Islam :
Dalam alkitab ada yang disebut the ten commandments atau sepuluh perintah Allah. Yang ingin ku tanyakan, apakah ke sepuluh firman Allah tersebut masih berlaku atau tidak?
Kristen :
Oh jelas masih berlaku sampai sekarang
Islam :
Kalau boleh tahu di kitab mana itu?
Kristen :
Itu terdapat dalam Kitab Taurat Musa yaitu pada kitab Ulangan 5:7-21
Jangan ada padamu Tuhan lain di hadapanKu
Jangan membuat patung yang menyerupai apapun yang dilangit atas atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air dibawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya, atau beribadah kepadanya.
jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu dengan sembarangan
tetaplah ingat dan kuduskan hari sabat
hormatilah ayahmu dan ibumu
jangan membunuh
jangan berzina
jangan mencuri
jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu
jangan mengingini istri sesamamu dan harta-harta mereka
Nah, itulah bunyinya. Apakah saudara puas? Maaf, aku ingin balik bertanya, apa yang ingin anda tanyakan dari ke Sepuluh Firman Allah itu?
Islam :
Terimakasih, tentu saja aku puas. Yang ingin aku tanyakan, karena tadi anda mengatakan bahwa semua perintah itu masih berlaku, maka pertanyaannya, apakah sekarang ini anda masih tetap konsisten melakukan semuanya?
Kristen :
Oh itu jelas….bahkan jelas sekali! Siapapun yang beragama Kristen, pasti yakin, percaya dan harus konsisten melaksanakannya, sebab itu perintah suci yang datang langsung dari Allah.
Islam :
Syukurlah kalau begitu. Dan memang semestinya harus begitu. Artinya menjadi orang Kristen yang baik, benar dan setia, salah satu syaratnya yaitu melakukan semua yang diperintahkan Allah dan menjauhkan apa yang dilarangNya bukan? Apa anda setuju?
Kristen :
Tentu saja saya sangat setuju!!! Setahu saya, dalam ajaran Islampun demikian!
Islam :
Apakah anda merasa bahwa selama ini baik Katolik dan Protestan semuanya konsisten melaksanakan ke sepuluh firman Tuhan itu?
Kristen :
Saya kira demikian! Karena Sepuluh Firman Allah itu suci adanya, bahkan ditulis oleh jari Allah sendiri pada dua loh batu kemudian diberikan kepada Musa untuk disampaikan kepada segenap manusia. Oleh sebab itu, sebagai umat Kristen, mereka harus jaga, pelihara dan jalankan semua hukum-hukum itu.
Islam :
Seandainya ada sebagian hukum dalam Sepuluh Perintah Allah tersebut tidak dijalankan, tidak dihormati lagi oleh sebagian besar umat Kristiani, baik Katolik maupun Protestan, bagaimana pendapat anda?
Kristen :
Jika ada yang tidak melaksanakan, tidak menjalani dan tidak menghormatinya bahkan melanggar, saya yakin mereka itu telah tersesat dari jalan-jalan Tuhan.
Islam :
Terimakasih atas jawaban anda. Aku sangat puas dengan jawaban itu. Dan barangkali berangkat dari jawaban tadi, saat ini aku ingin menguji, sejauh mana anda bisa konsisten dengan pernyataan anda itu. Pada saat ini kejujuran andapun akan diuji. Sekali lagi aku bertanya, apakah sudah anda pikirkan baik-baik atas jawaban anda tadi yang mengatakan bahwa “umat Kristiani yang tidak menjalankan dan tidak menghormati dan melanggar salah satu dari Sepuluh Perintah Tuhan, mereka itu telah tersesat dari jalan Tuhan”?
Kristen :
Ya .. ya …saya berkata dengan jujur bahwa secara logika dan dari hati kecil saya, saya kira semua umat Kristiani pasti mengakuinya, karena ke Sepuluh Firman Allah itu sudah final dan harus diimani dan dijalankan dengan sepenuh hati dan ikhlas dalam rangka tunduk dan patuh atas segala firman Tuhan. Itu perintah yang sangat suci dan harus dipelihara dan dijalankan, sebab perintah itu ditulis langsung dengan jari-jari tangan Tuhan sendiri dan Dia sendiri yang menyerahkan langsung kepada nabi Musa.
Islam :
Baiklah kalau begitu hanya ada satu saja pertanyaanku kepada anda, yang berangkali menjadi topik utama pembicaraan kita pada hari ini. Salah satu hukum dari Sepuluh Firman Allah adalah menghormati dan mengkuduskan hari SABAT sebagai hari perhentian pada hari ke tujuh…..itu tertulis jelas dalam alkitab anda, yaitu sebagai hukum yang ke empat. Pertanyaannya, “hari apa yang anda kuduskan setiap minggu?”
Kristen :
Sejujurnya saya katakan bahwa saya mengkuduskan hari Minggu. Buktinya semua umat Kristen beribadah pada setiap hari Minggu, kecuali dari golongan minoritas Advent.
Islam :
Sebenarnya yang namanya hari Sabat itu hari apa? Sabtu atau Minggu?
Kristen :
Menurut Advent, hari Sabat itu jatuh pada hari Sabtu, tetapi kami Protestan dan juga Katolik dan Kristen lainnya, jatuh pada hari Minggu.
Islam :
Mengapa terjadi perbedaan Sabtu dan Minggu? Apakah seminggu itu ada dua hari Sabat?
Kristen :
Tidak, dalam seminggu Cuma ada satu Sabat. Kalau Advent merayakan pada hari Sabtu, karena mereka menggunakan penanggalan Yahudi. Sementara yang merayakan hari Minggu, mereka menggunakan penanggalan Gregorian.
Islam :
Memangnya berbeda antara penanggalan Yahudi dan penanggalan Gregorian?
Kristen :
Sama saja, Cuma menurut penanggalan Gregorian, jika dihitung hari kerjanya, hari Minggu adalah hari ketujuh. Hari mulai bekerja itu Senin. Jadi Minggu adalah hari ketujuh. Coba hitung : 1. senin 2 Selasa. 3. Rabu 4. Kamis 5 Jumat 6 Sabtu 7 Minggu.
Islam :
Lho …. Kok jadi begitu? Bukankah dalam alkitab jelas sekali disebutkan bahwa yang disebut hari pertama itu “Hari Minggu” bukan hari Senin.
Penanggalan Gregorian baru diperkenalkan pada tahun 1582. kemudian orang Scotlandia menyetujui penanggalan Gregorian baru pada tahun 1600-an. Jerman, Denmark dan Swedia baru menerimanya pada tahun 1700-an. Apalagi Inggris menerimanya baru pada tahun 1752. ini berarti bahwa penanggalan Gregorian baru dikenal sekitar 300-400 tahun yang lalu. Sementara informasi Alkitab, bahwa hari pertama “hari Minggu” sudah ribuan tahun. Mengapa anda tidak mengikuti saja apa yang tertulis dalam alkitab? Apakah anda sudah tidak yakin lagi dengan informasi dari kitab suci anda sendiri, lalu beralih percaya kepada penulis penanggalan Gregorian? Lagi pula dalam alkitab yang disebut “hari bekerja Tuhan”, tidak sama seperti “hari bekerja manusia”. Yang dimaksud dengan “hari bekerjanya Tuhan” yaitu hari-hari ketika Tuhan menciptakan alam semesta, sementara “hari bekerjanya manusia” yaitu hari kerjanya manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup, agar dia bisa melangsungkan kehidupan di bumi ini. Aneh!!! Bagaimana mungkin anda bisa menyamakan hari kerja Tuhan dengan hari kerjanya manusia? Dari mana anda mendapatkan dalil seperti itu, sementara dalil dari alkitab anda sendiri sudah sangat jelas ada.
Kristen :
Tentu saja aku percaya kepada kitab suciku alkitab, tetapi pada waktu Tuhan berfirman melalui para nabi, waktu itu kan belum ada nama hari dan penanggalan? Nah orang yahudi baru membuat perhitungan penanggalan setelah mereka menerima wahyu Tuhan. Jadi menurut perhitungan orang yahudi, hari sabat itu jatuhnya pada hari Sabtu. Tetapi, menurut gereja yang dihitung Sabtu adalah enam hari. Jadi hari ketujuh yaitu hari Minggu.
Islam :
Kalau begitu anda bukan mengikuti firman Tuhan tapi kata pemuka gereja. Menurut alkitab hari pertama itu hari minggu, sementara menurut pemuka gereja hari senin. Mengapa anda pilih hari Minggu bukan Sabtu seperti yang Tuhan firmankan?
Kristen :
Menurut saya hari itu tidak penting. Yang penting yaitu dalam tiap minggu harus ada “hari perhentian” yang dikuduskan untuk berbakti atau beribadah kepadaNya. Toh waktu Allah pertama menurunkan wahyu Nya, pada saat itu belum ada penanggalan. Setelah orang Yahudi membuat penanggalan, ternyata hari ketujuh sebagai hari perhentian yang disucikan dan dikuduskan adalah hari Sabtu.
Islam :
Jika anda menganggap bahwa “hari itu tidak penting”, berarti boleh dong jika ada orang Kristen atau salah satu sekte Kristen merayakan hari Sabat kapan saja mereka mau. Nah kalau begitu dimana lagi esensi perintah Allah atas “hari yang harus dikuduskan” itu? Kalau begitu “hari perhentian” itu menjadi tidak jelas dan kacau, karena sudah terserah kepada manusianya, bukan berdasarkan firman Tuhan lagi bukan? Bagaimana jika suatu saat ada orang Kristen merayakan hari Sabat pada hari Selasa, Rabu, Kamis atau Jumat?
Kristen :
Oh tidak boleh, sebab itu tidak masuk di akal dan tidak wajar karena hari-hari tersebut tidak lazim.
Islam :
Lho….. tadi kan anda sendiri yang mengatakan bahwa “hari itu tidak penting”, yang penting anda katakan “dalam seminggu harus ada ‘satu hari perhentian’ atau ‘peristirahatan’ untuk mengkuduskan hari Tuhan”.
Kristen :
Bagaimanapun hal itu tidak mungkin terjadi, sebab hari Minggu sudah merupakan ketentuan Gereja sejak dahulu. Jadi beribadah diluar hari Sabtu dan Minggu itu tidak lazim.
Islam :
Baiklah aku tunjukkan pada anda 6 (enam) bukti menurut kitab suci anda Alkitab bahwa “hari pertama” itu adalah hari Minggu!!!! Bukan Senin, sehingga jatuhnya hari sabat yaitu hari Sabtu, bukan Minggu. Tolong bacakan ayat-ayat berikut ini :
Matius 28:1
Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.
Markus 16:9
Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.
Lukas 24:1
tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka.
Yoh 20:1
Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.
Yohanes 20:19
Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
Apakah ke enam ayat tersebut bukan merupakan bukti bahwa “hari Minggu adalah hari pertama?” sehingga tepat pada hari ketujuh merupakan hari sabtu. Sekarang pertanyaannya, tolong tunjukkan mana dalilnya dalam Alkitab yang mengatakan bahwa hari yang dikuduskan adalah hari Minggu?
Kristen :
Memang tidak ada dalilnya yang tertulis bahwa hari kudus itu hari Minggu. Tapi ada tersirat, bahwa hari Minggu adalah hari yang dikuduskan, yaitu sebagai hari “kebangkitan Yesus”.
Semua umat kristiani yakin dan percaya bahwa Yesus bangkit pada hari Minggu. Nah untuk mengabdikan “hari kebangkitan Yesus”, maka gereja menetapkan hari Minggu sebagai hari yang harus diperingati sebagai hari suci. Sebab pada waktu itulah Yesus bangkit dari kuburnya. Sebab jika dia tidak bangkit, maka sia-sialah kematiannya. Nah kebangkitannya itulah merupakan hari kemenangan dari dosa, dimana yesus telah mati dan bangkit dalam rangka menebus dosa manusia.
Islam :
Memang benar bahwa menurut alkitab yesus bangkit pada hari minggu, tetapi bukan berarti bahwa Tuhan menyuruh mengkuduskan hari tersebut. Jika tuhan menyuruh menghormati dan mengkuduskan hari itu, mana dalilnya dalam alkitab dimana tuhan mengatakan “kuduskanlah hari Minggu”, tidak ada bukan? Yang ada “kuduskanlah hari Sabat”.
Kristen :
Memang tidak ada ayat yang berkata seperti itu, tapi menurut penanggalan Gregorian, Gereja menentukan bahwa, hari Kebangkitan Yesus pada hari Minggu harus dirayakan oleh umat Kristiani, menggantikan hari Sabtu sebagai hari sabat menurut penanggalan orang Yahudi.
Islam :
Baiklah kalau begitu. Sekarang aku bertanya, apakah anda yakin dan percaya bahwa menurut alkitab yesus mati pada hari Jumat dan bangkit pada hari Minggu??
Kristen :
Ya…..tentu saya percaya, karena Alkitab mengatakan seperti itu.
Islam :
Nah kalau begitu mestinya anda juga harus akui bahwa hari Sabat itu jatuh pada hari Sabtu. Coba kita baca kronologi ketika Yesus mati, dikubur dan bangkit dari kuburnya.
