Tampilkan postingan dengan label Kerancuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerancuan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Agustus 2008

Ajaran Kristen Zaman Sekarang (3)

Kesimpulan

Sejauh yang berkaitan dengan penyelidikan ini, kami harap kami telah melakukan keadilan yang cukup untuk itu. Namun, sebelum kita menghentikan kasus ini, di sini kami ingin membuat satu permohonan penuh kasih-sayang kepada dunia Kristen untuk turun dari menara gading rekayasa kepercayaan mereka dan turun pada kenyataan-kenyataan yang sebenamya dalam hidup.

Yesus Kristus merupakan seorang manusia sempuma dalam konteks zaman beliau, tetapi tidak lebih dari seorang manusia. Beliau mencapai puncak ketinggian yang telah ditakdirkan bagi beliau untuk dicapai sebagai seorang utusan khusus Tuhan yang dijuluki Almasih. Hal ini membuat beliau unik di antara segenap nabi sejak zaman Musa hingga masa kedatangan beliau.

Setiap nabi memang ditugaskan untuk suatu pekerjaan yang sulit. Mereka harus menciptakan perbaikan di kalangan orang-orang yang telah berubah menjadi bejad. Dalam kasus Yesus, tugas itu menjadi lebih sulit sebab beliau tidak hanya harus berperang melawan kebejadan-kebejadan yang umum di kalangan masyarakat, tetapi beliau juga harus menciptakan suatu perubahan yang dramatis dan revolusioner pada perilaku umat Yahudi.

Seperti yang terjadi dalam kasus para pengikut setiap agama, beriringan dengan peralihan zaman, mereka secara bertahap menyimpang dari kebenaran dan mulai berkelana di belantara dosa. Demikianlah yang terjadi pada kasus umat Yahudi. Pada masa kedatangan Yesus, mereka telah menjadi orang yang mati secara ruhani. Air kehidupan ruhani telah mengering, meninggalkan kalbu-kalbu membatu yang telah mati. Tugas yang telah ditetapkan bagi Yesus adalah merubah mereka kembali menjadi kalbu-kalbu insan yang berdenyut hidup dan menciptakan dari mereka sumbersumber mata air kebaikan umat manusia. Inilah mukjizat yang telah dibuat oleh Yesus dan di situlah terletak kebesaran beliau.

Sekarang dunia Islam dan Kristen bersama-sama menunggu kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya, mereka seharusnya tidak lupa bahwa tokoh Yesus yang telah ditakdirkan untuk datang harus mutlak menyerupai Yesus dalam hal sifat dan jenis penugasan. Demikianlah, sesuai nubuatan nabi Islam, Hadhrat Muhammad, Yesus yang satu ini akan tampil dalam kedatangannya yang kedua kali bukanlah di kalangan dunia Kristen, melainkan di dunia Islam. Namun, mukjizat agung yang akan dia bawa adalah yang sama dengan itu. Tetapi kali ini terhadap kalbu-kalbu umat Islam di akhir zaman, yang menjadi tugasnya untuk diubah. Pemahaman tentang kedatangannya yang kedua kali seperti ini didukung sepenuhnya oleh nubuatan-nubuatan lain dari Rasulullah. Beliau meramalkan kondisi umat Islam, di akhir zaman, akan menyerupai umat Yahudi di masa keruntuhan mereka, seperti sebuah sepatu yang persis dengan pasangannya.

Oleh karena itu, jika penyakitnya akan sama, maka obatnya pun harus sama. Almasih akan kembali ke dunia dalam corak rendah hati yang sama, tidak dalam wujud [yang sama] tetapi dalam semangat dan sifat yang sama, dan inilah yang terjadi dan terpenuhi. Tokoh-tokoh Samawi dan revolusioner seperti itu selalu lahir sebagai manusia-manusia rendah hati dan biasa, serta menjalani hidup rendah hati. Mereka secara ruhani berkunjung kembali ke dunia dalam corak yang sama dan kembali diperlakukan dengan sikap sama yang tidak berperasaan, penuh prasangka, dan permusuhan yang fanatik. Mereka tidak pernah dengan mudah dapat dikenali sebagai utusan-utusan sejati bagi pihak-pihak yang telah menjanjikan kedatangan mereka kembali.

Apa yang telah terjadi pada Kristus di masa kemunculan beliau yang pertama dahulu di tangan-tangan orang Yahudi, akan kembali terjadi pada diri beliau, tetapi kali ini di tangantangan orang Islam dan Kristen yang menanti-nanti kedatangan beliau. Penantian-penantian yang keliru dan tidak nyata tentang bagaimana cara beliau datang kembali ke dunia, tujuan-tujuan sama berbau khayalan yang diharapkan beliau capai, pandangan-pandangan tidak realistis tentang penampilan beliau dan keberhasilan-keberhasilan beliau di dunia seperti yang dulu dimainkan oleh umat Yahudi pada masa Yesus Kristus, akan diulangi kembali oleh umat Islam pada masa kedatangannya yang kedua. Dan dalam bentuk demikian sejarah mengulangi kembali dirinya sendiri.

Sekarang, dengan melihat ke belakang, seseorang berada pada posisi yang lebih baik untuk memahami kegagalan orang-orang Yahudi dalam mengenali Almasih mereka. Kita dengan mudah dapat memahami kesulitan mereka dan mengambil pelajaran dari tragedi mereka. Pemahaman mereka secara harfiah terhadap Kitab Suci telah menyesatkan mereka. Semua ini telah dibahas, tetapi untuk menguraikan masalah penting ini lebih dalam, kami sekali lagi merujuknya. Hal ini selalu terjadi dalam sejarah para pembaharu agama yang dinanti-nanti, yakni orang-orang yang menanti-nantikan mereka selalu gagal mengenali mereka sebab tanda-tanda pengenalan mereka telah salah dibaca dan salah dipahami. Kenyataan-kenyataan yang sebenamya, telah diubah menjadi khayalan, sedangkan kiasan-kiasan telah dipahami secara harfiah.

Kisah samalah yang akan terulang kembali pada masa kedatangan Almasih kedua kali, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad dari Qadian. Seperti kasus janji akan turunnya kembali Eliya/Ilyas dari langit sebagaimana dinanti-nantikan umat Yahudi di zaman Kristus, orang sekali lagi menantinantikan peristiwa turunnya dengan tubuh kasar dari langit, kali ini yaitu Almasih sendiri.

Dalam kasus orang-orang Yahudi, mereka saat itu menanti-nantikan kedatangan Almasih yang bersimbahkan kemuliaan dan yang akan mengantarkan mereka ke era kekuasaan serta kemenangan atas para penjajah mereka, orang-orang Romawi. Seluruh penantian itu telah buyar oleh Yesus dari Nazaret. Ketika beliau telah muncul akhirnya, beliau muncul jauh berbeda dari sosok kedatangan Almasih yang dinanti-nantikan, yang telah dianut dengan sepenuh hati oleh umat Yahudi sejak berabad-abad.

Secara mengejutkan, peristiwa-peristiwa sama telah terjadi dalam kaitan dengan kedatangan Kristus dalam wujud Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad dari Qadian. Peran yang dimainkan oleh para penentang beliau adalah sama, hanya nama-namanya saja yang berbeda. Kelompok utama umat Islam dan Kristen sama-sama memainkan peran Yahudi di masa Yesus. Keberatan-keberatan mereka juga sama. Logika penolakannya pun sama. Namun, Allah telah memperlakukan hamba yang rendah hati ini dengan tanda--tanda dukungan-Nya yang lebih besar dibandingkan dengan Yesus zaman awal, dan telah menolong beliau menyebarluaskan amanat/ajaran beliau jauh lebih cepat di negaranegara yang lebih banyak di seluruh benua di dunia.

Ini adalah fakta-fakta yang memberikan kesaksian dengan sendirinya, tetapi hanya bagi mereka yang mendengar. Ini adalah fakta-fakta yang menjadi semakin jelas dan lebih jelas beriringan dengan berjalannya waktu, tetapi hanya bagi mereka yang mau memperhatikan.

Sekali lagi, ruh ajaran mesianisme/kealmasihan dalam konteks haluan-haluan umat Islam dan Kristen zaman sekarang tidaklah berbeda. Namun, hanya merekalah yang memahami, yaitu yang tidak menutup mata mereka.

Marilah kita, pada bagian akhir, mengingatkan umat Kristen dan Islam yang menanti-nanti kemunculan kembali Kristus selama sekian abad terakhir ini, dengan menggunakan kata-kata nubuatan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad dari Qadian, tokoh yang telah ditunjuk oleh Allah sebagai Almasih akhir zaman:

Ingatlah dengan baik, tidak ada seorang pun yang akan datang dari langit. Seluruh penentang saya yang hidup hari ini akan mati dan tidak ada di antara mereka yang akan pernah melihat Isa putra Maryam turun dari langit; kemudian anak-anak keturunan mereka yang tertinggal sesudah mereka, juga akan mati dan tidak ada seorang pun di antara mereka yang akan pernah menyaksikan Isa putra Maryam turun dari langit. Dan kemudian generasi mereka yang ketiga juga akan mati dan mereka pun tidak akan menyaksikan putra Maryam turun.

Kemudian Allah akan menimbulkan kekuatiran besar dalam pikiran-pikiran mereka dan mereka lalu akan berkata bahwa walaupun era keunggulan salib telah berlalu lama dan cara hidup telah berubah secara menyeluruh, tetap saja putra Maryam belum juga turun. Lalu, dalam kondisi cemas orang bijak di antara mereka akan meninggalkan kepercayaan ini, dan tiga abad sejak sekarang tidak akan berlalu ketika mereka yang menanti-nanti kedatangan Isa putra Maryam apakah mereka orang-orang Islam atau pun Kristen akan meninggalkan seluruhnya konsep ini.1 Jadi, anda boleh menunggu sampai suatu generasi

dilahirkan dan mereka juga akan menunggu sampai mereka menempuh jalan mereka dan suatu generasi baru akan mengambil alih. Suasana penantian akan terus berlanjut sampai akhir masa, tetapi Yesus dengan tubuh kasar tidak akan turun dari langit. Impian-impian kedatangan beliau secara nyata tidak akan pemah terwujudkan, tidak peduli berapa banyak orang yang menunggu kedatangan beliau kembali dengan penuh harapan. Mereka bahkan boleh membangun sebuah dinding ratapan bagi diri mereka sendiri seperti yang dilakukan umat Yahudi lebih dari tiga ribu tahun silam. Dan mereka boleh saja menghempas-hempaskan kepala mereka ke dinding itu. Namun, seperti yang telah terjadi pada kasus orang-orang Yahudi, demikian pulalah yang akan terjadi kembali. Mereka tidak akan menyaksikan mesias apa pun turun, walaupun mereka terus meratap dan sengsara, generasi demi generasi dan generasi. Penantianpenantian mereka terhadap Kristus di masa mendatang tidak akan menghasilkan apa-apa kecuali kehampaan dan suatu kekosongan yang tidak akan pemah habis. Ini memang suatu harapan yang sama sekali suram.

