
Pembaca budiman, Kitab Suci (Bible) bagi mereka adalah tempat timbunan, bahkan dipenuhi kisah-kisah semacam ini, pencurian, perampasan, perampokan, perzinahan dan setiap hal yang dibenci jiwa dan dimusuhi oleh watak yang luhur. Alangkah baiknya jika seandainya setiap muslim memiliki naskah Bible -sebagaimana yang dianjurkan oleh Syeikh Deedat- sebab itu merupakan sebuah perbendaharaan bagi putra-putri anda. Wallahu alam. (Editor).
5. Naskah Alexandria: para ilmuwan mereka memperkirakan bahwa sejarah penulisannya kembali ke abad V masehi, isinya mencakup teks Perjanjian Baru Yunani dan merupakan naskah yang kurang. Naskah ini belum di kenal sebelum abad XVII Masehi. Naskah yang diberikan Crael Lokaris kepada raja Inggris yang pertama, James, mencakup dua naskah Kalman yang banyak memiliki kekurangan. Naskah ini kemudian di simpan di Musium inggris, di London.
6. Naskah Vatican. Diperkirakan naskah ini ditulis pada abad IV masehi dan ada kemungkinan ditulis di kota Alexandria. Naskah ini berisikan teks-teks Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, disertai adanya kekurangan yang jelas pada kebanyakan tempat, dan juga berisikan sebagian kitab-kitab yang tidak diperpegangi. Naskah ini tersimpan di perpustakaan Vatican dan sebelum tahun 1481 M belum dikenal oleh paro ilmuwan Nasrani. (Pent.)
7. Campuran udara juga mengandung atom Karbon yang terdapat dalam C02, sebagaimana terdapat di alam banyak contoh yang bukan tiga. Jenis -misalnya- adalah ungkapan menunjukkan laki-laki dan wanita, arah penjuru ada empat, lautan ada tujuh, . . begitulah seterusnya.
.
Selengkapnya =>>