Lukas 23:52-54
23:52 Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus.
23:53 Dan sesudah ia menurunkan mayat itu, ia mengapaninya dengan kain lenan, lalu membaringkannya di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu, di mana belum pernah dibaringkan mayat.
23:54 Hari itu adalah hari persiapan dan sabat hampir mulai.
Lukas 23:55-56
23:55 Dan perempuan-perempuan yang datang bersama-sama dengan Yesus dari Galilea, ikut serta dan mereka melihat kubur itu dan bagaimana mayat-Nya dibaringkan.
23:56 Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. (23-56b) Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat
Matius 28:1
Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.
Ayat ayat tersebut sangat jelas mengatakan bahwa Sabat itu hari Sabtu, bukan Minggu. Tadi anda katakan bahwa anda percaya bahwa Yesus mati hari Jumat dan bangkit hari Minggu. Ini berarti anda harus percaya bahwa antara hari Jumat dan hari Minggu ada satu hari lain, yakni Sabtu. Nah hari Sabtu inilah jatuhnya hari Sabat. Menurut saya, definisi Sabtu itulah hari sesudah Jumat dan sebelum Minggu.
Kristen :
Ya benar, semuanya benar, tetapi sudah saya katakan bahwa “hari itu tidak penting”, yang penting adalah dalam seminggu harus ada hari perhentian yang dikuduskan. Kalau sabat hari Sabtu, itu kan menurut penanggalan yahudi. Kan waktu Allah berfirman menurunkan ayatnya pada waktu itu belum ada penanggalan.
Islam :
Wah anda ini tidak rasional, disatu pihak anda mengatakan bahwa itu menurut penanggalan Yahudi. Tetapi dilain pihak anda yakin dan percaya bahwa Yesus mati pada hari Jumat dan bangkit pada hari Minggu. Padahal itupun menurut penanggalan Yahudi juga. Yang jujur aja dong, jangan akal-akalan.
Apakah menurut penanggalan Gregorian, Yesus bukan mati pada hari Jumat?
Kristen :
Ya…menurut penanggalan Gregorian, Yesus memang mati pada hari Jumat. Makanya disebut “Jumat Agung”. Tetapi oleh Gereja, hari kebangkitan Yesus itu hari Minggu adalah hari yang perlu dikuduskan sebagai pengganti hari Sabat orang Yahudi. Menurut penanggalan Gregorian hari bekerjanya manusia adalah selama enam hari, yaitu Senin sampai Sabtu dan beristirahat pada hari ketujuh, yaitu Minggu.
Islam :
Kalau begitu anda bukan mengikuti kebenaran menurut Firman Tuhan dalam Alkitab, tetapi menurut pemimpin gereja. Padahal dengan tegas dan jelas Tuhan sendiri berfirman bahwa yang harus dikuduskan yaitu hari Sabat yang jatuh pada hari Sabtu. Perhatikan firman Allah dalam kitab anda sendiri, silahkan baca Keluaran 20:8-11.
20:8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
20:9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
20:10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
20:11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
Saudaraku, firman Allah itu sangat jelas bahwa Dia menyuruh beristirahat pada hari ketujuh dan mengkuduskan hari Sabat, karena itu adalah hari yang Dia berkati. Seharusnya anda patuh pada perintahNya daripada perintah gereja, bukan? Lagi pula tidak ada satu dalilpun dalam alkitab menyatakan bahwa Tuhan mengkuduskan hari Minggu.
Kristen :
Ya …. Ya….benar, tapi menurut kami, hari Minggu juga hari kudus, sebab hari itu sangat menentukan keselamatan umat manusia. Sebab Tuhan memilih Yesus bangkit pada hari Minggu, berarti juga adalah hari pilihan Tuhan.
Islam :
Wah, ….. saya kagum pada anda, karena anda begitu ngotot membela kesalahan dengan mencari-cari dalil pembenaran atau ketidakrasionalan pendapat anda. Padahal dalam alkitab setebal itu, tidak ada satu ayatpun yang menyuruh mengkuduskan hari Minggu. Bahkan nama hari “minggu” pun tidak disebutkan dalam alkitab, kecuali disebut “hari minggu pertama”. Cobalah berpikir yang sehat, dan renungkan ancaman Tuhan bagi orang yang melanggar perintah Nya pada Keluaran 31:12-18. tolong baca!!
31:12. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
31:13 "Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu.
31:14 Haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu; siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu, pastilah ia dihukum mati, sebab setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya.
31:15 Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, hari kudus bagi TUHAN: setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari Sabat, pastilah ia dihukum mati.
31:16 Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal.
31:17 Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat."
31:18 Dan TUHAN memberikan kepada Musa, setelah Ia selesai berbicara dengan dia di gunung Sinai, kedua loh hukum Allah, loh batu, yang ditulisi oleh jari Allah.
Wah ……. aku saja yang bukan orang Kristen, merinding membaca ancaman Allah terhadap orang yang melanggar perintah Allah itu jelas sekali menyuruh memelihara hari Sabat turun temurun. Berarti perintah itu berlaku kekal. Bahkan yang melanggarnya mendapat ancaman hukuman mati. Tapi anda dan orang Katolik serta sekte Kristen lainnya tenang-tenang saja, bahkan sama sekali tidak menggubrisnya.
Anda anggap enteng suatu ketetapan yang begitu penting bahkan saking pentingnya perintah itu, Allah sendiri yang menuliskan dengan jari-jari tanganNya sendiri, kemudian Dia sendiri juga yang menyerahkan kepada nabi Musa untuk disampaikan dan diajarkan kepada manusia? Perhatikan firman Tuhan ini dalam Keluaran 24:12 tolong baca!!!
24:12. TUHAN berfirman kepada Musa: "Naiklah menghadap Aku, ke atas gunung, dan tinggallah di sana, maka Aku akan memberikan kepadamu loh batu, yakni hukum dan perintah, yang telah Kutuliskan untuk diajarkan kepada mereka."
Setelah nabi Musa menerimanya, turun lah Musa dari gunung dengan membawa kedua loh batu tersebut. Perhatikan firman Tuhan pada Kel 32:15-16 ini, tolong dibaca!!!
32:15. Setelah itu berpalinglah Musa, lalu turun dari gunung dengan kedua loh hukum Allah dalam tangannya, loh-loh yang bertulis pada kedua sisinya; bertulis sebelah-menyebelah.
32:16 Kedua loh itu ialah pekerjaan Allah dan tulisan itu ialah tulisan Allah, ditukik pada loh-loh itu.
Nah apakah ayat-ayat tersebut belum cukup meyakinkan anda bahwa sesungguhnya hari Sabat yang semestinya dipelihara, dan dikuduskan serta dipertahankan selama-lamanya adalah hari Sabtu, bukan hari Minggu!!! Dan apakah karya Tuhan yang maha penting dan maha agung bahkan ditulis dengan jari tanganNya sendiri tidak ada harganya???
Pelukis yang menoreh tintanya diatas kanvas atau kertas atau kulit, apalagi dari pelukis kenamaan yang dilukis ratusan tahun lalu, begitu dihargai dan bahkan harganya sangat mahal sampai milyaran rupiah. Kok lukisan langsung dari jari tangan Tuhan sendiri tidak anda jaga, tidak anda hargai dan tidak anda pelihara dan kuduskan???
Bukankah harga lukisan termahal dari tangan manusia hanya sebatas kenikmatan dunia dan tidak menyelamatkan nyawa anda?? Sementara lukisan dan tulisan dengan jari tangan Tuhan menyelamatkan jiwa anda dunia dan akhirat?
Jika anda mengikuti perintah pendeta atau pemimpin gereja berarti sama saja anda lebih menghormati dan lebih menghargai lukisan karya tangan manusia daripada lukisan tangan Tuhan, bukan? Cobalah anda renungkan dan pikirkan dengan hati yang tulus.
Kristen :
Yah…..gimana ya??? Itulah yang diajarkan dan disampaikan selama ini kepada umat Kristen. Biarlah hari Sabtu tetap Sabat bagi orang Yahudi dan bagi kami hari Sabat adalah hari Minggu. Bagi kami hari itu tidak penting, yang penting, inti daripada merayakan hari Sabat yang kami jalankan yaitu dalam seminggu harus ada satu hari yang dikuduskan, dan yang kami kuduskan yaitu Minggu.
Islam :
Saya tidak akan memaksakan anda supaya berbakti pada hari Sabtu sebagaimana umat Advent melakukan dan memelihara serta mengkuduskannya. Cuma yang saya heran dan tak habis pikir, hari Sabat yang jatuhnya jelas pada hari Sabtu dan ancamannya begitu mengerikan, kok seenaknya dilanggar oleh umat Katolik dan Protestan serta sekte-sekte Kristen lainnya, termasuk anda sendiri!! Apalagi tidak ada satu ayatpun dalam alkitab, dimana Allah pernah mengkuduskan hari Minggu, tidak ada samasekali!!!
Kristen :
Kalau begitu mengapa bapak tidak merayakan hari Sabat pada hari Sabtu seperti orang-orang Advent? Kalau bapak yakin bahwa Sabat itu hari Sabtu dan hari itu hari yang dikuduskan Tuhan, mengapa bapak bahkan beribadah pada hari Jumat?
Islam :
Lho kok anda ini tambah ngawur saja. Aku kan beragama Islam. Dalam Islam hari beribadah dalam setiap minggu jatuhnya pada hari Jumat, bukan Sabtu dan bukan Minggu. Pertanyaan anda itu mestinya anda ditujukan kepada sesama orang Protestan atau Katolik atau sekte Kristen lainnya yang mengkuduskan hari Minggu.
Kristen :
Apakah dalam Islam ada anjuran beribadah pada hari Jumat?
Islam :
Tentu saja ada. Karena ada perintah untuk beribadah pada hari Jumat, maka umat Islam setiap minggu juga punya satu hari khusus untuk beribadah secara berjamaah kepadaNya.
Kristen :
Boleh aku tahu umat Islam beribadah pada hari Jumat, di Al Qur’an terdapat dalam surat apa dan bagaimana bunyinya?
Islam :
Sebenarnya tema dialog kita bukan membahas tentang Al Qur’an. Karena anda ingin mengetahuinya, walaupun agak sedikit keluar dari konteks yang kita sepakati, biarlah kutunjukkan pada anda, beribadah pada hari Jumat terdapat dalam Qur’an surat 62 Al Jumuah (Hari Jumat), ayat 9 bunyinya :
“hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk shalat pada hari Jumat, maka hendaklah kamu bersegera untuk mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Demikianlah yang lebih baik bagi kamu, jika kamu mengetahui.”
Kristen :
Kalau tidak salah, aku pernah dengar bahwa di dalam kitab suci Al Qur’an katanya ada berbicara tentang masalah hari Sabat. Apakah itu termasuk hari yang harus disucikan dan dikuduskan juga oleh umat Islam?
Islam :
Memang ada ayat-ayat Al Qur’an yang menceritakan tentang hari Sabat, tetapi ayat itu bukan ditujukan kepada umat Islam, melainkan kepada orang-orang Yahudi yang melanggar hukum Sabat. Mereka tidak mensucikan hari Sabat, bahkan mereka terus saja bekerja pada hari tersebut, sehingga Allah memberikan peringatan bahkan kutukan kepada mereka.
Kristen :
Maaf aku tertarik informasi Qur’an tentang hari Sabat. Boleh kutahu ayat-ayatnya dalam Al Qur’an itu, dan kutukan apa yang Tuhan timpakan bagi mereka yang tidak mengkuduskan hari Sabat?
Islam :
Tentu saja boleh. Kalau tidak salah ada sekitar lima kali kata Sabat atau Sabtu disebutkan dalam Al Qur’an, yaitu surat Al Baqarah 65-66, An Nisa 47 dan 154, Al A’raf 163 dan An Nahl 124. baiklah aku bacakan untuk anda ketahui :
Qs Al Baqarah 65 -66
Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: "Jadilah kamu kera yang hina". Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
An Nisa 47, 154
47. Hai orang-orang yang telah diberi Al Kitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al Qur'an) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu sebelum Kami mengubah muka (mu), lalu Kami putarkan ke belakang atau Kami kutuki mereka sebagaimana Kami telah mengutuki orang-orang (yang berbuat ma'siat) pada hari Sabtu. Dan ketetapan Allah pasti berlaku.
154. Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka. Dan kami perintahkan kepada mereka : "Masuklah pintu gerbang itu sambil bersujud", dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka : "Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu", dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh.
Al A’raf 163
Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik.
An Nahl 124
Sesungguhnya diwajibkan (menghormati) hari Sabtu atas orang-orang (Yahudi) yang berselisih padanya. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar akan memberi putusan di antara mereka di hari kiamat terhadap apa yang telah mereka perselisihkan itu.
Bunyi ayat Al Qur’an tersebut, dapat kita ketahui bahwa pada masa itu pernah Allah buktikan, memberikan kutukan bagi yang melanggar dan tidak mensucikan hari Sabat, yaitu dengan merobah muka merka jadi kera yang hina. Maksud Allah yaitu memberikan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa agar tetap memelihara hukum-hukumNya, karena bagi yang melanggar pasti ada sangsinya. Sangsi itu jika tidak dibuktikan di dunia, pasti akan dibuktikan di akhirat.