Bagi orang-orang Kristen yang benar-benar menganggap Kristus sebagai anak Tuhan secara hakiki, izinkan kami mengakhiri pembahasan ini dengan kata-kata peringatan dari Alquran Suci, Kitab yang diwahyukan oleh Allah kepada Nabi Suci Islam. Ayat-ayat ini memaparkan tujuan-tujuan kedatangan beliau:

Dia (Rasulullah) datang supaya memperingatkan mereka yang mengatakan, "Allah telah mengambil seorang anak laki-laki." Mereka tidak memiliki ilmu mengenainya, dan tidak pula nenek moyang mereka. Alangkah dahsyatnya bahaya perkataan yang keluar dari mulut mereka. Mereka tidak mengucapkan sesuatu selain dusta belaka (Al-Kahf. 5-6).

1. Ruhani Khazain vol. 20: Tazkiraruts Shahadatain, p. 67 169
Selengkapnya =>>

Jumat, 22 Agustus 2008

Ajaran Kristen Zaman Sekarang (2)

Almasih yang Dijanjikan

Begitulah kasus kedatangan kembali Almasih yang kami percayai. Hal itu terjadi sekitar seratus tahun lalu, seorang hamba Allah yang rendah hati, bernama Mirza Ghulam Ahmad dari Qadian, telah diberitahukan oleh Allah bahwa Yesus dari Nazaret, putra Maryam, yang kedatangannya kembali secara harfiah dinanti-nantikan baik oleh umat Kristen maupun umat Islam bersama-sama, adalah seorang nabi Allah yang istimewa, yang telah wafat seperti layaknya nabi-nabi Allah lain.

Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad menda'wakan bahwa Yesus tidak hidup dengan tubuh kasar beliau, dan tidak pula beliau diangkat ke langit tertentu dengan tubuh kasar beliau untuk menunggu masa keberangkatan beliau yang kedua kalinya ke bumi. Beliau telah wafat seperti segenap nabi Allah lainnya, dan beliau tidak lebih dari seorang nabi. Kedatangan Yesus Kristus untuk yang kedua kalinya – suatu kepercayaan yang umum terdapat di kalangan umat Kristen dan Islam – telah diberitahukan kepada Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad akan terjadi secara ruhani dan bukan secara harfiah. Dengan demikian, beliau telah diberitahukan bahwa Allah telah mengangkat beliau untuk memenuhi nubuatan tersebut.

Mirza-Ghulam Ahmad berasal dari sebuah keluarga terhormat di Punjab. Upaya-upaya yang dilakukan oleh keluarga beliau umumnya bertujuan membangun keberuntungan dan kehormatan mereka, tetapi beliau menjauhkan diri beliau sendiri dari upaya-upaya duniawi dan menghabiskan hampir seluruh waktu beliau dalam beribadah kepada Allah dan menelaah agama. Beliau adalah seorang yang sama sekali hampir tidak terpaut dengan dunia, sangat sedikit dikenal di kota kecil kelahirannya sendiri. Kemudian secara perlahan beliau tampil di cakrawala agama di India sebagai seorang pembela dan pahlawan bagi kepentingan Islam.

Beliau jadi dikenal sebagai seorang suci dengan kemashuran sedemikian rupa sehingga beliau tidak hanya meraih penghormatan dari kalangan umat Islam saja tetapi juga dari para pengikut agama agama lain. Orang-orang mulai menyaksikan dalam pribadi beliau seorang yang dekat dengan Allah, yang doa-doanya dikabulkan, ketulusannya yang mendalam terhadap umat manusia serta terhadap penderitaan orang-orang yang kesemuanya itu tidak perlu dipertanyakan lagi.

Islam, pada masa itu di India, malangnya berada dalam kondisi yang sangat patut dikasihani. Islam menjadi sasaran para misionaris Kristen, yang berdasarkan dengan kebijakankebijakan Kerajaan Inggris, melancarkan suatu kampanye yang sangat tajam tidak hanya terhadap ajaran-ajaran Islam tetapi juga terhadap Nabi Suci Islam. Demikian pula, di kalangan Hindu, agama terbesar di India, gerakan-gerakan ekstrim yang ambisius bermunculan dengan dua rencana besar: menghidupkan kembali budaya serta tradisi Hindu, dan menghapuskan Islam serta umat Islam dari India, menggambarkan umat Islam sebagai pendatang-pendatang asing yang tidak memiliki hak untuk berakar di negeri itu. Yang paling agresif di antaranya adalah Gerakan Arya Samaj, yang didirikan pada tahun 1875 oleh Pandit Swami Dyanand Sarsuti (1824-1883). Mungkin gerakan ini selanjutnya telah memotivasi Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad untuk memulai penelitian luas mengenai perbandingan agama-agama, guna membela Islam.

Penelaahan beliau itu lebih lanjut memperkuat keimanan beliau terhadap keunggulan ajaran-ajaran Islam. Beliau sangat terkesan pada pendekatan istimewa yang dilakukan Alquran terhadap permasalahan-permasalahan umat manusia. Alquran, beliau dapati, setelah memaparkan sebuah haluan sikap manusia, tidak berhenti. pada perintah secara sewenang-wenang, melainkan berkelanjutan membangun argumentasi-argumentasi kuat dan logis yang didukung oleh bukti bahwa haluan yang dipaparkan itu merupakan pilihan tepat dalam konteks yang dikemukakan.

Penelaahan-penelaahan beliau pada akhirnya membuat beliau mampu memenangkan kepentingan Islam, yang pada waktu itu praktis tidak berdaya. Demikianlah beliau melakukan hal-hal yang mendesak untuk membela Islam di India pada masa itu. Beliau memulai kehidupan terbuka beliau dengan menyelenggarakan dialog-dialog dan perdebatan-perdebatan dalam skala kecil yang secara bertahap berkembang dalam lingkup yang lebih luas. Ketenaran beliau sebagai pembela kepentingan Islam yang sangat tangkas dan hebat mulai menyebar jauh dan luas.

Dalam masa itulah beliau mulai menulis salah satu karya tulis agama terbesar yang pernah beliau buat. Buku itu, Barahiin Ahmadiyyah,direncanakan untuk diterbitkan dalam 50 jilid, tetapi beliau hanya dapat menerbitkan lima jilid pertama, sementara peristiwa-peristiwa yang menggemparkan telah menyelimuti beliau dan sejak saat itu tidak lagi mungkin bagi beliau untuk melakukan tugas ilmiah guna menyelesaikannya. Walau demikian, beliau sesudah itu telah menulis banyak buku lain dalam menanggapi kebutuhan-kebutuhan zaman. Buku-buku beliau meliputi hampir seluruh permasalahan yang pada mulanya memang telah beliau niatkan untuk digarap dan lebih dari itu. Pada kenyataannya beliau melakukan lebih dari pemenuhan janji beliau [mengenai Barahiin Ahmadiyyah], walaupun bukan dalam judul tersebut. Sungguh menakjubkan, bagaimana beliau telah mampu menghasilkan buku-buku yang begitu banyak seorang diri, tanpa banyak dukungan tenaga pembantu. Buku-buku, selebaran-selebaran dan risalah yang telah beliau tulis, mencapai jumlah sekitar seratus sepuluh buah.

Bukan hanya karya-karya tulis beliau saja yang telah membuat beliau dikenal luas di seluruh anak benua [India], tetapi juga nilai-nilai keruhanian beliau telah memainkan peran vital dalam memberikan ketenaran dan kehormatan yang sangat luas bagi beliau:

Dalam kegemerlapan reputasi beliau yang melonjak dan meluas itulah beliau diberikan mandat oleh Allah untuk memikul tanggung-jawab besar sebagai pembaharu di akhir zaman yang telah dinantikan dan ditunggu-tunggu oleh hampir seluruh agama di dunia. Dari sudut pandang umat Islam beliau adalah Al-Mahdi, pembaharu yang memperoleh petunjuk Ilahi. Dari sudut pandang umat Kristen dan Islam, beliau diangkat ke derajat Almasih Yang Dijanjikan (Al Masihil Mau'ud) untuk memenuhi nubuatan kedatangan kembali Yesus Kristus. Akan tetapi, pemberian mandat ini telah mengorbankan seluruh kemashuran dan ketenaran yang telah beliau peroleh sebelumnya. Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, pembaharu ruhani yang telah ditunjuk oleh Allah bagi zaman ini, telah ditinggalkan dengan segera dan telah ditolak tidak hanya oleh para pengikut agama-agama lain tetapi lebih dahsyat lagi ditolak oleh umat Islam India sendiri, umat yang untuk merekalah beliau telah melakukan pembelaan dengan sangat tangkas dan gigih.

Hal itu praktis merupakan suatu kelahiran ruhani baru bagi beliau. Sebagaimana beliau telah datang seorang diri ke dunia ini, demikianlah beliau telah memulai suatu hidup baru sebagai seorang manusia sebatang kara dalam dunia agama, dan praktis telah ditinggalkan oleh segenap pihak di sekeliling beliau. Namun, Allah tidak meninggalkan beliau. Kepada beliau telah berkali-kali diyakinkan mengenai bantuan dan dukungan Allah melalui berbagai wahyu yang beliau terima selama masa penentangan yang gencar itu. Pada kesempatan lain telah diwahyukan kepada beliau:

Seorang pemberi ingat telah datang ke dunia, tetapi dunia tidak menerimanya, namun Tuhan akan menerimanya dan akan membuktikan kebenarannya melalui Tanda-tanda yang luar biasa.

Aku akan menyampaikan tabligh/amanat engkau ke seluruh pelosok dunia.

Terdapat beberapa wahyu permulaan yang telah membuat beliau tabah selama masa kesedihan yang perih dan penolakan yang beliau alami di tangan para penentang beliau. Lebih dari seratus tahun telah berlalu sejak saat itu, dan gambaran yang muncul secara perlahan namun mantap telah sepenuhnya mendukung penda'waan-penda'waan dan nubuatan-nubuatan beliau serta kebenaran wahyu-wahyu beliau.

Dari seorang diri itu telah tumbuh menjadi sepuluh juta orang di seluruh dunia di 134 negara yang tersebar di lima benua.2 Tabligh/ ajaran beliau telah sampai di pelosokpelosok dunia, dari belahan barat yang terjauh hingga ke belahan timur yang paling jauh. Beliau telah diterima sebagai Imam Mahdi Yang Dijanjikan dan Almasih Yang Dijanjikan (Al Masihil Mau'ud) pada kedatangan yang kedua di Amerika, Eropa, Afrika, Asia dan bahkan di kepulauan-kepulauan jauh di Pasifik Tenggara, seperti Fiji, Tuvalu, Kepulauan Solomon dan sebagainya. Di samping itu, para pengikut beliau dapat dengan tepat digambarkan sebagai sebuah kolam kecil yang tidak berarti dibandingkan dengan samudra besar dunia Kristen.

Keberhasilan-keberhasilan Jemaat Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad akan membutuhkan suatu tempat yang sangat luas di ruang kecil yang tersedia di sini, tetapi sangat penting dicatat bahwa tidak ada gerakan agama lainnya di zaman modern ini yang telah mengalami kemajuan dan menyebar begitu cepat dengan suatu langkah yang demikian mantap. Ini bukanlah sebuah sekte [sempalan], dan bukan pula ini suatu trend gila-gilaan yang populer. Ini adalah suatu amanat serius – suatu tugas pendakian yang menuntut upaya dan disiplin besar dari pihak-pihak yang gigih mengikutinya.

Mereka yang mengikutinya, melakukan hal demikian dengan menerima banyak tanggung-jawab besar yang akan dilimpahkan kepada mereka sepanjang hidup mereka. Jemaat ini sangat disiplin seperti kelompok Essen masa awal. Menerima penda'waan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad sebagai Almasih Yang Dijanjikan (Al Masihil Mau'ud) bukanlah bersenang-senang dengan kisah-kisah manis, melainkan merupakan suatu janji seumur hidup. Mereka yang telah baiat bergabung masuk ke dalam Jemaat ini harus menolak seluruh kesenangan sia-sia dalam hidup mereka, bukan dalam gaya [hidup] para fakir pertapa dan orang-orang yang mengasingkan diri, tetapi dengan suatu pendirian yang kuat, keteguhan janji, kepuasan dan sepenuh hati sehingga membuat mereka mampu melakukan pengorbanan serta gigih melakukan pengkhidmatan terhadap beliau hingga derajat yang paling tinggi. Beliau telah membentuk suatu Jemaat yang tersebar di seluruh dunia, yang tidak ada bandingannya dalam hal pengorbanan harta.

Seluruh anggota yang berpenghasilan dalam Jemaat ini berjanji sendiri untuk membayar 1/16 penghasilan mereka untuk tujuan mulia. Semangat pengorbanan sukarela dan sejumlah besar pekerjaan gotong-royong yang dilakukan di seluruh dunia, telah membuat takjub. Namun, semua ini dilaksanakan tanpa adanya paksaan sedikitpun dalam bentuk apa pun. Mereka yang mampu ikut serta dalam gotongroyong dan pengorbanan-pengorbanan harta menganggap diri mereka beruntung dapat melakukannya.

Inilah suatu golongan yang sepenuhnya berdiri sendiri dalam hal-hal keuangannya. Sistim universal sumbangan sukarela ini telah dilaksanakan selama seratus tahun dengan ketulusan yang luar biasa serta akhlak yang jujur. Di situlah terletak rahasia keberhasilan Jemaat ini menegakkan kemandiriannya dari pengaruh-pengaruh luar selama lebih satu abad. Itu, hanyalah satu sisi dari pengamatan yang ada. Menyimak kualitas para pengikut beliau dari sudut lain, [juga] menampilkan gambaran-gambaran yang tidak kurang menariknya. Ini adalah suatu Jemaat yang berdiri tegak di atas nilai-nilai moralnya, kehidupan bersama yang penuh damai, kecintaan antar sesama dan rasa hormat mendalam terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Ini adalah suatu golongan agama yang membuat dunia sangat kagum terhadap sikapnya yang menghormati hukum dan rasa hormatnya terhadap hubungan-hubungan manusia yang sopan tanpa membeda-bedakan agama, warna kulit, atau pun kepercayaan.

Bagi seorang pembaca hal ini dapat saja tampak bahwa kami telah menyimpang ke jalur yang tidak ada kaitannya dengan pokok permasalahan yang kami bahas. Ijinkanlah kami dengan sangat hormat menunjukkan bahwa seorang pengamat yang demikian itu telah kehilangan fokus. Keterkaitan pembahasan ini dapat dipahami lebih baik apabila dipandang dari sudut pengamatan yang baik tentang Yesus Kristus, yakni bahwa sebuah pohon dikenali melalui buahnya.3

Jika saat ini ada orang yang tertarik untuk menentukan apakah penda'waan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad dapat dipercaya, inilah kriteria yang paling baik dan paling dapat dipegang. Melalui kriteria ini dapat ditentukan apakah beliau memang benar Almasih Yang Dijanjikan (Al Masihil Mau'ud) yang kedatangannya telah dinubuatkan bukan hanya oleh Yesus Kristus sendiri melainkan juga oleh Nabi Suci Islam. Menyelidiki tentang para pengikut bagaimana yang telah beliau ciptakan dan apa yang telah dilakukan oleh jangka waktu seabad ini pada mereka, akan merupakan suatu upaya yang sangat bermanfaat. Pertanyaan juga akan timbul, apakah mereka telah diperlakukan oleh zaman dengan sikap serupa seperti yang dialami para pengikut Yesus Kristus di abad pertama Kristen?

Kemudian juga pertanyaan pasti akan muncul, yakni apa sikap Allah terhadap Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad dalam kaitan dengan begitu banyaknya percobaan untuk membinasakan dan menghancurkan beliau serta Jemaat beliau? Apakah sikap Allah selama ini mendukung, ataukah menentang golongan yang diburu-buru seperti itu? Jika seperti orang-orang Kristen masa awal, apakah para pengikut Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad juga memperolah dukungan yang sama dari Allah terhadap segenap rintangan? Apabila, kapan saja mereka digilas melalui penganiayaan-penganiayaan, bukannya mereka hancur lebur justru mereka tampil di belahan lain dengan lebih besar dari sebelumnya dan lebih kuat serta lebih dihormati, maka sudah tentu penda' waan seorang penda' wa seperti itu tidak dapat diabaikan dan diremehkan. Itu bukanlah penda'waan muluk seorang manusia gila, atau sebuah jaring laba-laba yang dirajut oleh khayalan seseorang yang tengah mimpi di siang bolong. Ahmadiyah telah menjadi suatu kenyataan yang harus dihadapi dengan sungguh-sungguh dalam suatu cakrawala yang lebih luas daripada apa yang telah dibentuk oleh Kristen pada penghujung abad pertamanya.

Inilah kasus seorang Almasih yang merupakan kenyataan sejarah dan bukan suatu hasil khayalan, dan ini sekali lagi merupakan kasus seorang Almasih yang kedatangannya kedua kali begitu nyata seperti nyatanya kedatangan beliau untuk yang pertama kali sebagai seorang imam yang memperoleh mandat dari Tuhan. Semuanya ini tergantung pada umat manusia di zaman sekarang untuk memilih hidup terus-menerus dalam dunia legenda-legenda dan khayalan serta tetap saja menanti-nanti para pembaharu yang dijanjikan oleh agama-agama dan kepercayaankepercayaan mereka, atau menerima kenyataan-kenyataan yang sebenarnya dalam hidup ini. Satu hal yang harus kita sepakati, yakni banyak tokoh agama yang telah diangkat naik dari derajat-derajat manusia biasa ke derajat-derajat para dewa.

Sering kali para pemimpin agama dibayangkan telah naik ke langit menunggu di suatu tempat di angkasa lepas untuk kedatangan mereka yang kedua kali ke planet Bumi. Tidak ada alasan mengapa orang harus menerima suatu penda'waan seperti itu dan menolak yang lain, dikarenakan itu semua hanyalah penda'waan-penda'waan saja, tanpa bukti positif dan ilmiah untuk mendukung kebenarannya. Oleh karena itu tidak ada pilihan kecuali menerima semua itu atau menolaknya secara keseluruhan. Inilah satu-satunya yang merupakan sikap jujur dan arah yang benar bagi suatu tindakan. Satu hal yang pasti, yakni sekali mereka pergi meninggalkan keberadaan mereka di bumi ini, tidak peduli dalam bentuk apa para pengikut mereka mempercayai kepergian mereka, tidak pernah di seluruh sejarah umat manusia ada seorang dari antara mereka yang telah datang kembali ke Bumi.

Sekali lagi, hal ini sangat pasti bahwa segenap pemimpin suci dan ruhani seperti itu, yang telah diangkat naik ke dalam derajat dewa-dewa atau sekutu Tuhan, telah memulai hidup mereka seperti manusia biasa dan menjalani hidup mereka sampai mati dalam kehidupan seorang manusia. Para pengikut merekalah yang telah merubah mereka menjadi dewa-dewa. Namun, ingat, tidak ada satu pun di antara mereka yang pemah mempertunjukkan peran mereka dalam mengelola alam. Selamanya hanya ada Satu Tangan yang tampak mengelola hukum-hukum alam. Cermin langit dan hukum-hukum alam pada setiap tingkatan, memantulkan wajah Tuhan Yang Esa dan Tuhan Tunggal semata. Alquran Suci mengatakan:

Dan mereka itu berkata, "Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil seorang anak." Sesungguhnya kamu telah mengucapkan sesuatu yang sangat mengerikan. Hampir-hampir seluruh langit pecah oleh karenanya, dan bumi terbelah, dan gunung-gunung rebah berkeping-keping. Disebabkan mereka menyatakar bahwa Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai seorang anak Padahal tidaklah layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil bagi-Nya Sendiri seorang anak. (Maryam:89-93)

2. Data Tahun 1994-peny.
3. “Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakana tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal” (Matius 12:33)
Selengkapnya =>>

Kamis, 21 Agustus 2008

Ajaran Kristen Zaman Sekarang (1)

Masalah paling besar yang dihadapi dunia Kristen zaman sekarang bukanlah masalah kurangnya pemahaman, sebagaimana kurangnya kehendak dan keinginan untuk menerima kebenaran. Ajaran Kristen, apakah itu yang berupa kisah dongeng atau pun kisah nyata, telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari peradaban Barat dan telah memainkan suatu peran penting dalam kolonisasi dan penaklukan-penaklukan imperialisme mereka. Ajaran Kristen mendukung sistim-sistim politik dan ekonomi mereka serta memberikan, kepada mereka suatu kekuatan yang menyatu dan saling bertalian, sehingga menjadikan mereka sebagai satu wujud yang kuat dan menyatu. Ajaran Kristen telah memainkan sebuah peran vital dalam membangun dan membentuk sistim sosial politik dan ekonomi Barat yang pelik.