Menurut saya, mestinya umat Katolik, Protestan dan sekte lainnya, jika ingin menjadi pengikut Yesus yang setia dan menjalankan perintah-perintah Tuhan, harus beribadah pada hari Sabtu sebagai hari Sabat yang dikuduskan Tuhan, bukan hari Minggu. Kenapa? Sebab perintah Tuhan itu kekal dan abadi, berlaku terus sampai kiamat dan seumur hidup Yesus tidak sekalipun beribadah pada hari Minggu.
Menurut kamus berbagai bahasa, Sabat itu artinya Sabtu, bukan Minggu. Bahasa Jawa (Sabbat). Makassar (Saba’na). Bugis (Saba’e). Arab (sabt). Greek/Yunani (Sabbaton). Italia (Sabato). Inggris (Sabbath). Polandia (Sobota). Spanyol (Sabado). Dan bahasa Indonesia (sabtu).
Islam :
Sejak kapan Gereja menetapkan hari Minggu sebagai hari istirahat dan hari beribadah?
Kristen :
Wah saya tidak tahu persis hal itu.
Islam :
Perlu anda ketahui, penetapan hari Minggu sebagai hari peristirahatan dan hari ibadah yaitu pada tahun 364 M pada Konsili Laodikea. Pada saat itulah dewan gereja menetapkan, Minggu sebagai hari istirahat dan ibadah bagi umat Kristiani.
Oleh sebab itu beribadah pada hari Minggu, bukan ketentuan dan ketetapan dari Tuhan, tetapi hanya hasil musyawarah para dewan gereja. Makanya tidak terdapat walau satu ayatpun dalam alkitab, dimana Tuhan maupun Yesus yang mengkuduskan dan memberkati hari Minggu. Yang dikuduskan dan diberkati adalah hari Sabat yaitu hari Sabtu!
Dari seluruh alkitab di dunia ini, dalam bahasa apapun, semuanya menunjukkan bahwa hari beribadah yang diperintahkan dan dikuduskan Tuhan, adlaah hari Sabtu, bukan Minggu. Dan Al Qur’an juga mengatakan demikian.
Oleh sebab itu semakin jelaslah bahwa beribadah pada hari Minggu, samasekali tidak ada dasarnya dan dalilnya, baik dalam Alkitab maupun dalam Al Qur’an. Kenapa seperti itu? Sebab beribadah pada hari Minggu hanyalah rekayasa oleh Dewan Gereja pada konsili Laodikea sejak tahun 364 M, tiga abad lebih setelah Yesus meninggal.
Kristen :
Bapak dulunya kan beragama Katolik!! Jika waktu itu bapak belum masuk Islam atau masih beragama Katolik, apakah bapak juga akan turut mengkuduskan Sabat pada hari Sabtu?
Islam :
Seandainya waktu itu aku masih beragama Katolik, jelas aku akan tetapi beribadah menurut ajaran pastur saya, yaitu beribadah dan mengkuduskan hari Minggu. Tetapi jika pemahaman saya tentang Alkitab sudah seperti sekarang ini, aku akan memilih hijrah atau pindah ke Advent, karena walaupun mereka minoritas, tetapi mereka lebih konsekuen dan konsisten dalam memelihara firman-firman Tuhan yang tertulis dalam alkitab. Tetapi rupanya Allah yang Maha Kuasa menghendaki lain, dan menunjukkan aku jalan yang mesti aku tempuh seperti sekarang ini, yaitu beragama Islam.
Kristen :
Terus terang saya masih kurang mendalami alkitab. Rupanya bapak lebih paham dari saya. Kalau begitu biarlah kita berjalan pada jalan masing-masing. Menurut saya kami harus mengkuduskan hari Minggu, sebab hari itu adalah hari pilihan Tuhan dimana Dia membangkitkan Yesus. Kebangkitannya itulah yang merupakan kemenangan atas dosa, dia telah mengalahkan penguasa gelap yaitu setan dan dia telah menebus dosa-dosa manusia. Sebab menurut keimanan kami, jika Yesus tidak bangkit hari ketiga dari kuburnya, maka sia-sialah keimanan kami.
Islam :
Yah….kalau kita berbicara hanya mengedepankan logika, perasaan dan pendapat manusia, maka kita tidak akan pernah mencapai titik temu dan tidak akan menemukan kebenaran yang hakiki. Aku ingin bacakan kepada anda beberapa ayat untuk anda renungkan dan pikirkan, bahwa seumur hidupnya Yesus hanya beribadah pada hari Sabat (Sabtu), bukan hari Minggu. Tolong baca Lukas 4:16, Lukas 4:31, Lukas 6:6, Lukas 13:10, Markus 1:21, Markus 6:2
Lukas
4:16
Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
4:31
Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat.
6:6
Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya.
13:10
Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.
Markus
1:21
Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.
6:2
Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?
Dari ayat-ayat tersebut ternyata seumur hidupnya Yesus mengajar dan beribadah pada hari Sabat yaitu hari sabtu, bukan Minggu. Hitung saja, menurut alkitab, Yesus meninggal pada usia 33 tahun. Ini berarti seumur hidupnya yesus telah mengkuduskan hari Sabat pada hari Sabtu sebanyak lebih kurang 1700 kali.
Tidak pernah satu kalipun yesus beribadah dan mengkuduskan hari Minggu. Terserah anda mau jadi pengikut Yesus atau pengikut ajaran Manusia yang tidak bertanggung jawab. Bukankah yesus panutan anda? Ingat kata Yesus pada hari nanti : Enyahlah kalian pembuat kejahatan, kalian melaksanakan ajaran manusia.!!!!
Jika aku masih beragama Kristen, aku pasti memilih menjadi pengikut Yesus yang setia dengan jalan mengikuti apa yang dia teladani dan contohkan.
Kristen :
Rasanya membahas masalah ini tidak akan habisnya, apakah masih diteruskan atau kita beralih saja pada materi lain???
Islam :
Materi lain sebaiknya kita bicarakan pada kesempatan lain saja. Biarlah kita tuntaskan masalah Sabat ini dulu sampai selesai, sebab bagi saya ini masalah besar, bukan masalah sepele, karena ancamannya begitu mengerikan bagi yang melanggar hukum-hukumNya.
Jika saya yang peringatkan anda mungkin tidak perlu anda gubris, tetapi jika Tuhan yang memperingatkan anda, apalagi melalui FirmanNya dalam kitab suci anda sendiri yaitu alkitab, sebaiknya anda perhitungkan. Biarlah kubacakan untuk anda sebagai bahan renungan untuk anda pikirkan dengan kepala dingin dan hati yang tulus, yaitu Yak 2:10.
2:10
Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.
Berdasarkan ayat alkitab tersebut, berarti dari Sepuluh Firman Tuhan, jika hanya 9 (sembilan) yang dijalankan tetapi satu diabaikan yaitu melanggar hukum Sabat, maka anda bersalah atas keseluruhan perintah tersebut. Ini berarti sia-sialah iman anda.
Hal ini lebih diperkuat dengan Yakobus 2:14 yang bunyinya sebagai berikut :
2:14
Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?
Dan dalam Yakobus 2:17 dikatakan :
2:17
Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.
Nah berdasarkan ayat-ayat tersebut, karena ada salah satu hukum yang anda langgar yaitu tidak menghormati dan tidak melakukan dengan perbuatan (tidak mengkuduskan hari Sabat), maka sia-sialah iman anda, atau iman anda telah dinyatakan “mati” oleh Tuhan.
Maaf saya tidak punya hak untuk mengatakan dan menyatakan atau memvonis anda bahwa iman anda saat ini sia-sia atau mati, tapi alkitab anda sendiri yang mengatakan demikian, dan saya hanya mengingatkan dan memperlihatkan kebenaran ini pada anda.
Kristen :
Sepertinya saya harus banyak belajar dari bapak. Terus terang saja, selama ini baru kali ini aku merasa paling sulit berdebat dengan seseorang. Dan baru kali ini aku mendapatkan lawan debat yang sangat menguasai persoalan. Dan yang sangat mengagumkan saya, adalah bapak justru beragama Islam. Saya hargai dan salut atas ilmu bapak!!!
Islam :
Terimakasih atas pujian dan penghargaan anda, tetapi seharusnya anda tidak perlu memuji saya berlebihan, sebab ilmu yang kuperoleh juga berasal dari Allah. Oleh sebab itu menurut ajaran saya dalam agama Islam, yang berhak menerima pujian hanyalah Allah Swt.
Sebenarnya banyak sekali yang ingin saya sampaikan, tetapi yang paling penting dan perlu anda renungkan cukup sekitar 7 (aslinya 20) hal, masalah “hari Minggu” sebagai berikut :
Allah tidak berhenti bekerja pada hari Minggu.
Allah dan Yesus tidak pernah memberkati hari Minggu.
tidak ada hukum yang menyuruh memelihara hari Minggu
Allah dan Yesus tidak pernah mengkuduskan hari Minggu
tidak ada pelanggaran hukum jika bekerja pada hari Minggu
tidak ada berkat yang dijanjikan jika memelihara hari Minggu
Alkitab tidak pernah menyebutkan hari minggu sebagai hari ibadah bagi kristen.
Kristen :
Sekali lagi seperti yang sudah saya katakan bahwa menurut iman kami, “bukan harinya yang penting”, tetapi yang penting dalam seminggu harus ada “satu hari perhentian” yang dikuduskan sebagai hari ibadah. Dan kami menganggap hari Minggu adalah juga hari suci, karena yesus bangkit dari kematiannya pada hari Minggu.
Islam :
Maaf, rasanya tidak perlu lagi saya mengomentari jawaban anda yang bolak balik ke itu-itu. Harapanku jujurlah dalam menanggapi sesuatu, apalagi kita ini sedang membicarakan masalah-masalah firman Tuhan yang dianggap benar datang dari Tuhan. Jika kita membohongi, tapi hati kecil kita katakan itu benar, maka hal itu hanya akan menambah banyaknya rentetan dosa yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Nya nanti. Cobalah renungkan nasihat Yesus seperti ini :
Yohanes :
14:15
"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
15:10
Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.
Saya kira sabda Yesus dalam dua ayat itu sangat jelas sekali maknanya. Anak kecilpun paham apa maksud sabda Yesus tersebut yakni jika ingin mencintai dan menjadi pengikutnya yang setia, ikutilah segala perintahnya, agar anda berada dalam kasihnya. Jika anda tidak mengikuti perintahnya, berarti anda tidak mencintai dia.
Kristen :
Saya tetap mencintai Yesus dan menjalankan perintahnya, hanya saja mungkin dengan cara yang berbeda.
Islam :
Justru karena anda jalankan secara berbeda itulah, maka anda menjadi bukan pengikutnya, tetapi pengikut ajaran pendeta atau gereja anda. Apa susahnya anda tinggalkan ajaran manusia dan mengikuti ajaran Yesus? Yang namanya pengikut Yesus, berarti dia harus konsekuen dan konsisten dengan apa yang yesus katakan. Coba anda renungkan sabda yesus ini :
Matius
5:18
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
Nah ini berarti bahwa seluruh hukum Taurat itu masih berlaku dan harus anda jalankan, termasuk mengkuduskan hari Sabat. Artinya anda harus tinggalkan beribadah hari Minggu dan kembali ke hari Sabtu. Apalagi seumur hidupnya Yesus hanya beribadah dan mengkuduskan hari Sabat, dan tidak sekalipun Yesus beribadah dan mengkuduskan hari Minggu!
Kristen :
Biarlah kita berjalan pada garis masing-masing. Bagi kami, yesus adalah sebagai juruselamat umat manusia. Menurut saya yang penting adalah jaminan keselamatan yang pasti, yaitu bila kita beriman dan percaya kepada Yesus yang telah bangkit pada hari Minggu sebagai hari kemenangannya atas iblis, untuk menebus dosa-dosa manusia.
Islam :
Kalau salah satu jalan keselamatan itu hanya beriman dan percaya kepada yesus, maka semua umat Islam juga beriman dan percaya kepada Yesus yang disebut sebagai nabi Isa As. Menurut saya, keselamatan yang pasti, bukan hanya sekedar beriman dan percaya kepada Yesus, tetapi bagaimana melakukan semua perintahnya dan perintah Tuhannya Yesus yaitu Allah Swt.
Percuma anda hanya beriman dan percaya Yesus, jika semua perintahnya tidak anda lakukan !!!
Yesus beribadah seumur hidupnya pada hari Sabat, anda malah beribadah pada hari Minggu. Bukankah anda telah mengingkari bahkan menghianati beliau? Bukankah apa yang yesus contohkan harus diikuti oleh penganutnya? Coba simak baik – baik sabda Yesus ini :
Matius
7:21
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
Saya rasa, ayat ini sangat jelas dan bagus sekali buat anda renungkan, sebab sabda Yesus tersebut jelas sekali dia sendiri yang mengatakan kepada pengikutnya, yang bermakna bahwa keselamatan itu harus melakukan semua kehendak Bapanya yaitu Allah. Jadi pernyataan iman itu harus disertai perbuatan, jika tidak maka sia-sialah iman anda. Kan tadi sudah dibacakan yaitu Yoh 14 :15
Yohanes :
14:15
"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
Ini bermakna, jika anda benar-benar mengasihi dia, ikutilah apa yang dicontohkan dan diajarkan yesus. Jika anda tidak mengikuti jejak beliau, berarti anda tidak mengasihinya bukan?
Kristen :
Rasanya kita tutup saja masalah Sabat dan bagaimana jika kita beralih ke materi lain?
Islam :
Karena sudah cukup larut malam, materi lain kita bicarakan pada hari berikutnya. Aku mau tuntaskan sekali lagi bahwa masih ada yang perlu anda renungkan untuk dibawa tidur pada malam hari, yaitu bagaimana Allah menganjurkan agar mengikuti Perintah-perintahNya.
Ulangan
11:1
"Haruslah engkau mengasihi TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia kewajibanmu terhadap Dia dengan senantiasa berpegang pada segala ketetapan-Nya, peraturan-Nya dan perintah-Nya.
1 Raja
8:61
dan hendaklah kamu berpaut kepada TUHAN, Allah kita, dengan sepenuh hatimu dan dengan hidup menurut segala ketetapan-Nya dan dengan tetap mengikuti segala perintah-Nya seperti pada hari ini."
Yesaya
66:22
Sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap di hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal tetap.
66:23
Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku, firman TUHAN.
Firman Tuhan seperti itu sudah sangat jelas, tegas dan sangat rasional. Anak kecilpun paham apa yang Tuhan kehendaki dari isi firman Nya itu. Apakah masih perlu aku jelaskan ?
Kristen :
Terimakasih biar nanti akan kupelajari dirumahku lagi.
Islam :
Kalau tadi adalah ayat-ayat anjuran Tuhan agar mengikuti Perintah dan ketetapan serta Peraturan Nya, maka ada juga ayat-ayat yang berisi ancaman bila anda tidak melaksanakannya. Mudah-mudahan dengan adanya ancaman dari Tuhan, anda akan pikirkan lebih serius lagi, sebab ini menyangkut keselamatan abadi di akhirat nanti. Lebih baik kita tidak disukai manusia, asal disukai dan disayangi oleh Tuhan.
Yesaya
8:20
"Carilah pengajaran dan kesaksian!" Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar.
Yakobus
2:10
Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.
2:14
Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?
2:17
Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.
Kristen :
Wah….terimakasih….anda begitu menguasai, dan biarlah ini menjadi PR saya. Tetapi kami yakin bahwa kami umat Kristen tetap menghormati dan mengkuduskan Sabat, Cuma harinya saja hari Minggu.
Islam :
Baiklah biarlah semua itu menjadi PR bagi anda. Sekedar renungan, bahwa sebelumnya Tuhan telah informasikan bahwa pada suatu saat nanti hukum-hukumNya serta hari-hari SabatNya akan dibengkokkan orang, dan hal ini telah terbukti hampir semua orang Kristen telah membengkokkannya, termasuk anda sendiri. Coba anda baca Yehezkiel 22: 26.
22:26
Imam-imamnya memperkosa hukum Taurat-Ku dan menajiskan hal-hal yang kudus bagi-Ku, mereka tidak membedakan antara yang kudus dengan yang tidak kudus, tidak mengajarkan perbedaan yang najis dengan yang tahir, mereka menutup mata terhadap hari-hari Sabat-Ku. Demikianlah Aku dinajiskan di tengah-tengah mereka.
Nah, jika anda ingin meluruskan kembali informasi Tuhan tersebut, maka berbuatlah sesuatu untuk membela firman-firman Allah yang benar, dan jangan sampai anda ikut terjerumus seperti mereka-mereka itu.
Mestinya anda harus menjadi pelopor dalam mengembalikan ke 10 firman Tuhan yang telah mereka obah dan langgar. Kristen protestan adalah agama “reformasi” yaitu apa yang dilakukan oleh Martin Luther. Banyak hal yang berhasil Martin Luter protes, sehingga muncullah agama baru yaitu protestan, tetapi sayangnya, salah satu dari beberapa kegagalan Martin Luther adalah masalah penyucian hari Sabat, yang telah dirobah oleh penguasa Katolik menjadi hari Minggu.
Jika anda merasa benar hari Sabat yang jatuh pada hari Sabtu itu sudah dilanggar bahkan dirobah oleh pemimpin Gereja menjadi hari Minggu, berarti anda dan semua umat Kristen dan Katolik telah melanggar salah satu dari Sepuluh Firman Tuhan tersebut, berarti mereka telah berbuat salah atas seluruh hukum itu. Coba renungkan ayat alkitab ini :
Yakobus
2:10
Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.
Saya kira ayat ini sangat baik sekali. Bahkan rasanya satu ayat ini telah mewakili seluruh isi dari 10 firman Allah. Artinya hanya dengan melanggar salah satu hukum Tuhan, sama saja telah bersalah atas seluruh hukum itu.
Kristen :
Baiklah saya kira cukup diakhiri sampai disini saja, nanti dilanjutkan besok lagi. Anda sangat luar biasa sekali!!! Terang terang saja, baru kali ini aku ketemu dengan orang yang bisa berdialog sedetail ini. Saya mendapatkan banyak ilmu dan pemahaman dari Bapak. Paling tidak aku mendapatkan banyak wawasan ilmu kristologi dari dialog ini. Saya harap dialog seperti ini bisa diteruskan pada hari-hari berikutnya dengan materi yang lain.
Islam :
Sebelum kita akhiri, saya ingin sampaikan, bahwa apabila anda ingin menjadi orang Kristen yang baik, cobalah anda kritisi kandungan kitab suci anda, karena bukan tidak mungkin banyak ajaran-ajaran yang benar telah diselewengkan oleh mereka yang tidak bertanggungjawab.
Salah satu bukti otentik, yaitu seperti yang kita bahas yaitu masalah keabsahan hari Sabat dalam 10 firman Tuhan. Ternyata hanya sebagian kecil saja yang masih konsisten dan konsekuen memelihara dan mengkuduskan yaitu dari sekte Advent.
Ini berarti sebagian besar telah melanggar kekudusan hari Sabat, padahal ancaman bagi mereka yang melanggar begitu berat, yaitu dihukum mati. Coba anda renungkan jaminan Allah bagi mereka yang memelihara hukum Sabat Tuhan.
Yesaya
58:13
Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat "hari kenikmatan", dan hari kudus TUHAN "hari yang mulia"; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong,
58:14
maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya.
Ingat!!! Tuhan tidak mungkin ingkar janji, apa yang keluar dari mulut Nya, pasti akan terjadi. Hal ini sesuai dengan firman-Nya dalam :
Mazmur
89:34
(89-35) Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah.
Oleh sebab itu janji yang Dia ucapkan dalam Yesaya 58: 13-14 tadi, merupakan sesuatu yang sangat menggembirakan dan menyenangkan. Tidak ada lagi kesenangan yang lebih besar selain kesenangan yang langsung diberikan Tuhan atas janjiNya terhadap mereka yang taat menjalankan hukum-hukum Nya.
Bayangkan saja, janji dan jaminan Nya begitu menggiurkan, begitu menjanjikan kesenangan yang tiada tara hanya karena memelihara salah satu hukumNya saja, yaitu memelihara dan mengkuduskan hari Sabat, apalagi jika anda menjalankan semuanya, sungguh luar biasa!!!
Kristen :
Baiklah. Semoga semua ini menjadi PR bagiku. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih atas diskusi kita pada malam hari ini, terimakasih juga telah merepotkan bapak menyediakan minuman dan makanan. Kalau boleh besok kita ganti dengan materi yang lain saja, dan saya kira masalah hari Sabat kita tutup saja sampai disini.
Islam :
Terimakasih kembali. Dan saya mohon maaf jika selama kita berdialog, ada kata-kata yang salah atau menyinggung perasaan anda. Apa yang saya sampaikan itu bukan dari pikiran saya, kemauan dan kehendak saya sendiri, tetapi semua itu berdasarkan dalil-dalil yang saya ambil dari kitab anda sendiri. Saya hanya sekedar menunjukkan apa yang mestinya anda ketahui, anda pelihara dan anda amalkan.
Saya yakin, jika anda benar-benar ingin mencari jalan yang benar, Insya Allah Tuhan akan membimbing anda pada ajaran yang hakiki dan yang diridhoi Nya.
Amin.
Selengkapnya =>>
Sabtu, 30 Agustus 2008
Debat Hukum Sabath
Minggu, 24 Agustus 2008
Ajaran Kristen Zaman Sekarang (3)
Kesimpulan
Sejauh yang berkaitan dengan penyelidikan ini, kami harap kami telah melakukan keadilan yang cukup untuk itu. Namun, sebelum kita menghentikan kasus ini, di sini kami ingin membuat satu permohonan penuh kasih-sayang kepada dunia Kristen untuk turun dari menara gading rekayasa kepercayaan mereka dan turun pada kenyataan-kenyataan yang sebenamya dalam hidup.
Yesus Kristus merupakan seorang manusia sempuma dalam konteks zaman beliau, tetapi tidak lebih dari seorang manusia. Beliau mencapai puncak ketinggian yang telah ditakdirkan bagi beliau untuk dicapai sebagai seorang utusan khusus Tuhan yang dijuluki Almasih. Hal ini membuat beliau unik di antara segenap nabi sejak zaman Musa hingga masa kedatangan beliau.
Setiap nabi memang ditugaskan untuk suatu pekerjaan yang sulit. Mereka harus menciptakan perbaikan di kalangan orang-orang yang telah berubah menjadi bejad. Dalam kasus Yesus, tugas itu menjadi lebih sulit sebab beliau tidak hanya harus berperang melawan kebejadan-kebejadan yang umum di kalangan masyarakat, tetapi beliau juga harus menciptakan suatu perubahan yang dramatis dan revolusioner pada perilaku umat Yahudi.
Seperti yang terjadi dalam kasus para pengikut setiap agama, beriringan dengan peralihan zaman, mereka secara bertahap menyimpang dari kebenaran dan mulai berkelana di belantara dosa. Demikianlah yang terjadi pada kasus umat Yahudi. Pada masa kedatangan Yesus, mereka telah menjadi orang yang mati secara ruhani. Air kehidupan ruhani telah mengering, meninggalkan kalbu-kalbu membatu yang telah mati. Tugas yang telah ditetapkan bagi Yesus adalah merubah mereka kembali menjadi kalbu-kalbu insan yang berdenyut hidup dan menciptakan dari mereka sumbersumber mata air kebaikan umat manusia. Inilah mukjizat yang telah dibuat oleh Yesus dan di situlah terletak kebesaran beliau.
Sekarang dunia Islam dan Kristen bersama-sama menunggu kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya, mereka seharusnya tidak lupa bahwa tokoh Yesus yang telah ditakdirkan untuk datang harus mutlak menyerupai Yesus dalam hal sifat dan jenis penugasan. Demikianlah, sesuai nubuatan nabi Islam, Hadhrat Muhammad, Yesus yang satu ini akan tampil dalam kedatangannya yang kedua kali bukanlah di kalangan dunia Kristen, melainkan di dunia Islam. Namun, mukjizat agung yang akan dia bawa adalah yang sama dengan itu. Tetapi kali ini terhadap kalbu-kalbu umat Islam di akhir zaman, yang menjadi tugasnya untuk diubah. Pemahaman tentang kedatangannya yang kedua kali seperti ini didukung sepenuhnya oleh nubuatan-nubuatan lain dari Rasulullah. Beliau meramalkan kondisi umat Islam, di akhir zaman, akan menyerupai umat Yahudi di masa keruntuhan mereka, seperti sebuah sepatu yang persis dengan pasangannya.
Oleh karena itu, jika penyakitnya akan sama, maka obatnya pun harus sama. Almasih akan kembali ke dunia dalam corak rendah hati yang sama, tidak dalam wujud [yang sama] tetapi dalam semangat dan sifat yang sama, dan inilah yang terjadi dan terpenuhi. Tokoh-tokoh Samawi dan revolusioner seperti itu selalu lahir sebagai manusia-manusia rendah hati dan biasa, serta menjalani hidup rendah hati. Mereka secara ruhani berkunjung kembali ke dunia dalam corak yang sama dan kembali diperlakukan dengan sikap sama yang tidak berperasaan, penuh prasangka, dan permusuhan yang fanatik. Mereka tidak pernah dengan mudah dapat dikenali sebagai utusan-utusan sejati bagi pihak-pihak yang telah menjanjikan kedatangan mereka kembali.
Apa yang telah terjadi pada Kristus di masa kemunculan beliau yang pertama dahulu di tangan-tangan orang Yahudi, akan kembali terjadi pada diri beliau, tetapi kali ini di tangantangan orang Islam dan Kristen yang menanti-nanti kedatangan beliau. Penantian-penantian yang keliru dan tidak nyata tentang bagaimana cara beliau datang kembali ke dunia, tujuan-tujuan sama berbau khayalan yang diharapkan beliau capai, pandangan-pandangan tidak realistis tentang penampilan beliau dan keberhasilan-keberhasilan beliau di dunia seperti yang dulu dimainkan oleh umat Yahudi pada masa Yesus Kristus, akan diulangi kembali oleh umat Islam pada masa kedatangannya yang kedua. Dan dalam bentuk demikian sejarah mengulangi kembali dirinya sendiri.