Apa yang kita pahami sebagai peradaban Barat atau imperialisme Barat dan dominasi ekonominya, telah dirasuki oleh beberapa unsur ajaran Kristen. Dalam kondisinya sekarang, ajaran Kristen tampak cenderung berbakti dengan lebih baik bagi tujuan-tujuan material Barat dibandingkan bagi tujuan ruhani. Sedangkan pada masa lalu peran ajaran Kristen lebih banyak mengarah pada dukungan terhadap kepercayaan-kepercayaan Kristen dan dalam membangun nilai-nilai moral.

Peran paling bersejarah yang telah dimainkan oleh ajaran Kristen, adalah dalam membangun dan memperbesar Imperialisme Barat. Dunia Timur telah ditaklukkan dengan semangat Kristen dan khususnya dalam peperangan yang dilakukan terhadap kerajaan Islam yang didorong secara kuat oleh kebencian Kristen terhadap Islam.


Kristen dan Kolonialisme

Ketika kekuasaan kolonial menaklukkan hampir seluruh benua Afrika dan mengikat penduduk Afrika mulai dari mahkota hingga ke ujung kaki dalam rantai-rantai ikatan politik, mereka tidak harus menunggu lama sampai tangan dan kaki mereka terikat dalam rantai-rantai perbudakan ekonomi. Penaklukan-penaklukan imperial tidak akan bermakna tanpa suatu penaklukan ekonomi rakyat. Tidak jauh di belakang para penguasa politik dan ekonomi, datanglah para pendeta Kristen, mengenakan jubah kerendahan hati dan pengorbanan diri. Tujuan mereka mengunjungi Afrika tampil [seolah-olah] sama sekali bertolak belakang dengan tujuan barisan depan politik dan ekonomi mereka. Mereka datang tidak untuk memperbudak, seperti yang mereka katakan, tetapi untuk memerdekakan jiwa Afrika. Cukup mengejutkan bahwa rakyat Afrika tidak mempertanyakan niat yang tampaknya mulia itu. Mengapa mereka tidak mempertanyakan secara hormat para pemimpin Gereja yang ramah dan dermawan, misalnya mengapa para pendeta itu harus kasihan hanya terhadap jiwa-jiwa mereka saja? Tidakkah para pendeta itu dapat melihat betapa tubuh mereka telah diperbudak secara keji? Bagaimana sampai kemerdekaan politik mereka tanpa alasan telah dirampas? Bagaimana sampai mereka telah diikat dalam rantai-rantai perbudakan ekonomi? Mengapa para pendeta itu tidak kasihan terhadap kondisi lahiriah mereka yang dibelenggu dan mengapa mereka hanya tertarik pada pembebasan jiwa suatu masyarakat yang telah diperbudak?

Kontradiksi yang melekat ini nyata sekali, tetapi tidak terlalu nyata bagi mereka yang telah menjadi mangsa korban rekayasa-rekayasa Kristen. Afrika memang lugu, dan lebih lugu sekarang dibandingkan dua ratus tahun lalu. Masyarakat Afrika masih tidak menyadari perbuatan memperbudak mereka secara politik maupun ekonomi melalui sistim neo-kolonialisme yang tidak tampak dan dikendalikan jarak jauh. Mereka tetap tidak merasakan bahwa bagi mereka Kristen hanyalah suatu alat penjajahan.

Seperti opium yang telah membuat mereka terleria dalam tidur nyenyak tanpa sadar. Hal itu memberikan rasa keterikatan mereka yang keliru terhadap para penguasa mereka dalam menikmati bersama paling tidak sesuatu pada landasan yang setara dengan mereka Dalam makna keterikatan seperti itulah mereka telah digiring untuk meniru gaya hidup Barat yang sangat mahal. Pohon-pohon tetap tertanam dinegeri-negeri asing, tetapi hanya buah-buah saja yang diangkut kepada orang-orang yang telah ketagihan terhadap rasa buah tersebut. Inilah sebuah gambaran kecil bagaimana Kristen selamanya telah menjadi sangat dibutuhkkan bagi imperial Barat dan penjajahan ekonomi Dunia Ketiga.

Di Barat sendiri, terlepas dari apakah seorang awam memahami kepelikan dogma Kristen atau tidak, dia memandang Kristen sebagai suatu bagian yang menyatu dalam budaya dan peradabannya. Hendaknya diingat, kekuatan nyata nilainilai Kristen, di mana pun nilai-nilai itu bertahan, tidaklah terletak pada kepercayaan-kepercayaan Kristen yang berbau dongeng. Melainkan, terletak pada penekanan terhadap kebaikan, simpati, pengabdian demi penderitaan dari nilainilai lainnya yang telah identik dengan Kristen. Walaupun nilai-nilai ini umum terdapat pada seluruh agama di dunia dan tampaknya merupakan tujuan yang telah ditetapkan oleh Tuhan untuk dicapai oleh seluruh umat manusia, tetapi propaganda gencar yang dilakukan oleh Kristen secara terusmenerus menekankan peran-peran tersebut dalam kaitan dengan Kristen saja, dan dengan demikian telah berhasil membuat orang-orang yakin dalam jumlah besar. Ajaran tentang simpati, baik budi, kebaikan dan perilaku lembut memainkan pengaruh magic pada telinga-telinga dengan musiknya yang memukau. Dunia romantis inilah yang secara umum telah menarik orang-orang ke dalam agama Kristen. Demikianlah, secara beriringan, berbeda dari itu; Kristen menjalankan kenyataan-kenyataan keras, politik, ekonomi kehidupan Barat dan penjajahannya di seluruh dunia.

Tampaknya paradoks dogmatis yang harus dijalani oleh umat Kristen dalam hidup mereka, dalam kadar tertentu telah menjelma dalam perilaku keduniawian mereka. Kebaikan, kerendahan hati, toleransi, pengorbanan dan kata-kata mulia lainnya seperti itu tampil bergandengan dengan kekejaman, penindasan, ketidakadilan yang menyolok, dan penjajahan dalam skala besar di dunia terhadap orang-orang yang tidak mampu membela diri. Ketentuan hukum, keadilan dan aturan main yang jujur tampaknya hanya merupakan mata uang yang berlaku di kalangan budaya-budaya Barat sendiri saja. Dalam hubungan-hubungan internasional, ternyata ketentuan-ketentuan itu diperlakukan sebagai istilah-istilah tolol dan kuno yang harus dilakukan secara sungguh-sungguh hanya oleh pihak-pihak yang lugu.

Politik-politik internasional, hubungan-hubungan diplomasi dan ekonomi tidak mengenal keadilan selain yang menguntungkan bagi kepentingan nasional. Nilai-nilai ajaran Kristen, betapa pun baiknya, tidak diizinkan untuk memasuki kawasan kekuasaan politik-politik dan ekonomi Barat. Ini merupakan kontradiksi yang paling tragis di zaman modern.

Ketika sampai kepada gambaran yang ditampilkannya, ajaran Kristen hanya ditampilkan dalam bentuk budaya dan peradaban Barat yang atraktif yang mengajak dunia Timur kepada suatu kehidupan yang nyaman, riang, serba memperbolehkan, dibandingkan dengan ketentuanketentuan yang umumnya kaku pada masyarakatmasyarakat agama mereka yang merosot. Ajaran emansipasi/kebebasan ini dalam skala besar keliru dipahami oleh masyarakat yang kurang terpelajar di Dunia Ketiga sebagai sesuatu yang sangat atraktif. Ditambah lagi keuntungan psikologis tambahan berupa perolehan suatu rasa kepemilikan terhadap dunia maju melalui kesamaan agama, dan orang mulai mengenali peran hakiki Kristen dalam menarik sejumlah besar orang-orang yang terinjakinjak di bawah, dalam banyak kasus, orang-orang buangan dan orang-orang tertindas pada tingkatan terendah di masyarakat mereka sendiri yang terpecah-pecah dalam berbagai kelas. Adalah di luar jangkauan mereka untuk memahami dogma Kristen. Kristen hanya berfungsi untuk mengangkat status kemanusiaan mereka saja, tetapi secara palsu.

Dari hal di atas hendaknya menjadi jelas bahwa ajaran Kristen yang kita bicarakan ini sangat jauh dari ajaran Kristen Yesus Kristus. Menganggap budaya Barat sebagai ajaran Kristen adalah suatu kekeliruan nyata. Mengaitkan bentuk ajaran Kristen zaman sekarang dalam berbagai bidang kepada Kristus, adalah suatu penghinaan terhadap beliau. Memang terdapat pengecualian-pengecualian dalam setiap ketentuan. Tidak ada pernyataan yang berlaku secara menyeluruh terhadap suatu kelompok besar. Tidak diragukan, masih terdapat sejumlah kecil pulau-pulau harapan individu dan kehidupan di dunia Kristen di mana ketulusan, kecintaan dan pengorbanan menurut ajaran Kristen diterapkan secara murni. Ini adalah `pulau-pulau' harapan yang dikitari oleh samudera-samudera ganas ketidak-bermoralan yang secara perlahan dan bertahap mengikis dan akhirnya mencaplok batas-batas yang lebih banyak lagi dari pulau-pulau tersebut. Jika dunia Kristen tidak disinari oleh tauladan-tauladan Kristen yang berkilauan seperti itu, yang dilakukan sesuai teladan Yesus Kristus, betapa pun jauh antara keduanya dan sedikit, maka suatu kegelapan menyeluruh akan menyelimuti cakrawala Barat. Tanpa Kristen, tidak ada cahaya dalam peradaban Barat, tetapi, sayangnya, cahaya itu pun cepat memudar.

Penting bagi dunia Kristen untuk kembali kepada realita Kristus dan mengobati diri mereka sendiri dari terpecahnya jatidiri mereka dan dari kemunafikan yang mendarah-daging. Terus-menerus hidup dalam suatu dunia mitos dan legendalegenda, sangat berpotensi mengalami resiko-resiko mematikan. Tujuan utama pengkajian ini adalah untuk menyadarkan dunia Kristen tentang bahaya-bahaya besar yang menanti di balik kontradiksi yang semakin lebar antara keimanan dan amal perbuatan mereka. Mitos-mitos memang bagus, sepanjang tujuannya untuk menjajah jenjang-jenjang masyarakat terendah sebagai cara untuk mengendalikan mereka dan mengeksploitasi ketidaktahuan mereka dengan cara membuat mereka tetap terbius. Namun, apabila tiba saatnya keimanan-keimanan yang memainkan peran vital dalam menghidupkan suatu masyarakat yang telah mati dan merekonstruksi nilai-nilai moral mereka yang merosot dengan cepat, maka mitos-mitos seperti itu tidak ada gunanya. Mitos-mitos hanyalah khayalan-khayalan, dan khayalan-khayalan tidak pernah dapat memainkan suatu peran bermakna dalam urusan umat manusia.


Kedatangan Kembali Yesus Kristus

Penerapan [hasil] pengamatan-pengamatan yang telah dilakukan sejauh ini sekarang dapat diperagakan. Permasalahan vital tentang keselamatan umat manusia zaman sekarang, berkisar pada sosok sentral Yesus Kristus. Oleh karena itu sangat penting untuk memahami realita beliau. Siapa beliau dan peran apa yang telah beliau mainkan pada saat pertama sebagai Kristus di tengah-tengah masyarakat Yahudi yang telah merosot? Seberapa jauh kesungguhan kita dapat menanggapi janji kedatangan beliau kembali di akhir zaman? Inilah permasalahan-permasalahan vital yang harus kita perbincangkan.

Jika sosok Yesus Kristus tidak nyata dan hanya merupakan sebuah produk khayalan manusia, maka tidak mungkin untuk membayangkan kedatangan beliau kembali. Akan tetapi, walau bagaimanapun Yesus bukanlah sebuah produk khayalan. Beliau adalah seorang manusia nyata, dan hanya sebagai manusia nyatalah beliau dapat dilahirkan kembali sebagai seorang anak manusia, dan bukan turun sebagai hantu yang mendatangi makhluk-makhluk hidup. Khayalan-khayalan seperti itu tidak pernah muncul dalam kenyataan-kenyataan hidup manusia. Selain itu, suatu masyarakat yang hidup dengan dongeng-dongeng dan legenda-legenda, terus berlanjut melakukan hal demikian, mereka tidak akan pernah memiliki peluang untuk mengenali juru selamat mereka tatkala dia datang.

Jika Yesus memang benar Anak Tuhan, sebagaimana yang dikehendaki oleh orang-orang Kristen agar kami percaya, maka tentu beliau akan kembali dengan keagungan, menumpukan kedua tangan beliau pada pundak malaikatmalaikat nyata. Namun, jika hal ini sekedar suatu khayalan romantis dari harapan-harapan dan aspirasi-aspirasi Kristen, maka peristiwa tersebut tidak akan pernah terjadi. Tidak akan pernah dunia menyaksikan peristiwa aneh ini, yakni beberapa tuhan turun dari langit/sorga dalam bentuk manusia beriringan dengan sebuah pasukan malaikat yang mendukungnya dan menyanyikan lagu-lagunya.

Pemikiran ini sangat menjijikkan bagi logika manusia dan hati nurani manusia. Ini merupakan kisah dongeng paling ngawur yang pemah dikarang untuk menidurkan kemampuan-kemampuan manusia. Di sisi lain, jika pemahaman Ahmadiyah tentang Yesus Kristus diterima, hal itu akan menggantikan skenario fantastik tersebut dengan sesuatu yang tidak hanya diterima oleh pemahaman manusia, tetapi juga secara kuat didukung oleh seluruh sejarah agama umat manusia. Dalam kasus tersebut kami pun menunggu-nunggu seorang juru selamat yang tidak berbeda dari Kristus yang telah datang sebelumnya. Kami menunggu seorang manusia rendah hati, yang lahir dari keturunanketurunan rendah hati seperti Yesus Kristus yang telah datang sebelumnya, yang akan memulai tugasnya dalam gaya yang sama seperti yang pernah Yesus lakukan. Dia akan berasal dari suatu umat beragama yang menyerupai orang-orang Yahudi di Judea, dalam hal sikap-sikap dan kondisikondisi mereka. Mereka tidak hanya akan menolak serta memungkiri penda'waannya sebagai Pembaharu Yang Dijanjikan, yang mereka tunggu-tunggu sebagai juru selamat mereka dari Tuhan, tetapi juga akan menggunakan segenap kekuatan mereka untuk membinasakannya. Dia akan menghidupkan kembali seluruh kehidupan Kristus dan akan diperlakukan dengan penghinaan, kebencian dan keangkuhan yang sama Dia akan mengalami penderitaan sekali lagi, bukan di tangan umatnya, melainkan di tangan kekuatan-kekuatan musuh mirip seperti yang telah menentang Yesus sebelumnya. Dia juga akan mengalami penderitaan di tangan kekuatan kerajaan besar asing yang di bawah kekuasaannya dia akan dilahirkan di tengah-tengah rakyat yang terjajah.

P.D.Ouspensky, seorang penulis Rusia temama di permulaan abad keduapuluh, menuliskan tentang kedatangan kembali Yesus Kristus dalam pandangan yang sangat mirip:

Ini sama sekali bukanlah pemikiran baru bahwa Kristus, jika dilahirkan ke bumi di kemudian hari, bukan hanya tidak akan dapat menjadi pemimpin Gereja Kristen, tetapi mungkin bahkan tidak akan punya kaitan dengan itu, dan pada periodeperiode gemilang kehebatan serta kekuatan Gereja dia sudah pasti akan dinyatakan sebagai seorang yang menyimpang dari agama dan akan dibakar di tempat pembakaran. Bahkan walau di masa-masa kita yang lebih memperoleh penerangan/petunjuk, ketika Gereja-gereja Kristen, jika mereka belum kehilangan ciri-ciri anti-Kristen mereka, bagaimana pun juga telah mulai menyembunyikannya, Kristus akan dapat hidup tanpa mengalami penganiayaan dari "para juru tulis dan Farisi" mungkin hanya di tempat tertentu di suatu pertapaan/tempat-terpencil Rusia. 1

Ini hanyalah proses nyata yang dalamnya para utusan dan pembaharu Samawi dibangkitkan. Apa pun konsep lain di luar itu adalah dusta, palsu, dan tidak bermakna.

Memang selalu terjadi bahwa pada waktu terpenuhinya kabar ghaib tentang kedatangan pembaharu-pembaharu Samawi, yang untuk keselamatan mereka para pembaharu itu telah diutus, umat itu gagal mengenalinya. Pada periode sejarah itu masyarakat tersebut telah merubah gambaran tentang pembaharu mereka dari kenyataan menjadi khayalan. Mereka mulai menanti-nanti suatu khayalan untuk tampil dan muncul secara zahir, sementara apa yang terjadi hanyalah suatu pengulangan kembali sejarah agama seperti yang telah terjadi tanpa kecuali sejak masa pembaharu Ilahi pertama. Para pembaharu senantiasa tampil sebagai manusia rendah hati yang dilahirkan dari ibu-ibu manusia dan selama hidup mereka selalu diperlakukan sebagai manusia. Jauh sesudah kematian merekalah proses pendewaan mereka bermula. Dalam kondisi demikian, penerimaan yang baik terhadap mereka pada saat kedatangan mereka yang kedua kalinya menjadi tidak mungkin.

Ketika umat beragama seperti itu dihadapkan pada ke-nyataan-kenyataan para pembaharu Samawi, yang selamanya tampil sebagai manusia biasa yang lemah, mereka langsung menolaknya. Ketika anda menanti-nanti kedatangan seorang peri (makhluk khayalan) atau hantu untuk menjelma secara zahir, bagaimana mungkin anda dapat menerima kedatangan seorang manusia biasa? Itulah sebabnya mengapa dunia gagal menyaksikan dan mengenali kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya, yang temyata hal itu telah terjadi.

Mungkin ini suatu penda' waan berlebihan yang tampaknya mudah ditolak oleh hampir seluruh pembaca. Bagaimana mungkin Yesus telah datang dan pergi tanpa [sempat] dicermati secara sungguh-sungguh oleh dunia? Bagaimana mungkin beliau telah pergi tanpa dipedulikan oleh seluruh dunia Kristen dan Islam? Zaman-zaman modern telah menyaksikan banyak penda'wa demikian yang bahkan telah menciptakan kegemparan-kegemparan dan badai topan di banyak kawasan kecil, tetapi kemana gerangan mereka kini?

Ini adalah suatu zaman ketika di banyak negara, sektesekte tumbuh seperti jamur, dan pendawaan-pendawaan aneh bahwa Yesus telah datang atau telah mengutus pembuka jalan baginya, telah dilakukan secara sporadis. Pernyataan ini mungkin hanya salah satu di antaranya. Mengapa seorang yang berpikiran serius harus menghabiskan waktunya untuk merenungkan hal ini? Secara pasti, keraguan-keraguan serius akan timbul dan suatu dilema pelik pasti akan dihadapi. Kami mohon perhatian pembaca untuk sudi membayangkan situasi itu bila Kristus benar-benar datang kembali. Apakah kedatangannya kembali hanyalah suatu khayalan atau dapatkah benar-benar beliau sendiri datang kembali ke dunia atau melalui pengganti? Inilah sebuah pertanyaan yang harus dipecahkan sebelum kita dapat mencoba menjawab berbagai keraguan yang telah dipaparkan di atas.

Apakah dunia, Kristen maupun Islam, benar-benar berada dalam kondisi pemikiran yang secara psikologis siap menerima kedatangan Yesus kedua kalinya? Jika ya, dalam bentuk apa dan dengan cara bagaimana? Jika kita memandang hal ini dari sudut pandang umat Islam dan Kristen keduanya, Yesus, jika beliau memang akan kembali, akan datang dengan keagungan sedemikian rupa serta dengan tanda-tanda begitu jelas, turun dari langit di siang hari bolong dengan para malaikat yang memapah beliau, maka hal itu menjadi tidak mungkin bagi orang yang paling ragu untuk menolak menerima beliau.