Sekarang, dengan melihat ke belakang, seseorang berada pada posisi yang lebih baik untuk memahami kegagalan orang-orang Yahudi dalam mengenali Almasih mereka. Kita dengan mudah dapat memahami kesulitan mereka dan mengambil pelajaran dari tragedi mereka. Pemahaman mereka secara harfiah terhadap Kitab Suci telah menyesatkan mereka. Semua ini telah dibahas, tetapi untuk menguraikan masalah penting ini lebih dalam, kami sekali lagi merujuknya. Hal ini selalu terjadi dalam sejarah para pembaharu agama yang dinanti-nanti, yakni orang-orang yang menanti-nantikan mereka selalu gagal mengenali mereka sebab tanda-tanda pengenalan mereka telah salah dibaca dan salah dipahami. Kenyataan-kenyataan yang sebenamya, telah diubah menjadi khayalan, sedangkan kiasan-kiasan telah dipahami secara harfiah.
Kisah samalah yang akan terulang kembali pada masa kedatangan Almasih kedua kali, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad dari Qadian. Seperti kasus janji akan turunnya kembali Eliya/Ilyas dari langit sebagaimana dinanti-nantikan umat Yahudi di zaman Kristus, orang sekali lagi menantinantikan peristiwa turunnya dengan tubuh kasar dari langit, kali ini yaitu Almasih sendiri.
Dalam kasus orang-orang Yahudi, mereka saat itu menanti-nantikan kedatangan Almasih yang bersimbahkan kemuliaan dan yang akan mengantarkan mereka ke era kekuasaan serta kemenangan atas para penjajah mereka, orang-orang Romawi. Seluruh penantian itu telah buyar oleh Yesus dari Nazaret. Ketika beliau telah muncul akhirnya, beliau muncul jauh berbeda dari sosok kedatangan Almasih yang dinanti-nantikan, yang telah dianut dengan sepenuh hati oleh umat Yahudi sejak berabad-abad.
Secara mengejutkan, peristiwa-peristiwa sama telah terjadi dalam kaitan dengan kedatangan Kristus dalam wujud Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad dari Qadian. Peran yang dimainkan oleh para penentang beliau adalah sama, hanya nama-namanya saja yang berbeda. Kelompok utama umat Islam dan Kristen sama-sama memainkan peran Yahudi di masa Yesus. Keberatan-keberatan mereka juga sama. Logika penolakannya pun sama. Namun, Allah telah memperlakukan hamba yang rendah hati ini dengan tanda--tanda dukungan-Nya yang lebih besar dibandingkan dengan Yesus zaman awal, dan telah menolong beliau menyebarluaskan amanat/ajaran beliau jauh lebih cepat di negaranegara yang lebih banyak di seluruh benua di dunia.
Ini adalah fakta-fakta yang memberikan kesaksian dengan sendirinya, tetapi hanya bagi mereka yang mendengar. Ini adalah fakta-fakta yang menjadi semakin jelas dan lebih jelas beriringan dengan berjalannya waktu, tetapi hanya bagi mereka yang mau memperhatikan.
Sekali lagi, ruh ajaran mesianisme/kealmasihan dalam konteks haluan-haluan umat Islam dan Kristen zaman sekarang tidaklah berbeda. Namun, hanya merekalah yang memahami, yaitu yang tidak menutup mata mereka.
Marilah kita, pada bagian akhir, mengingatkan umat Kristen dan Islam yang menanti-nanti kemunculan kembali Kristus selama sekian abad terakhir ini, dengan menggunakan kata-kata nubuatan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad dari Qadian, tokoh yang telah ditunjuk oleh Allah sebagai Almasih akhir zaman:
Ingatlah dengan baik, tidak ada seorang pun yang akan datang dari langit. Seluruh penentang saya yang hidup hari ini akan mati dan tidak ada di antara mereka yang akan pernah melihat Isa putra Maryam turun dari langit; kemudian anak-anak keturunan mereka yang tertinggal sesudah mereka, juga akan mati dan tidak ada seorang pun di antara mereka yang akan pernah menyaksikan Isa putra Maryam turun dari langit. Dan kemudian generasi mereka yang ketiga juga akan mati dan mereka pun tidak akan menyaksikan putra Maryam turun.
Kemudian Allah akan menimbulkan kekuatiran besar dalam pikiran-pikiran mereka dan mereka lalu akan berkata bahwa walaupun era keunggulan salib telah berlalu lama dan cara hidup telah berubah secara menyeluruh, tetap saja putra Maryam belum juga turun. Lalu, dalam kondisi cemas orang bijak di antara mereka akan meninggalkan kepercayaan ini, dan tiga abad sejak sekarang tidak akan berlalu ketika mereka yang menanti-nanti kedatangan Isa putra Maryam apakah mereka orang-orang Islam atau pun Kristen akan meninggalkan seluruhnya konsep ini.1 Jadi, anda boleh menunggu sampai suatu generasi
dilahirkan dan mereka juga akan menunggu sampai mereka menempuh jalan mereka dan suatu generasi baru akan mengambil alih. Suasana penantian akan terus berlanjut sampai akhir masa, tetapi Yesus dengan tubuh kasar tidak akan turun dari langit. Impian-impian kedatangan beliau secara nyata tidak akan pemah terwujudkan, tidak peduli berapa banyak orang yang menunggu kedatangan beliau kembali dengan penuh harapan. Mereka bahkan boleh membangun sebuah dinding ratapan bagi diri mereka sendiri seperti yang dilakukan umat Yahudi lebih dari tiga ribu tahun silam. Dan mereka boleh saja menghempas-hempaskan kepala mereka ke dinding itu. Namun, seperti yang telah terjadi pada kasus orang-orang Yahudi, demikian pulalah yang akan terjadi kembali. Mereka tidak akan menyaksikan mesias apa pun turun, walaupun mereka terus meratap dan sengsara, generasi demi generasi dan generasi. Penantianpenantian mereka terhadap Kristus di masa mendatang tidak akan menghasilkan apa-apa kecuali kehampaan dan suatu kekosongan yang tidak akan pemah habis. Ini memang suatu harapan yang sama sekali suram.
Bagi orang-orang Kristen yang benar-benar menganggap Kristus sebagai anak Tuhan secara hakiki, izinkan kami mengakhiri pembahasan ini dengan kata-kata peringatan dari Alquran Suci, Kitab yang diwahyukan oleh Allah kepada Nabi Suci Islam. Ayat-ayat ini memaparkan tujuan-tujuan kedatangan beliau:
Dia (Rasulullah) datang supaya memperingatkan mereka yang mengatakan, "Allah telah mengambil seorang anak laki-laki." Mereka tidak memiliki ilmu mengenainya, dan tidak pula nenek moyang mereka. Alangkah dahsyatnya bahaya perkataan yang keluar dari mulut mereka. Mereka tidak mengucapkan sesuatu selain dusta belaka (Al-Kahf. 5-6).
1. Ruhani Khazain vol. 20: Tazkiraruts Shahadatain, p. 67 169
Selengkapnya =>>
Jumat, 22 Agustus 2008
Ajaran Kristen Zaman Sekarang (2)
Almasih yang Dijanjikan
Begitulah kasus kedatangan kembali Almasih yang kami percayai. Hal itu terjadi sekitar seratus tahun lalu, seorang hamba Allah yang rendah hati, bernama Mirza Ghulam Ahmad dari Qadian, telah diberitahukan oleh Allah bahwa Yesus dari Nazaret, putra Maryam, yang kedatangannya kembali secara harfiah dinanti-nantikan baik oleh umat Kristen maupun umat Islam bersama-sama, adalah seorang nabi Allah yang istimewa, yang telah wafat seperti layaknya nabi-nabi Allah lain.
Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad menda'wakan bahwa Yesus tidak hidup dengan tubuh kasar beliau, dan tidak pula beliau diangkat ke langit tertentu dengan tubuh kasar beliau untuk menunggu masa keberangkatan beliau yang kedua kalinya ke bumi. Beliau telah wafat seperti segenap nabi Allah lainnya, dan beliau tidak lebih dari seorang nabi. Kedatangan Yesus Kristus untuk yang kedua kalinya – suatu kepercayaan yang umum terdapat di kalangan umat Kristen dan Islam – telah diberitahukan kepada Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad akan terjadi secara ruhani dan bukan secara harfiah. Dengan demikian, beliau telah diberitahukan bahwa Allah telah mengangkat beliau untuk memenuhi nubuatan tersebut.
Mirza-Ghulam Ahmad berasal dari sebuah keluarga terhormat di Punjab. Upaya-upaya yang dilakukan oleh keluarga beliau umumnya bertujuan membangun keberuntungan dan kehormatan mereka, tetapi beliau menjauhkan diri beliau sendiri dari upaya-upaya duniawi dan menghabiskan hampir seluruh waktu beliau dalam beribadah kepada Allah dan menelaah agama. Beliau adalah seorang yang sama sekali hampir tidak terpaut dengan dunia, sangat sedikit dikenal di kota kecil kelahirannya sendiri. Kemudian secara perlahan beliau tampil di cakrawala agama di India sebagai seorang pembela dan pahlawan bagi kepentingan Islam.
Beliau jadi dikenal sebagai seorang suci dengan kemashuran sedemikian rupa sehingga beliau tidak hanya meraih penghormatan dari kalangan umat Islam saja tetapi juga dari para pengikut agama agama lain. Orang-orang mulai menyaksikan dalam pribadi beliau seorang yang dekat dengan Allah, yang doa-doanya dikabulkan, ketulusannya yang mendalam terhadap umat manusia serta terhadap penderitaan orang-orang yang kesemuanya itu tidak perlu dipertanyakan lagi.
Islam, pada masa itu di India, malangnya berada dalam kondisi yang sangat patut dikasihani. Islam menjadi sasaran para misionaris Kristen, yang berdasarkan dengan kebijakankebijakan Kerajaan Inggris, melancarkan suatu kampanye yang sangat tajam tidak hanya terhadap ajaran-ajaran Islam tetapi juga terhadap Nabi Suci Islam. Demikian pula, di kalangan Hindu, agama terbesar di India, gerakan-gerakan ekstrim yang ambisius bermunculan dengan dua rencana besar: menghidupkan kembali budaya serta tradisi Hindu, dan menghapuskan Islam serta umat Islam dari India, menggambarkan umat Islam sebagai pendatang-pendatang asing yang tidak memiliki hak untuk berakar di negeri itu. Yang paling agresif di antaranya adalah Gerakan Arya Samaj, yang didirikan pada tahun 1875 oleh Pandit Swami Dyanand Sarsuti (1824-1883). Mungkin gerakan ini selanjutnya telah memotivasi Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad untuk memulai penelitian luas mengenai perbandingan agama-agama, guna membela Islam.
Penelaahan beliau itu lebih lanjut memperkuat keimanan beliau terhadap keunggulan ajaran-ajaran Islam. Beliau sangat terkesan pada pendekatan istimewa yang dilakukan Alquran terhadap permasalahan-permasalahan umat manusia. Alquran, beliau dapati, setelah memaparkan sebuah haluan sikap manusia, tidak berhenti. pada perintah secara sewenang-wenang, melainkan berkelanjutan membangun argumentasi-argumentasi kuat dan logis yang didukung oleh bukti bahwa haluan yang dipaparkan itu merupakan pilihan tepat dalam konteks yang dikemukakan.
Penelaahan-penelaahan beliau pada akhirnya membuat beliau mampu memenangkan kepentingan Islam, yang pada waktu itu praktis tidak berdaya. Demikianlah beliau melakukan hal-hal yang mendesak untuk membela Islam di India pada masa itu. Beliau memulai kehidupan terbuka beliau dengan menyelenggarakan dialog-dialog dan perdebatan-perdebatan dalam skala kecil yang secara bertahap berkembang dalam lingkup yang lebih luas. Ketenaran beliau sebagai pembela kepentingan Islam yang sangat tangkas dan hebat mulai menyebar jauh dan luas.
Dalam masa itulah beliau mulai menulis salah satu karya tulis agama terbesar yang pernah beliau buat. Buku itu, Barahiin Ahmadiyyah,direncanakan untuk diterbitkan dalam 50 jilid, tetapi beliau hanya dapat menerbitkan lima jilid pertama, sementara peristiwa-peristiwa yang menggemparkan telah menyelimuti beliau dan sejak saat itu tidak lagi mungkin bagi beliau untuk melakukan tugas ilmiah guna menyelesaikannya. Walau demikian, beliau sesudah itu telah menulis banyak buku lain dalam menanggapi kebutuhan-kebutuhan zaman. Buku-buku beliau meliputi hampir seluruh permasalahan yang pada mulanya memang telah beliau niatkan untuk digarap dan lebih dari itu. Pada kenyataannya beliau melakukan lebih dari pemenuhan janji beliau [mengenai Barahiin Ahmadiyyah], walaupun bukan dalam judul tersebut. Sungguh menakjubkan, bagaimana beliau telah mampu menghasilkan buku-buku yang begitu banyak seorang diri, tanpa banyak dukungan tenaga pembantu. Buku-buku, selebaran-selebaran dan risalah yang telah beliau tulis, mencapai jumlah sekitar seratus sepuluh buah.