Sedihnya, hanya Yesus versi khayalan sajalah yang dapat diterima oleh dunia zaman sekarang. Yaitu seorang Yesus yang tidak pemah datang sebelumnya di seluruh sejarah umat manusia. Jika sejarah agama diperhatikan secara sungguh-sungguh, orang akan menemukan sejumlah contoh mengenai pendiri-pendiri agama mana saja dan para utusan Samawi mana saja yang diriwayatkan telah naik ke langit dengan tubuh kasar mereka. Penda'waan-penda'waan ini begitu banyak dan tersebar luas sedemikian rupa sehingga tampaknya hal itu merupakan suatu gaya universal umat manusia untuk mengarang kisah-kisah semacam itu dalam rangka mengangkat derajat dan menjadikan para pemimpin agama mereka sebagai manusia luar biasa. Pertanyaannya adalah, bagaimana kita dapat menyangkal segenap riwayat ini yang telah diterima dan dipercayai mungkin oleh milyaran umat manusia di dunia zaman sekarang? Umat Kristen dan Islam saja yang mempercayai hal ini dan beberapa hal aneh serupa lainnya, sudah melebihi dua milyar. Jadi, seorang pembaca dapat mempertanyakan, apa hak kami atau siapa pun di dunia ini, untuk menolak seluruh kepercayaan semacam itu sebagai sesuatu yang tidak nyata dan berupa khayalan? Kami setuju bahwa menguji hal tersebut dari sudut ini akan menuntut suatu usaha yang keras untuk menolak penda'waan-penda'waan semacam itu, sebab tidak didukung oleh kitab-kitab suci dari agama-agama tersebut, yang dianut oleh mereka. Sekali seseorang sampai pada penafsiran alternatif dan mungkin, yang pelik ini, hal itu hanya akan berakhir pada selera kesukaan dan pilihan. Akhimya hal itu menjadi permainan setiap orang untuk menafsirkan kitab-kitab suci atau sejarah agama yang diriwayatkan sebagai sesuatu yang hakiki atau kiasan. Untuk melangkah ke dalam kubangan penjelasan-penjelasan yang penuh pertentangan ini tidak akan menghasilkan apa-apa. Namun, hanya ada satu jalan keluar dari upaya yang sukar ini, yang dapat kami tunjukkan kepada para pembaca dan mengajak mereka untuk mengikuti atau menolaknya sesuai kehendak mereka.

Demi untuk argumentasi, andaikan kita menerima segenap penda'waan tentang para pemimpin agama yang [diriwayatkan] telah naik ke langit dan menerimanya begitu saja. Jika kasus Yesus Kristus yang diriwayatkan naik itu disikapi dalam pengertian yang selintas sedangkan kedatangan beliau yang kedua kali diartikan secara hakiki dan nyata, maka tidak ada alasan mengapa kita harus menolak kasus-kasus serupa lainnya di dunia. Mengapa memberikan pengecualian pada Elia (Ilyas), Raja Salim, Imam ke-12 golongan Syiah dalam Islam, kenaikan dewa-dewa Hindu, atau orang-orang suci lain dan apa-apa yang disebut sebagai penjelmaan-penjelmaan Tuhan yang serupa? Oleh karena itu, lebih aman untuk menghindari masuk ke dalam perdebatan-perdebatan yang tidak produktif dan sia-sia seperti itu. dengan orang-orang yang menganut kepercayaankepercayaan demikian. Seseorang dapat menanyakan kepada segenap orang yang mudah mempercayai khayalan seperti itu, jika mereka dapat menunjukkan satu saja kedatangan kembali, secara pribadi, dari antara orang-orang yang diriwayatkan telah naik ke langit yang jauh. Dapatkah segenap sejarah manusia menampilkan satu contoh saja tentang kembalinya seseorang dengan tubuh kasar ke dunia ini, yang telah diriwayatkan naik ke langit dengan tubuh kasamya? Tunjukkan kepada kami jika memang itu ada.

Memperhatikan tidak adanya sama sekali pemenuhan secara harfiah penda'waan-penda'waan semacam itu, orang dihadapkan pada dua pilihan: menolak penda'waan-penda'waan seperti itu sebagai suatu penipuan atau menerimanya dalam makna kiasan, seperti yang dilakukan Yesus dalam kasus kedatangan Eliya/llyas yang kedua kalinya. Dari hal ini jelas bahwa orang-orang yang menantinanti kedatangan Yesus secara harfiah dari langit telah menciptakan suatu penghalang antara diri mereka sendiri dengan realita Yesus. Jika memang Yesus datang kembali, beliau akan datang hanya sebagai manusia biasa seperti segenap pembaharu Samawi yang dinanti-nantikan sebelum beliau. Jika beliau tampil sebagai seorang manusia biasa yang rendah hati, dilahirkan di sebuah negeri yang serupa dengan Judea di Palestina dan mendapat mandat memainkan peran sama seperti yang beliau mainkan pada kedatangan pertama beliau, apakah orang-orang di negeri itu akan memperlakukan beliau berbeda dari perlakuan yang beliau terima sebelumnya?

1. P.D. Ouspensky, A New Model of the Universe, p. 149-150, Kegan Paul Trench, Trubener & Co., Ltd 1938
Selengkapnya =>>

Sabtu, 19 Juli 2008

Pencatutan Kata Allah Dalam Al Kitab Indonesia

Bukanlah Alkitab/Bibel namanya kalau di dalamnya tidak mengandung berbagai bentuk kesalahan, kemustahilan, fitnah, pornografi, distorsi, kontradiksi, tambal-sulam, kesombongan, kebohongan, rasialisme, perombakan, penambahan, pengurangan, penyelewengan-sejarah, pengaburan-kisah, narasi fiktif, penyimpangan, pemalsuan, revisi-revisi, pencatutan, salah-arah, versi-versi-bervariasi, dan lain sebagainya.

Pada bagian awal ini, kita akan melihat bersama-sama tentang pencatutan kata Allah oleh para penyusun Alkitab Indonesia yang secara sengaja disalah-arahkan untuk tujuan tertentu.

Tidak bisa dibantah lagi, bahwa secara etimologis kata Allah berasal dari bahasa Arab, setidaknya telah tertulis di dalam kitab suci Al-Qur'an semenjak tahun 633 M, yaitu ketika untuk pertama kalinya kitab wahyu tersebut dibukukan oleh Zayd ibn Tsabit atas perintah Khulafaur Rasyidin I, Abu Bakar ash-Shiddiq.

Allah adalah kata dalam bahasa Arab yang berasal dari pemadatan al dan Ilah. Ia berarti Tuhan atau menyiratkan Satu Tuhan. Dengan kata lain, tidak ada tuhan selain Allah. Allah adalah nama diri Dzat Rabb Semesta Alam. Ia tidak dapat diterjemahkan dengan kata lain, misalnya, God, Tuhan, atau Gusti. Ia juga tidak dapat dijadikan terjemahan untuk bahasa manapun. Lafadz-nya dinamakan Lafzhul Jalalah.

Allah, tidak ada tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya, Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Mahatinggi lagi Mahabesar. (QS. 2:255)

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (QS. 20:14)

Dan Dialah Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (QS. 28:70)

Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Mahaesa; Allah adalah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia." (QS. 112:1-4)

Allah bukanlah roh (karena roh adalah makhluk) dan bukan pula dzat yang menyerupai makhluk sebagaimana disiratkan dalam catatan Alkitab. Ia adalah Dzat yang ghaib, tidak ada sesuatupun yang serupa dengan-Nya.

(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat. (QS. 42:11)

Karenanya, Allah, mengutuk keras kepada orang-orang yang menuhankan makhluk seperti Isa al-Masih (Yesus) dan Roh Kudus (malaikat Jibril), dan menjanjikan akan memasukkan mereka ke dalam neraka Jahannam.

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah adalah Mesias anak Maria", padahal Mesias (sendiri) berkata: "Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. (QS. 5:72-73)

Sesungguhnya orang-orang kafir, yakni Ahli Kitab (Yahudi dan Kristen) dan Musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (QS. 98:6)

Setelah membaca ulasan singkat di atas, marilah kita lihat bersama-sama bagaimana para penyusun Alkitab Indonesia secara membabi-buta dan tanpa malu-malu mencatut kata Allah untuk tujuan tertentu yang amat menyesatkan, berikut ini, antara lain (cetak biru ditambahkan):

Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. (Kejadian 1:2)

Salah-arah: Roh Allah?? , seharusnya: Roh Elohim.

Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." (Kejadian: 1:26)

Salah-arah: Allah, seharusnya: Elohim.

Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, (Kejadian 2:4)

Salah-arah: TUHAN Allah, seharusnya: JAHWEH.

Lagi Ia berfirman: "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub." Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah. (Keluaran 3:6)

Salah-arah: Allah, seharusnya: Tuhan (Allah adalah nama Dzat, bukan istilah).

Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. (Ulangan 5:6)

Salah-arah: TUHAN, Allahmu, seharusnya: ELOHIM, Tuhanmu.

Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. (Ulangan 5:7)

Salah-arah: allah, seharusnya: tuhan (Allah adalah nama Dzat, bukan istilah).

Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, (Ulangan 5:8-9)

Salah-arah: TUHAN Allahmu, adalah Allah, seharusnya: ELOHIM Tuhanmu, adalah Tuhan.

Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan. (Ulangan 18:15)

Salah-arah: TUHAN, Allahmu, seharusnya: ELOHIM, Tuhanmu.

DAN LAIN SEBAGAINYA.

Tampak jelas bagaimana para penyusun Alkitab Indonesia telah salah-arah atau mungkin sengaja menempatkan kata Allah sebagai istilah untuk penyebutan Tuhan. Padahal, Allah adalah nama diri Dzat Rabb Semesta Alam yang tidak dapat diterjemahkan ke dalam bahasa manapun dan tidak dapat dijadikan terjemahan untuk bahasa manapun! (Harap baca kembali ulasan singkat di atas!).

Lebih jauh, pengucapan Lafzhul Jalalah pada kata Allah harus diucapkan seperti ketika orang Islam menyebut Allah (lam kembar), sebaliknya, umat Kristen Indonesia mengucapkan kata Allah seperti ketika kita membaca kata alah (lam tunggal). Sudah salah-arah, tersesat pula.

Namun demikian, terlepas dari persoalan salah-arah di atas, harus dipahami, bahwa baik Elohim maupun Jahweh, keduanya pada hakikatnya merujuk pada satu Tuhan yang sama yaitu Allah. Kedua istilah Tuhan Yahudi tersebut, hanyalah memberikan identifikasi/ciri khas bagi suku-suku Israel yang turut andil dalam penyusunan kitab-kitab dalam Perjanjian Lama. Elohim adalah Tuhannya Kerajaan Israel Utara, sedangkan Jahweh adalah Tuhannya Kerajaan Israel Selatan dari suku Yehuda dan Benyamin, pada masa lampau.
Selengkapnya =>>

Al Kitab Mengutuk Pohon Natal

Tidak ada perayaan Natal tanpa pohon Natal. Inilah yang saat ini dirayakan oleh orang-orang kafir dari golongan Kristen setiap tanggal 25 Desember. Padahal, sebagaimana dapat dibaca dari buku-buku sejarah, perayaan Natal dan pohon Natal sudah ada semenjak zaman dahulu kala, jauh sebelum Yesus dilahirkan. Perayaan Natal ini sesungguhnya merupakan tradisi lama dari para penganut penyembah berhala.

Barulah pada abad keempat Masehi perayaan Natal ini diadopsi menjadi perayaan kelahiran Yesus oleh orang-orang kafir Kristen. Padahal, bukan saja tidak mungkin Yesus dilahirkan pada tanggal 25 Desember, akan tetapi, tanggal 25 Desember itu sendiri diyakini sebagai tanggal lahirnya para berhala (tuhan-tuhan buatan manusia) yang disembah oleh orang-orang kafir pada masa jauh sebelum Yesus.

Secara tegas, Alkitab/Bibel mengutuk keras perayaan Natal dan pohon Natal, berikut petikan ayat-ayatnya:

Yeremia 10:2-4:

"Beginilah firman Tuhan: "Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak, orang memperkuatnya dengan paku dan palu supaya jangan goyang."

Jadi, Alkitab/Bibel sendiri dengan tegas mengutuk keras pembuatan pohon Natal. Mengapa umat Kristen yang mengklaim Alkitab sebagai pedoman hidupnya malah justru menodai firman Tuhannya sendiri?

Wassalaam.
Selengkapnya =>>

Al Kitab vs IPTEK

Ada beberapa kasus dalam Alkitab yang secara tegas bertentangan dengan ilmu pengetahuan (sains) modern. Pertentangan ini membuktikan bahwa Alkitab sama sekali bukan firman Allah, tetapi merupakan karya tulis tangan-tangan jahil pada masa lampau.

1. KITAB KEJADIAN: Penciptaan siang dan matahari.

1:1. Pada mulanya Ellohim menciptakan langit dan bumi.
1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
1:3. Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.
1:4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.
1:5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.

AYAT2 DI ATAS BERBICARA TENTANG PENCIPTAAN HARI PERTAMA. BANDINGKAN DENGAN PENCIPTAAN HARI KEEMPAT BERIKUT INI:

1:16 Maka Ellohim menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.
1:17 Ellohim menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,
1:18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Ellohim melihat bahwa semuanya itu baik.
1:19 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.

Penjelasan:

Dijelaskan menurut Alkitab, bahwa pada hari pertama, Ellohim (Tuhan-Tuhan) telah menciptakan siang dan malam. Ini sesuatu yang sangat aneh dan tidak bisa diterima secara ilmiah oleh sains modern, oleh karena Ellohim baru menciptakan matahari pada hari keempat. Sesuatu yang sangat tidak masuk akal, bahwa "siang dan malam" sudah ada sebelum matahari diciptakan!

Sebuah kitab yang seharusnya menjadi petunjuk bagi kemaslahatan umat manusia, ternyata bertentangan dengan ilmu pengetahuan yang ada dalam umat manusia.

Menurut sains modern, kejadian siang dan malam disebabkan oleh rotasi/berputarnya bumi pada porosnya terhadap matahari. Matahari yang terus-menerus bersinar menerangi sistem tata surya, menimbulkan terjadinya siang dan malam bukan saja terhadap bumi, tetapi juga terhadap delapan planet lainnya dalam sistem tata surya, berikut satelit-satelitnya (bulan dan semacamnya).

Jadi, bukannya siang dan malam itu muncul secara tiba-tiba, tetapi ia muncul disebabkan oleh sinar matahari.


2. KITAB MARKUS: Jatuhnya bintang pada hari kiamat.

Konon, Yesus berkata:

13:24. "Tetapi pada masa itu, sesudah siksaan itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya
13:25 dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit, dan kuasa-kuasa langit akan goncang.1

13:32 Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja."

Penjelasan:

Menurut ayat 25, pengarang Markus, dimana konteksnya dinisbahkan ke mulut Yesus, menduga bahwa bintang2 di angkasa itu sebesar batu kali, sehingga pada hari kiamat nanti bintang2 itu akan berjatuhan menimpa bumi. Padahal, terdapat milyaran bintang di jagat raya ini, yang besarnya bahkan jauh melebihi bumi. Sebagai gambaran, dalam sistem jagat raya, matahari adalah sebuah bintang kecil yang bisa jadi tidak terlihat. Ini menunjukkan bahwa masih ada milyaran "matahari2" lain di jagat raya ini.

Dalam sistem tata surya sendiri, matahari merupakan "bintang" terbesar, berturut2 disusul planet yupiter, saturnus, uranus, neptunus, baru kemudian bumi.

Jadi, bagaimana mungkin bintang2 tersebut akan berjatuhan ke bumi? Sangat tidak ilmiah dan tidak masuk akal!!!

Lebih lanjut, menurut ayat 32, Yesus sendiri tidak mengetahui kapan datangnya hari kiamat. Bagaimana mungkin Yesus yang konon adalah Tuhan sampai tidak tahu kapan datangnya hari kiamat? Konsep Tuhan yang sangat lemah!

Kontroversi:

1. Markus 13:25 mungkin dapat dikontroversikan dengan ayat Al-Qur'an berikut ini:

"Maka apakah mereka tidak melihat langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka? Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau Kami jatuhkan kepada mereka gumpalan dari langit. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Tuhan) bagi setiap hamba yang kembali (kepada-Nya). (QS. 34:9)
Selengkapnya =>>

Incest Dalam Al Qur`an vs Bible

Kemustahilan Incest Anak Adam
Tak seorang pun dari umat Kristen yang tertarik untuk membaca ayat-ayat Alkitab tentang incest (hubungan suami-istri) anak-anak Adam yang melahirkan keturunan bagi mereka. Demikian juga dengan umat Islam, tak ada yang tertarik untuk membaca ayat-ayat Al-Qur'an tentang hal tersebut. Namun demikian, uraian singkat di bawah ini, menunjukkan bahwa persoalan incest tersebut sangatlah penting dan prinsipil khususnya berkaitan dengan keabsahan firman Tuhan dalam sebuah kitab suci. Uraian di bawah ini, dengan jelas menunjukkan kelogisan dan kemustahilan ayat-ayat firman Tuhan dalam sebuah kitab suci.


INCEST DALAM AL-QUR'AN

Catatan Al-Qur'an mengenai persoalan incest anak-anak Adam dijelaskan secara umum dan sangat singkat. Mengingat hal ini, ada baiknya kita uraikan persoalan incest tersebut dimulai dari proses kejadian awal manusia (Adam dan Hawa) hingga incest anak-anak mereka:

Pertama, Allah menciptakan Adam dari tanah (QS. 3:59; 15:28; 55:14; 37:11; 15:29, 71:17; 32:7; 32:9).

Kedua, Allah menciptakan Hawa dari diri Adam (QS. 4:1; 39:6).

Ketiga, Adam dan Hawa berinses sebagai suami-istri yang memperkembangbiakkan manusia, laki-laki dan perempuan. Diantara mereka saling berinses sehingga bertambah banyak seperti sekarang ini.

"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri (Adam), dan dari padanya Allah menciptakan isterinya (Hawa); dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." (QS. 4:1)

Incest anak-anak Adam dalam Al-Qur'an hanya dapat diketahui dari QS. 4:1 sebagaimana dikutip ayatnya di atas. Selebihnya, Al-Qur'an tidak menjelaskannya. Namun demikian, adalah hak Allah untuk menjelaskan atau tidak tentang incest anak-anak Adam ini, tetapi yang terpenting adalah bahwa Al-Qur'an sudah menjelaskan kepada umat manusia bahwa manusia pertama di dunia ini adalah Adam. Kemudian, dari diri Adam diciptakanlah Hawa sebagai istrinya. Dari keduanya, Allah memperkembangbiakkan manusia hingga sebanyak sekarang ini.

Reproduksi manusia melalui incest menurut ayat-ayat Al-Qur'an di atas, meski hanya secara singkat, cukuplah logis mengingat Al-Qur'an bukanlah buku sex yang menjelaskan proses reproduksi, tetapi sebuah kitab suci yang secara khusus diturunkan untuk menyeru jin dan manusia agar hanya menyembah kepada Allah saja. Disamping juga berbagai perintah dan larangan serta ancaman. Namun demikian, ajaran inti Al-Qur'an adalah ajaran Tauhid, yakni bahwa tidak ada tuhan selain Allah. Dialah Raja yang sebenar-benarnya di jagat raya ini. Karena itu, sembahlah Dia saja, Tuhan pencipta semesta alam.


INCEST DALAM ALKITAB

Sebelum membahas persoalan incest dalam Alkitab, terlebih dahulu perhatikan dan cermati baik-baik ayat-ayat Kitab Kejadian berikut ini:
4:1. Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN."
4:2 Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani.

4:8. Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.

4:16. Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden.
4:17 Kain bersetubuh dengan isterinya dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Henokh; kemudian Kain mendirikan suatu kota dan dinamainya kota itu Henokh, menurut nama anaknya.

4:25. Adam bersetubuh pula dengan isterinya, lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Set, sebab katanya: "Allah telah mengaruniakan kepadaku anak yang lain sebagai ganti Habel; sebab Kain telah membunuhnya."

5:3 Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya.
5:4 Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
5:5 Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.**
5:6. Setelah Set hidup seratus lima tahun, ia memperanakkan Enos.