Bukan hanya karya-karya tulis beliau saja yang telah membuat beliau dikenal luas di seluruh anak benua [India], tetapi juga nilai-nilai keruhanian beliau telah memainkan peran vital dalam memberikan ketenaran dan kehormatan yang sangat luas bagi beliau:
Dalam kegemerlapan reputasi beliau yang melonjak dan meluas itulah beliau diberikan mandat oleh Allah untuk memikul tanggung-jawab besar sebagai pembaharu di akhir zaman yang telah dinantikan dan ditunggu-tunggu oleh hampir seluruh agama di dunia. Dari sudut pandang umat Islam beliau adalah Al-Mahdi, pembaharu yang memperoleh petunjuk Ilahi. Dari sudut pandang umat Kristen dan Islam, beliau diangkat ke derajat Almasih Yang Dijanjikan (Al Masihil Mau'ud) untuk memenuhi nubuatan kedatangan kembali Yesus Kristus. Akan tetapi, pemberian mandat ini telah mengorbankan seluruh kemashuran dan ketenaran yang telah beliau peroleh sebelumnya. Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, pembaharu ruhani yang telah ditunjuk oleh Allah bagi zaman ini, telah ditinggalkan dengan segera dan telah ditolak tidak hanya oleh para pengikut agama-agama lain tetapi lebih dahsyat lagi ditolak oleh umat Islam India sendiri, umat yang untuk merekalah beliau telah melakukan pembelaan dengan sangat tangkas dan gigih.
Hal itu praktis merupakan suatu kelahiran ruhani baru bagi beliau. Sebagaimana beliau telah datang seorang diri ke dunia ini, demikianlah beliau telah memulai suatu hidup baru sebagai seorang manusia sebatang kara dalam dunia agama, dan praktis telah ditinggalkan oleh segenap pihak di sekeliling beliau. Namun, Allah tidak meninggalkan beliau. Kepada beliau telah berkali-kali diyakinkan mengenai bantuan dan dukungan Allah melalui berbagai wahyu yang beliau terima selama masa penentangan yang gencar itu. Pada kesempatan lain telah diwahyukan kepada beliau:
Seorang pemberi ingat telah datang ke dunia, tetapi dunia tidak menerimanya, namun Tuhan akan menerimanya dan akan membuktikan kebenarannya melalui Tanda-tanda yang luar biasa.
Aku akan menyampaikan tabligh/amanat engkau ke seluruh pelosok dunia.
Terdapat beberapa wahyu permulaan yang telah membuat beliau tabah selama masa kesedihan yang perih dan penolakan yang beliau alami di tangan para penentang beliau. Lebih dari seratus tahun telah berlalu sejak saat itu, dan gambaran yang muncul secara perlahan namun mantap telah sepenuhnya mendukung penda'waan-penda'waan dan nubuatan-nubuatan beliau serta kebenaran wahyu-wahyu beliau.
Dari seorang diri itu telah tumbuh menjadi sepuluh juta orang di seluruh dunia di 134 negara yang tersebar di lima benua.2 Tabligh/ ajaran beliau telah sampai di pelosokpelosok dunia, dari belahan barat yang terjauh hingga ke belahan timur yang paling jauh. Beliau telah diterima sebagai Imam Mahdi Yang Dijanjikan dan Almasih Yang Dijanjikan (Al Masihil Mau'ud) pada kedatangan yang kedua di Amerika, Eropa, Afrika, Asia dan bahkan di kepulauan-kepulauan jauh di Pasifik Tenggara, seperti Fiji, Tuvalu, Kepulauan Solomon dan sebagainya. Di samping itu, para pengikut beliau dapat dengan tepat digambarkan sebagai sebuah kolam kecil yang tidak berarti dibandingkan dengan samudra besar dunia Kristen.
Keberhasilan-keberhasilan Jemaat Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad akan membutuhkan suatu tempat yang sangat luas di ruang kecil yang tersedia di sini, tetapi sangat penting dicatat bahwa tidak ada gerakan agama lainnya di zaman modern ini yang telah mengalami kemajuan dan menyebar begitu cepat dengan suatu langkah yang demikian mantap. Ini bukanlah sebuah sekte [sempalan], dan bukan pula ini suatu trend gila-gilaan yang populer. Ini adalah suatu amanat serius – suatu tugas pendakian yang menuntut upaya dan disiplin besar dari pihak-pihak yang gigih mengikutinya.
Mereka yang mengikutinya, melakukan hal demikian dengan menerima banyak tanggung-jawab besar yang akan dilimpahkan kepada mereka sepanjang hidup mereka. Jemaat ini sangat disiplin seperti kelompok Essen masa awal. Menerima penda'waan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad sebagai Almasih Yang Dijanjikan (Al Masihil Mau'ud) bukanlah bersenang-senang dengan kisah-kisah manis, melainkan merupakan suatu janji seumur hidup. Mereka yang telah baiat bergabung masuk ke dalam Jemaat ini harus menolak seluruh kesenangan sia-sia dalam hidup mereka, bukan dalam gaya [hidup] para fakir pertapa dan orang-orang yang mengasingkan diri, tetapi dengan suatu pendirian yang kuat, keteguhan janji, kepuasan dan sepenuh hati sehingga membuat mereka mampu melakukan pengorbanan serta gigih melakukan pengkhidmatan terhadap beliau hingga derajat yang paling tinggi. Beliau telah membentuk suatu Jemaat yang tersebar di seluruh dunia, yang tidak ada bandingannya dalam hal pengorbanan harta.
Seluruh anggota yang berpenghasilan dalam Jemaat ini berjanji sendiri untuk membayar 1/16 penghasilan mereka untuk tujuan mulia. Semangat pengorbanan sukarela dan sejumlah besar pekerjaan gotong-royong yang dilakukan di seluruh dunia, telah membuat takjub. Namun, semua ini dilaksanakan tanpa adanya paksaan sedikitpun dalam bentuk apa pun. Mereka yang mampu ikut serta dalam gotongroyong dan pengorbanan-pengorbanan harta menganggap diri mereka beruntung dapat melakukannya.
Inilah suatu golongan yang sepenuhnya berdiri sendiri dalam hal-hal keuangannya. Sistim universal sumbangan sukarela ini telah dilaksanakan selama seratus tahun dengan ketulusan yang luar biasa serta akhlak yang jujur. Di situlah terletak rahasia keberhasilan Jemaat ini menegakkan kemandiriannya dari pengaruh-pengaruh luar selama lebih satu abad. Itu, hanyalah satu sisi dari pengamatan yang ada. Menyimak kualitas para pengikut beliau dari sudut lain, [juga] menampilkan gambaran-gambaran yang tidak kurang menariknya. Ini adalah suatu Jemaat yang berdiri tegak di atas nilai-nilai moralnya, kehidupan bersama yang penuh damai, kecintaan antar sesama dan rasa hormat mendalam terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Ini adalah suatu golongan agama yang membuat dunia sangat kagum terhadap sikapnya yang menghormati hukum dan rasa hormatnya terhadap hubungan-hubungan manusia yang sopan tanpa membeda-bedakan agama, warna kulit, atau pun kepercayaan.
Bagi seorang pembaca hal ini dapat saja tampak bahwa kami telah menyimpang ke jalur yang tidak ada kaitannya dengan pokok permasalahan yang kami bahas. Ijinkanlah kami dengan sangat hormat menunjukkan bahwa seorang pengamat yang demikian itu telah kehilangan fokus. Keterkaitan pembahasan ini dapat dipahami lebih baik apabila dipandang dari sudut pengamatan yang baik tentang Yesus Kristus, yakni bahwa sebuah pohon dikenali melalui buahnya.3
Jika saat ini ada orang yang tertarik untuk menentukan apakah penda'waan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad dapat dipercaya, inilah kriteria yang paling baik dan paling dapat dipegang. Melalui kriteria ini dapat ditentukan apakah beliau memang benar Almasih Yang Dijanjikan (Al Masihil Mau'ud) yang kedatangannya telah dinubuatkan bukan hanya oleh Yesus Kristus sendiri melainkan juga oleh Nabi Suci Islam. Menyelidiki tentang para pengikut bagaimana yang telah beliau ciptakan dan apa yang telah dilakukan oleh jangka waktu seabad ini pada mereka, akan merupakan suatu upaya yang sangat bermanfaat. Pertanyaan juga akan timbul, apakah mereka telah diperlakukan oleh zaman dengan sikap serupa seperti yang dialami para pengikut Yesus Kristus di abad pertama Kristen?
Kemudian juga pertanyaan pasti akan muncul, yakni apa sikap Allah terhadap Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad dalam kaitan dengan begitu banyaknya percobaan untuk membinasakan dan menghancurkan beliau serta Jemaat beliau? Apakah sikap Allah selama ini mendukung, ataukah menentang golongan yang diburu-buru seperti itu? Jika seperti orang-orang Kristen masa awal, apakah para pengikut Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad juga memperolah dukungan yang sama dari Allah terhadap segenap rintangan? Apabila, kapan saja mereka digilas melalui penganiayaan-penganiayaan, bukannya mereka hancur lebur justru mereka tampil di belahan lain dengan lebih besar dari sebelumnya dan lebih kuat serta lebih dihormati, maka sudah tentu penda' waan seorang penda' wa seperti itu tidak dapat diabaikan dan diremehkan. Itu bukanlah penda'waan muluk seorang manusia gila, atau sebuah jaring laba-laba yang dirajut oleh khayalan seseorang yang tengah mimpi di siang bolong. Ahmadiyah telah menjadi suatu kenyataan yang harus dihadapi dengan sungguh-sungguh dalam suatu cakrawala yang lebih luas daripada apa yang telah dibentuk oleh Kristen pada penghujung abad pertamanya.
Inilah kasus seorang Almasih yang merupakan kenyataan sejarah dan bukan suatu hasil khayalan, dan ini sekali lagi merupakan kasus seorang Almasih yang kedatangannya kedua kali begitu nyata seperti nyatanya kedatangan beliau untuk yang pertama kali sebagai seorang imam yang memperoleh mandat dari Tuhan. Semuanya ini tergantung pada umat manusia di zaman sekarang untuk memilih hidup terus-menerus dalam dunia legenda-legenda dan khayalan serta tetap saja menanti-nanti para pembaharu yang dijanjikan oleh agama-agama dan kepercayaankepercayaan mereka, atau menerima kenyataan-kenyataan yang sebenarnya dalam hidup ini. Satu hal yang harus kita sepakati, yakni banyak tokoh agama yang telah diangkat naik dari derajat-derajat manusia biasa ke derajat-derajat para dewa.
Sering kali para pemimpin agama dibayangkan telah naik ke langit menunggu di suatu tempat di angkasa lepas untuk kedatangan mereka yang kedua kali ke planet Bumi. Tidak ada alasan mengapa orang harus menerima suatu penda'waan seperti itu dan menolak yang lain, dikarenakan itu semua hanyalah penda'waan-penda'waan saja, tanpa bukti positif dan ilmiah untuk mendukung kebenarannya. Oleh karena itu tidak ada pilihan kecuali menerima semua itu atau menolaknya secara keseluruhan. Inilah satu-satunya yang merupakan sikap jujur dan arah yang benar bagi suatu tindakan. Satu hal yang pasti, yakni sekali mereka pergi meninggalkan keberadaan mereka di bumi ini, tidak peduli dalam bentuk apa para pengikut mereka mempercayai kepergian mereka, tidak pernah di seluruh sejarah umat manusia ada seorang dari antara mereka yang telah datang kembali ke Bumi.
Sekali lagi, hal ini sangat pasti bahwa segenap pemimpin suci dan ruhani seperti itu, yang telah diangkat naik ke dalam derajat dewa-dewa atau sekutu Tuhan, telah memulai hidup mereka seperti manusia biasa dan menjalani hidup mereka sampai mati dalam kehidupan seorang manusia. Para pengikut merekalah yang telah merubah mereka menjadi dewa-dewa. Namun, ingat, tidak ada satu pun di antara mereka yang pemah mempertunjukkan peran mereka dalam mengelola alam. Selamanya hanya ada Satu Tangan yang tampak mengelola hukum-hukum alam. Cermin langit dan hukum-hukum alam pada setiap tingkatan, memantulkan wajah Tuhan Yang Esa dan Tuhan Tunggal semata. Alquran Suci mengatakan:
Dan mereka itu berkata, "Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil seorang anak." Sesungguhnya kamu telah mengucapkan sesuatu yang sangat mengerikan. Hampir-hampir seluruh langit pecah oleh karenanya, dan bumi terbelah, dan gunung-gunung rebah berkeping-keping. Disebabkan mereka menyatakar bahwa Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai seorang anak Padahal tidaklah layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil bagi-Nya Sendiri seorang anak. (Maryam:89-93)
2. Data Tahun 1994-peny.
3. “Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakana tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal” (Matius 12:33)
Selengkapnya =>>
Kamis, 21 Agustus 2008
Ajaran Kristen Zaman Sekarang (1)
Masalah paling besar yang dihadapi dunia Kristen zaman sekarang bukanlah masalah kurangnya pemahaman, sebagaimana kurangnya kehendak dan keinginan untuk menerima kebenaran. Ajaran Kristen, apakah itu yang berupa kisah dongeng atau pun kisah nyata, telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari peradaban Barat dan telah memainkan suatu peran penting dalam kolonisasi dan penaklukan-penaklukan imperialisme mereka. Ajaran Kristen mendukung sistim-sistim politik dan ekonomi mereka serta memberikan, kepada mereka suatu kekuatan yang menyatu dan saling bertalian, sehingga menjadikan mereka sebagai satu wujud yang kuat dan menyatu. Ajaran Kristen telah memainkan sebuah peran vital dalam membangun dan membentuk sistim sosial politik dan ekonomi Barat yang pelik.
Apa yang kita pahami sebagai peradaban Barat atau imperialisme Barat dan dominasi ekonominya, telah dirasuki oleh beberapa unsur ajaran Kristen. Dalam kondisinya sekarang, ajaran Kristen tampak cenderung berbakti dengan lebih baik bagi tujuan-tujuan material Barat dibandingkan bagi tujuan ruhani. Sedangkan pada masa lalu peran ajaran Kristen lebih banyak mengarah pada dukungan terhadap kepercayaan-kepercayaan Kristen dan dalam membangun nilai-nilai moral.
Peran paling bersejarah yang telah dimainkan oleh ajaran Kristen, adalah dalam membangun dan memperbesar Imperialisme Barat. Dunia Timur telah ditaklukkan dengan semangat Kristen dan khususnya dalam peperangan yang dilakukan terhadap kerajaan Islam yang didorong secara kuat oleh kebencian Kristen terhadap Islam.
Kristen dan Kolonialisme
Ketika kekuasaan kolonial menaklukkan hampir seluruh benua Afrika dan mengikat penduduk Afrika mulai dari mahkota hingga ke ujung kaki dalam rantai-rantai ikatan politik, mereka tidak harus menunggu lama sampai tangan dan kaki mereka terikat dalam rantai-rantai perbudakan ekonomi. Penaklukan-penaklukan imperial tidak akan bermakna tanpa suatu penaklukan ekonomi rakyat. Tidak jauh di belakang para penguasa politik dan ekonomi, datanglah para pendeta Kristen, mengenakan jubah kerendahan hati dan pengorbanan diri. Tujuan mereka mengunjungi Afrika tampil [seolah-olah] sama sekali bertolak belakang dengan tujuan barisan depan politik dan ekonomi mereka. Mereka datang tidak untuk memperbudak, seperti yang mereka katakan, tetapi untuk memerdekakan jiwa Afrika. Cukup mengejutkan bahwa rakyat Afrika tidak mempertanyakan niat yang tampaknya mulia itu. Mengapa mereka tidak mempertanyakan secara hormat para pemimpin Gereja yang ramah dan dermawan, misalnya mengapa para pendeta itu harus kasihan hanya terhadap jiwa-jiwa mereka saja? Tidakkah para pendeta itu dapat melihat betapa tubuh mereka telah diperbudak secara keji? Bagaimana sampai kemerdekaan politik mereka tanpa alasan telah dirampas? Bagaimana sampai mereka telah diikat dalam rantai-rantai perbudakan ekonomi? Mengapa para pendeta itu tidak kasihan terhadap kondisi lahiriah mereka yang dibelenggu dan mengapa mereka hanya tertarik pada pembebasan jiwa suatu masyarakat yang telah diperbudak?
Kontradiksi yang melekat ini nyata sekali, tetapi tidak terlalu nyata bagi mereka yang telah menjadi mangsa korban rekayasa-rekayasa Kristen. Afrika memang lugu, dan lebih lugu sekarang dibandingkan dua ratus tahun lalu. Masyarakat Afrika masih tidak menyadari perbuatan memperbudak mereka secara politik maupun ekonomi melalui sistim neo-kolonialisme yang tidak tampak dan dikendalikan jarak jauh. Mereka tetap tidak merasakan bahwa bagi mereka Kristen hanyalah suatu alat penjajahan.
Seperti opium yang telah membuat mereka terleria dalam tidur nyenyak tanpa sadar. Hal itu memberikan rasa keterikatan mereka yang keliru terhadap para penguasa mereka dalam menikmati bersama paling tidak sesuatu pada landasan yang setara dengan mereka Dalam makna keterikatan seperti itulah mereka telah digiring untuk meniru gaya hidup Barat yang sangat mahal. Pohon-pohon tetap tertanam dinegeri-negeri asing, tetapi hanya buah-buah saja yang diangkut kepada orang-orang yang telah ketagihan terhadap rasa buah tersebut. Inilah sebuah gambaran kecil bagaimana Kristen selamanya telah menjadi sangat dibutuhkkan bagi imperial Barat dan penjajahan ekonomi Dunia Ketiga.
Di Barat sendiri, terlepas dari apakah seorang awam memahami kepelikan dogma Kristen atau tidak, dia memandang Kristen sebagai suatu bagian yang menyatu dalam budaya dan peradabannya. Hendaknya diingat, kekuatan nyata nilainilai Kristen, di mana pun nilai-nilai itu bertahan, tidaklah terletak pada kepercayaan-kepercayaan Kristen yang berbau dongeng. Melainkan, terletak pada penekanan terhadap kebaikan, simpati, pengabdian demi penderitaan dari nilainilai lainnya yang telah identik dengan Kristen. Walaupun nilai-nilai ini umum terdapat pada seluruh agama di dunia dan tampaknya merupakan tujuan yang telah ditetapkan oleh Tuhan untuk dicapai oleh seluruh umat manusia, tetapi propaganda gencar yang dilakukan oleh Kristen secara terusmenerus menekankan peran-peran tersebut dalam kaitan dengan Kristen saja, dan dengan demikian telah berhasil membuat orang-orang yakin dalam jumlah besar. Ajaran tentang simpati, baik budi, kebaikan dan perilaku lembut memainkan pengaruh magic pada telinga-telinga dengan musiknya yang memukau. Dunia romantis inilah yang secara umum telah menarik orang-orang ke dalam agama Kristen. Demikianlah, secara beriringan, berbeda dari itu; Kristen menjalankan kenyataan-kenyataan keras, politik, ekonomi kehidupan Barat dan penjajahannya di seluruh dunia.
Tampaknya paradoks dogmatis yang harus dijalani oleh umat Kristen dalam hidup mereka, dalam kadar tertentu telah menjelma dalam perilaku keduniawian mereka. Kebaikan, kerendahan hati, toleransi, pengorbanan dan kata-kata mulia lainnya seperti itu tampil bergandengan dengan kekejaman, penindasan, ketidakadilan yang menyolok, dan penjajahan dalam skala besar di dunia terhadap orang-orang yang tidak mampu membela diri. Ketentuan hukum, keadilan dan aturan main yang jujur tampaknya hanya merupakan mata uang yang berlaku di kalangan budaya-budaya Barat sendiri saja. Dalam hubungan-hubungan internasional, ternyata ketentuan-ketentuan itu diperlakukan sebagai istilah-istilah tolol dan kuno yang harus dilakukan secara sungguh-sungguh hanya oleh pihak-pihak yang lugu.
Politik-politik internasional, hubungan-hubungan diplomasi dan ekonomi tidak mengenal keadilan selain yang menguntungkan bagi kepentingan nasional. Nilai-nilai ajaran Kristen, betapa pun baiknya, tidak diizinkan untuk memasuki kawasan kekuasaan politik-politik dan ekonomi Barat. Ini merupakan kontradiksi yang paling tragis di zaman modern.
Ketika sampai kepada gambaran yang ditampilkannya, ajaran Kristen hanya ditampilkan dalam bentuk budaya dan peradaban Barat yang atraktif yang mengajak dunia Timur kepada suatu kehidupan yang nyaman, riang, serba memperbolehkan, dibandingkan dengan ketentuanketentuan yang umumnya kaku pada masyarakatmasyarakat agama mereka yang merosot. Ajaran emansipasi/kebebasan ini dalam skala besar keliru dipahami oleh masyarakat yang kurang terpelajar di Dunia Ketiga sebagai sesuatu yang sangat atraktif. Ditambah lagi keuntungan psikologis tambahan berupa perolehan suatu rasa kepemilikan terhadap dunia maju melalui kesamaan agama, dan orang mulai mengenali peran hakiki Kristen dalam menarik sejumlah besar orang-orang yang terinjakinjak di bawah, dalam banyak kasus, orang-orang buangan dan orang-orang tertindas pada tingkatan terendah di masyarakat mereka sendiri yang terpecah-pecah dalam berbagai kelas. Adalah di luar jangkauan mereka untuk memahami dogma Kristen. Kristen hanya berfungsi untuk mengangkat status kemanusiaan mereka saja, tetapi secara palsu.
Dari hal di atas hendaknya menjadi jelas bahwa ajaran Kristen yang kita bicarakan ini sangat jauh dari ajaran Kristen Yesus Kristus. Menganggap budaya Barat sebagai ajaran Kristen adalah suatu kekeliruan nyata. Mengaitkan bentuk ajaran Kristen zaman sekarang dalam berbagai bidang kepada Kristus, adalah suatu penghinaan terhadap beliau. Memang terdapat pengecualian-pengecualian dalam setiap ketentuan. Tidak ada pernyataan yang berlaku secara menyeluruh terhadap suatu kelompok besar. Tidak diragukan, masih terdapat sejumlah kecil pulau-pulau harapan individu dan kehidupan di dunia Kristen di mana ketulusan, kecintaan dan pengorbanan menurut ajaran Kristen diterapkan secara murni. Ini adalah `pulau-pulau' harapan yang dikitari oleh samudera-samudera ganas ketidak-bermoralan yang secara perlahan dan bertahap mengikis dan akhirnya mencaplok batas-batas yang lebih banyak lagi dari pulau-pulau tersebut. Jika dunia Kristen tidak disinari oleh tauladan-tauladan Kristen yang berkilauan seperti itu, yang dilakukan sesuai teladan Yesus Kristus, betapa pun jauh antara keduanya dan sedikit, maka suatu kegelapan menyeluruh akan menyelimuti cakrawala Barat. Tanpa Kristen, tidak ada cahaya dalam peradaban Barat, tetapi, sayangnya, cahaya itu pun cepat memudar.
Penting bagi dunia Kristen untuk kembali kepada realita Kristus dan mengobati diri mereka sendiri dari terpecahnya jatidiri mereka dan dari kemunafikan yang mendarah-daging. Terus-menerus hidup dalam suatu dunia mitos dan legendalegenda, sangat berpotensi mengalami resiko-resiko mematikan. Tujuan utama pengkajian ini adalah untuk menyadarkan dunia Kristen tentang bahaya-bahaya besar yang menanti di balik kontradiksi yang semakin lebar antara keimanan dan amal perbuatan mereka. Mitos-mitos memang bagus, sepanjang tujuannya untuk menjajah jenjang-jenjang masyarakat terendah sebagai cara untuk mengendalikan mereka dan mengeksploitasi ketidaktahuan mereka dengan cara membuat mereka tetap terbius. Namun, apabila tiba saatnya keimanan-keimanan yang memainkan peran vital dalam menghidupkan suatu masyarakat yang telah mati dan merekonstruksi nilai-nilai moral mereka yang merosot dengan cepat, maka mitos-mitos seperti itu tidak ada gunanya. Mitos-mitos hanyalah khayalan-khayalan, dan khayalan-khayalan tidak pernah dapat memainkan suatu peran bermakna dalam urusan umat manusia.
Kedatangan Kembali Yesus Kristus
Penerapan [hasil] pengamatan-pengamatan yang telah dilakukan sejauh ini sekarang dapat diperagakan. Permasalahan vital tentang keselamatan umat manusia zaman sekarang, berkisar pada sosok sentral Yesus Kristus. Oleh karena itu sangat penting untuk memahami realita beliau. Siapa beliau dan peran apa yang telah beliau mainkan pada saat pertama sebagai Kristus di tengah-tengah masyarakat Yahudi yang telah merosot? Seberapa jauh kesungguhan kita dapat menanggapi janji kedatangan beliau kembali di akhir zaman? Inilah permasalahan-permasalahan vital yang harus kita perbincangkan.
Jika sosok Yesus Kristus tidak nyata dan hanya merupakan sebuah produk khayalan manusia, maka tidak mungkin untuk membayangkan kedatangan beliau kembali. Akan tetapi, walau bagaimanapun Yesus bukanlah sebuah produk khayalan. Beliau adalah seorang manusia nyata, dan hanya sebagai manusia nyatalah beliau dapat dilahirkan kembali sebagai seorang anak manusia, dan bukan turun sebagai hantu yang mendatangi makhluk-makhluk hidup. Khayalan-khayalan seperti itu tidak pernah muncul dalam kenyataan-kenyataan hidup manusia. Selain itu, suatu masyarakat yang hidup dengan dongeng-dongeng dan legenda-legenda, terus berlanjut melakukan hal demikian, mereka tidak akan pernah memiliki peluang untuk mengenali juru selamat mereka tatkala dia datang.
Jika Yesus memang benar Anak Tuhan, sebagaimana yang dikehendaki oleh orang-orang Kristen agar kami percaya, maka tentu beliau akan kembali dengan keagungan, menumpukan kedua tangan beliau pada pundak malaikatmalaikat nyata. Namun, jika hal ini sekedar suatu khayalan romantis dari harapan-harapan dan aspirasi-aspirasi Kristen, maka peristiwa tersebut tidak akan pernah terjadi. Tidak akan pernah dunia menyaksikan peristiwa aneh ini, yakni beberapa tuhan turun dari langit/sorga dalam bentuk manusia beriringan dengan sebuah pasukan malaikat yang mendukungnya dan menyanyikan lagu-lagunya.
Pemikiran ini sangat menjijikkan bagi logika manusia dan hati nurani manusia. Ini merupakan kisah dongeng paling ngawur yang pemah dikarang untuk menidurkan kemampuan-kemampuan manusia. Di sisi lain, jika pemahaman Ahmadiyah tentang Yesus Kristus diterima, hal itu akan menggantikan skenario fantastik tersebut dengan sesuatu yang tidak hanya diterima oleh pemahaman manusia, tetapi juga secara kuat didukung oleh seluruh sejarah agama umat manusia. Dalam kasus tersebut kami pun menunggu-nunggu seorang juru selamat yang tidak berbeda dari Kristus yang telah datang sebelumnya. Kami menunggu seorang manusia rendah hati, yang lahir dari keturunanketurunan rendah hati seperti Yesus Kristus yang telah datang sebelumnya, yang akan memulai tugasnya dalam gaya yang sama seperti yang pernah Yesus lakukan. Dia akan berasal dari suatu umat beragama yang menyerupai orang-orang Yahudi di Judea, dalam hal sikap-sikap dan kondisikondisi mereka. Mereka tidak hanya akan menolak serta memungkiri penda'waannya sebagai Pembaharu Yang Dijanjikan, yang mereka tunggu-tunggu sebagai juru selamat mereka dari Tuhan, tetapi juga akan menggunakan segenap kekuatan mereka untuk membinasakannya. Dia akan menghidupkan kembali seluruh kehidupan Kristus dan akan diperlakukan dengan penghinaan, kebencian dan keangkuhan yang sama Dia akan mengalami penderitaan sekali lagi, bukan di tangan umatnya, melainkan di tangan kekuatan-kekuatan musuh mirip seperti yang telah menentang Yesus sebelumnya. Dia juga akan mengalami penderitaan di tangan kekuatan kerajaan besar asing yang di bawah kekuasaannya dia akan dilahirkan di tengah-tengah rakyat yang terjajah.
P.D.Ouspensky, seorang penulis Rusia temama di permulaan abad keduapuluh, menuliskan tentang kedatangan kembali Yesus Kristus dalam pandangan yang sangat mirip:
Ini sama sekali bukanlah pemikiran baru bahwa Kristus, jika dilahirkan ke bumi di kemudian hari, bukan hanya tidak akan dapat menjadi pemimpin Gereja Kristen, tetapi mungkin bahkan tidak akan punya kaitan dengan itu, dan pada periodeperiode gemilang kehebatan serta kekuatan Gereja dia sudah pasti akan dinyatakan sebagai seorang yang menyimpang dari agama dan akan dibakar di tempat pembakaran. Bahkan walau di masa-masa kita yang lebih memperoleh penerangan/petunjuk, ketika Gereja-gereja Kristen, jika mereka belum kehilangan ciri-ciri anti-Kristen mereka, bagaimana pun juga telah mulai menyembunyikannya, Kristus akan dapat hidup tanpa mengalami penganiayaan dari "para juru tulis dan Farisi" mungkin hanya di tempat tertentu di suatu pertapaan/tempat-terpencil Rusia. 1
Ini hanyalah proses nyata yang dalamnya para utusan dan pembaharu Samawi dibangkitkan. Apa pun konsep lain di luar itu adalah dusta, palsu, dan tidak bermakna.
Memang selalu terjadi bahwa pada waktu terpenuhinya kabar ghaib tentang kedatangan pembaharu-pembaharu Samawi, yang untuk keselamatan mereka para pembaharu itu telah diutus, umat itu gagal mengenalinya. Pada periode sejarah itu masyarakat tersebut telah merubah gambaran tentang pembaharu mereka dari kenyataan menjadi khayalan. Mereka mulai menanti-nanti suatu khayalan untuk tampil dan muncul secara zahir, sementara apa yang terjadi hanyalah suatu pengulangan kembali sejarah agama seperti yang telah terjadi tanpa kecuali sejak masa pembaharu Ilahi pertama. Para pembaharu senantiasa tampil sebagai manusia rendah hati yang dilahirkan dari ibu-ibu manusia dan selama hidup mereka selalu diperlakukan sebagai manusia. Jauh sesudah kematian merekalah proses pendewaan mereka bermula. Dalam kondisi demikian, penerimaan yang baik terhadap mereka pada saat kedatangan mereka yang kedua kalinya menjadi tidak mungkin.
Ketika umat beragama seperti itu dihadapkan pada ke-nyataan-kenyataan para pembaharu Samawi, yang selamanya tampil sebagai manusia biasa yang lemah, mereka langsung menolaknya. Ketika anda menanti-nanti kedatangan seorang peri (makhluk khayalan) atau hantu untuk menjelma secara zahir, bagaimana mungkin anda dapat menerima kedatangan seorang manusia biasa? Itulah sebabnya mengapa dunia gagal menyaksikan dan mengenali kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya, yang temyata hal itu telah terjadi.
Mungkin ini suatu penda' waan berlebihan yang tampaknya mudah ditolak oleh hampir seluruh pembaca. Bagaimana mungkin Yesus telah datang dan pergi tanpa [sempat] dicermati secara sungguh-sungguh oleh dunia? Bagaimana mungkin beliau telah pergi tanpa dipedulikan oleh seluruh dunia Kristen dan Islam? Zaman-zaman modern telah menyaksikan banyak penda'wa demikian yang bahkan telah menciptakan kegemparan-kegemparan dan badai topan di banyak kawasan kecil, tetapi kemana gerangan mereka kini?
Ini adalah suatu zaman ketika di banyak negara, sektesekte tumbuh seperti jamur, dan pendawaan-pendawaan aneh bahwa Yesus telah datang atau telah mengutus pembuka jalan baginya, telah dilakukan secara sporadis. Pernyataan ini mungkin hanya salah satu di antaranya. Mengapa seorang yang berpikiran serius harus menghabiskan waktunya untuk merenungkan hal ini? Secara pasti, keraguan-keraguan serius akan timbul dan suatu dilema pelik pasti akan dihadapi. Kami mohon perhatian pembaca untuk sudi membayangkan situasi itu bila Kristus benar-benar datang kembali. Apakah kedatangannya kembali hanyalah suatu khayalan atau dapatkah benar-benar beliau sendiri datang kembali ke dunia atau melalui pengganti? Inilah sebuah pertanyaan yang harus dipecahkan sebelum kita dapat mencoba menjawab berbagai keraguan yang telah dipaparkan di atas.
Apakah dunia, Kristen maupun Islam, benar-benar berada dalam kondisi pemikiran yang secara psikologis siap menerima kedatangan Yesus kedua kalinya? Jika ya, dalam bentuk apa dan dengan cara bagaimana? Jika kita memandang hal ini dari sudut pandang umat Islam dan Kristen keduanya, Yesus, jika beliau memang akan kembali, akan datang dengan keagungan sedemikian rupa serta dengan tanda-tanda begitu jelas, turun dari langit di siang hari bolong dengan para malaikat yang memapah beliau, maka hal itu menjadi tidak mungkin bagi orang yang paling ragu untuk menolak menerima beliau.
Sedihnya, hanya Yesus versi khayalan sajalah yang dapat diterima oleh dunia zaman sekarang. Yaitu seorang Yesus yang tidak pemah datang sebelumnya di seluruh sejarah umat manusia. Jika sejarah agama diperhatikan secara sungguh-sungguh, orang akan menemukan sejumlah contoh mengenai pendiri-pendiri agama mana saja dan para utusan Samawi mana saja yang diriwayatkan telah naik ke langit dengan tubuh kasar mereka. Penda'waan-penda'waan ini begitu banyak dan tersebar luas sedemikian rupa sehingga tampaknya hal itu merupakan suatu gaya universal umat manusia untuk mengarang kisah-kisah semacam itu dalam rangka mengangkat derajat dan menjadikan para pemimpin agama mereka sebagai manusia luar biasa. Pertanyaannya adalah, bagaimana kita dapat menyangkal segenap riwayat ini yang telah diterima dan dipercayai mungkin oleh milyaran umat manusia di dunia zaman sekarang? Umat Kristen dan Islam saja yang mempercayai hal ini dan beberapa hal aneh serupa lainnya, sudah melebihi dua milyar. Jadi, seorang pembaca dapat mempertanyakan, apa hak kami atau siapa pun di dunia ini, untuk menolak seluruh kepercayaan semacam itu sebagai sesuatu yang tidak nyata dan berupa khayalan? Kami setuju bahwa menguji hal tersebut dari sudut ini akan menuntut suatu usaha yang keras untuk menolak penda'waan-penda'waan semacam itu, sebab tidak didukung oleh kitab-kitab suci dari agama-agama tersebut, yang dianut oleh mereka. Sekali seseorang sampai pada penafsiran alternatif dan mungkin, yang pelik ini, hal itu hanya akan berakhir pada selera kesukaan dan pilihan. Akhimya hal itu menjadi permainan setiap orang untuk menafsirkan kitab-kitab suci atau sejarah agama yang diriwayatkan sebagai sesuatu yang hakiki atau kiasan. Untuk melangkah ke dalam kubangan penjelasan-penjelasan yang penuh pertentangan ini tidak akan menghasilkan apa-apa. Namun, hanya ada satu jalan keluar dari upaya yang sukar ini, yang dapat kami tunjukkan kepada para pembaca dan mengajak mereka untuk mengikuti atau menolaknya sesuai kehendak mereka.
Demi untuk argumentasi, andaikan kita menerima segenap penda'waan tentang para pemimpin agama yang [diriwayatkan] telah naik ke langit dan menerimanya begitu saja. Jika kasus Yesus Kristus yang diriwayatkan naik itu disikapi dalam pengertian yang selintas sedangkan kedatangan beliau yang kedua kali diartikan secara hakiki dan nyata, maka tidak ada alasan mengapa kita harus menolak kasus-kasus serupa lainnya di dunia. Mengapa memberikan pengecualian pada Elia (Ilyas), Raja Salim, Imam ke-12 golongan Syiah dalam Islam, kenaikan dewa-dewa Hindu, atau orang-orang suci lain dan apa-apa yang disebut sebagai penjelmaan-penjelmaan Tuhan yang serupa? Oleh karena itu, lebih aman untuk menghindari masuk ke dalam perdebatan-perdebatan yang tidak produktif dan sia-sia seperti itu. dengan orang-orang yang menganut kepercayaankepercayaan demikian. Seseorang dapat menanyakan kepada segenap orang yang mudah mempercayai khayalan seperti itu, jika mereka dapat menunjukkan satu saja kedatangan kembali, secara pribadi, dari antara orang-orang yang diriwayatkan telah naik ke langit yang jauh. Dapatkah segenap sejarah manusia menampilkan satu contoh saja tentang kembalinya seseorang dengan tubuh kasar ke dunia ini, yang telah diriwayatkan naik ke langit dengan tubuh kasamya? Tunjukkan kepada kami jika memang itu ada.
Memperhatikan tidak adanya sama sekali pemenuhan secara harfiah penda'waan-penda'waan semacam itu, orang dihadapkan pada dua pilihan: menolak penda'waan-penda'waan seperti itu sebagai suatu penipuan atau menerimanya dalam makna kiasan, seperti yang dilakukan Yesus dalam kasus kedatangan Eliya/llyas yang kedua kalinya. Dari hal ini jelas bahwa orang-orang yang menantinanti kedatangan Yesus secara harfiah dari langit telah menciptakan suatu penghalang antara diri mereka sendiri dengan realita Yesus. Jika memang Yesus datang kembali, beliau akan datang hanya sebagai manusia biasa seperti segenap pembaharu Samawi yang dinanti-nantikan sebelum beliau. Jika beliau tampil sebagai seorang manusia biasa yang rendah hati, dilahirkan di sebuah negeri yang serupa dengan Judea di Palestina dan mendapat mandat memainkan peran sama seperti yang beliau mainkan pada kedatangan pertama beliau, apakah orang-orang di negeri itu akan memperlakukan beliau berbeda dari perlakuan yang beliau terima sebelumnya?
1. P.D. Ouspensky, A New Model of the Universe, p. 149-150, Kegan Paul Trench, Trubener & Co., Ltd 1938
Selengkapnya =>>