Dari ayat-ayat Kitab Kejadian di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut:

- Nama anak-anak Adam berturut-turut adalah: Kain (laki-laki), Habel (laki-laki), dan Set (laki-laki).
- Umur Adam 130 tahun ketika memperanakkan Set (laki-laki).
- Umur Adam 235 tahun ketika Set memperanakkan Enos.
- Setelah umur Adam 800 tahun, ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.

KEMUSTAHILAN CATATAN ALKITAB TENTANG INCEST

Berdasarkan kesimpulan di atas, tanpa bisa dibantah lagi, terdapat dua kemustahilan catatan Alkitab berkaitan dengan incest anak-anak Adam, yaitu:

Pertama, kemustahilan incest Set yang memperanakkan Enos.

Sebagaimana disimpulkan di atas, ketika umur Adam 235 tahun, Set memperanakkan Enos, padahal Adam belum memperanakkan anak perempuan hingga umur 800 tahun. Lalu, dengan siapa Set berincest sehingga memperanakkan Enos? Tentu, ini sebuah kemustahilan catatan Alkitab.

Kedua, kemustahilan incest Kain yang memperanakkan Henokh.

Sebagaimana dijelaskan Alkitab, Adam baru memperanakkan anak perempuan ketika ia berumur 800 tahun. Adam memperanakkan putra ketiganya, Set, ketika ia berumur 130 tahun. Dengan demikian, maka Adam memeperanakkan putra pertamanya, Kain, jauh sebelum umur Adam mencapai 130 tahun.

Jika diasumsikan umur Adam 120 tahun ketika mempertanakkan Kain, dan anak perempuan pertama Adam berumur 20 tahun ketika diambil istri oleh Kain, maka umur Kain ketika berincest dengan istrinya adalah 700 tahun. Sebuah catatan yang tidak masuk akal! Seorang laki-laki normal harus menunggu waktu selama 700 tahun untuk berincest dengan pasangannya.

Lebih jauh, Alkitab mencatat bahwa Kain pergi dan menetap di tanah Nod dan beranak-cucu di sana hingga mendirikan sebuah kota yang bernama Henokh. Dari mana Kain mendapatkan istrinya? Bukankah manusia pertama menurut Alkitab adalah Adam?

Dengan demikian, jelaslah bahwa ayat-ayat Alkitab di atas sama sekali bukan firman Tuhan, karena mengandung catatan kemustahilan yang sangat fatal. Ayat-ayat di atas, tampaknya lebih merupakan penjabaran dari firman Tuhan yang sebenarnya yang telah dicorengkan secara ngawur oleh tangan-tangan jahil Bani Israel dalam Kitab Kejadian.

Pantaskah manusia beriman pada kemustahilan firman Tuhan dalam Alkitab?


Keterangan:

**Kejadian 5:1-5 adalah berasal dari Sumber P, ayat-ayat selanjutnya sampai dengan Kejadian 5:32 menggunakan Sumber E. Akibatnya, redaksinya menjadi kacau balau dan menimbulkan kontradiksi yang sangat fatal. Selengkapnya =>>

Jumat, 18 Juli 2008

Lautan Ayat-Ayat Kontradiksi Didalam Al Kitab

Ada banyak sekali pertentangan antar-ayat di dalam Alkitab yang menunjukkan bahwa Alkitab sama sekali bukan sebuah kitab wahyu yang berisi kumpulan firman Tuhan, meski di dalamnya memuat serpihan-serpihan dari firman Tuhan yang sebenarnya. Contoh-contoh berikut mewakili sejumlah besar ayat-ayat Alkitab yang saling bertentangan:

(1) EZRA 2:5 VS NEHEMIA 7:10.

Dalam Ezra, jumlah anak Arah TERTULIS: "775 orang", TETAPI dalam Nehemia: "652 orang".

(2) 2 RAJA-RAJA 8:26 VS 2 TAWARIKH 22:2.

Dalam 2 Raja-raja, umur Ahazia ketika naik raja TERTULIS: "22 tahun", TETAPI dalam 2 Tawarikh: "42 tahun".

(3) 2 RAJA-RAJA 24:8 VS 2 TAWARIKH 36:9.

Dalam 2 Raja-raja, lamanya raja Jojachin berkuasa TERTULIS: "3 bulan", TETAPI dalam 2 Tawarikh: "3 bulan 10 hari".

(4) 2 SAMUEL 10:18 VS 1 TAWARIKH 19:18.

Dalam 2 Samuel, yang dibinasakan Daud TERTULIS: "700 ekor kuda kereta", "40.000 orang BERKUDA", dan "panglima perang SOBACH", TETAPI dalam 1 Tawarikh: "7.000 ekor kuda kereta", "40.000 orang BERJALAN KAKI", dan "panglima perang SOFACH".

(5) 2 SAMUEL 8:9-10 VS 1 TAWARIKH 18:9-10.

Dalam 2 Samuel, nama raja Hamat dan anaknya TERTULIS: "Toi dan Yoram", TETAPI dalam 1 Tawarikh: "Tohu dan Hadoram".

(6) 2 SAMUEL 23:8 VS 1 TAWARIKH 11:11 (1).

Dalam 2 Samuel, nama pahlawan yang mengiringi Daud TERTULIS: "Josech Basjebet anak Tachkemoni", "kepala SEGALA PENGHULU", dan "menikam 800 orang", TETAPI dalam 1 Tawarikh: "Yasobam anak Hachmoni", "kepala ORANG TIGA PULUH", dan "menikam 300 orang".

(7) 2 SAMUEL 24:1 VS 1 TAWARIKH 21:1.

Dalam 2 Samuel, yang mengajak Daud melawan Israel TERTULIS: "TUHAN", TETAPI dalam 1 Tawarikh: "SETAN"!

(8) YOHANES 1:18 VS KEJADIAN 18:1 & 32:30.

Dalam Yohanes TERTULIS: "hanya Yesus yang melihat Allah", TETAPI dalam Kejadian 18 & 32: "Abraham dan Yakub pun pernah melihat Allah". (bertentangan literatur).

(9) 2 SAMUEL 8:8 VS 1 TAWARIKH 18:8.

Dalam 2 Samuel, tempat dimana raja Daud memindahkan perunggu TERTULIS: "Tebach dan Berotai", TETAPI dalam 1 Tawarikh: "Tibchat dan Chun".

(10) KELUARAN 4:22 VS YEREMIA 31:9.

Dalam Keluaran, yang merupakan anak sulung Allah TERTULIS: "ISRAIL", TETAPI dalam Yeremia: "AFRAIM".

(11) YOHANES 5:31 VS YOHANES 8:14.

Dalam Yohanes 5, perkataan Yesus TERTULIS: "Jika aku menyaksikan dari hal diriku, maka kesaksianku itu TIDAK BENAR", TETAPI dalam Yohanes 8: "Jika aku menyaksikan dari hal diriku, maka kesaksianku itu BENAR". (bertentangn redaksi).

(12) YOHANES 10:38 & 14:11 VS YOHANES 14:28.

Dalam Yohanes 10:38 & 14:11, perkataan Yesus TERTULIS: "Bapa di dalam aku dan aku di dalam Bapa (karena itu Yesus = Tuhan)", TETAPI dalam Yohanes 14:28 Yesus berkata: "..Bapa LEBIH BESAR dari aku". (bertentangan prinsip).

(13) YOHANES 14:9 VS YOHANES 5:37.

Dalam Yohanes 14, TERTULIS: "Yesus berkata: Siapa yang melihat aku, dia telah melihat Bapa", TETAPI dalam Yohanes 5: "Yesus berkata: rupa-Nya (Bapa) pun tidak pernah kamu lihat". (bertentangan prinsip).

(14) YOHANES 10:30 VS YOHANES 17:11,21,22,23.

Dalam Yohanes 10, TERTULIS: "Yesus menyatu dengan Bapa (karena itu Yesus = Tuhan)", TETAPI dalam Yohanes 17: "Yesus menyatu dengan murid2nya". (salah persepsi).

(15) MATIUS 3:17 VS MATIUS 5:9; KELUARAN 4:22 & YEREMIA 31:9.

Dalam Matius 3, TERTULIS: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan (karena itu Yesus = Anak Allah)", TETAPI dalam Matius 5: "Yesus berkata: Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah", dalam Keluaran: "Israel adalah anak sulung Allah", dan dalam Yeremia: "Afraim adalah anak sulung Allah". (salah persepsi).

(16) MATIUS 1:20 VS LUKAS 1:41.

Dalam Matius, TERTULIS: "...Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus (karena itu Yesus = Roh Kudus)", TETAPI dalam Lukas: "...dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus". (salah persepsi).

(17) 1 KORINTUS 8:6 VS ULANGAN 4:35 & MARKUS 12:29.

Dalam 1 Korintus, TERTULIS: "Paulus berkata: hanya ada satu Allah saja yaitu Bapa dan hanya ada satu Tuhan saja yaitu Yesus Kristus", TETAPI dalam Ulangan: "Tuhan itulah Allah, dan kecuali Dia tiada yang lain lagi", dan dalam Markus: "Yesus berkata: Hai Israel, adapun Allah, Tuhan kita, Tuhan yang Esa". (bertentangan prinsip).

(18) 1 KORINTUS 8:6 VS MATIUS 15:24 & YOHANES 17:3.

Dalam 1 Korintus, TERTULIS: "Paulus berkata: ...dan hanya ada satu Tuhan saja yaitu Yesus Kristus", TETAPI dalam Matius: "Yesus berkata: Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel", dan dalam Yohanes: "Yesus berkata: ...mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus". Menurut Yesus sendiri, dia adalah UTUSAN TUHAN. (bertentangn prinsip).

(19) LUKAS 2:11 VS MATIUS 6:6-15 & 7:21.

Dalam Lukas, TERTULIS: "Malaikat berkata: telah lahir juru selamat yaitu Kristus Tuhan itu", TETAPI dalam Matius 6:6-15 "Yesus menyuruh umatnya untuk berdoa kepada Bapa (Allah)", dan dalam Matius 7:21 "Yesus berkata: "bukan tiap2 orang yang menyeru aku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk surga, hanyalah orang2 yang melakukan kehendak Bapaku yang di surga". (bertentangan prinsip).

(20) MATIUS 1:21 VS MATIUS 16:27 & YOHANES 5:30.

Dalam Matius 1, TERTULIS: "Malaikat berkata: ..Yesus akan melepaskan kaumnya dari segala dosanya", TETAPI dalam Matius 16 "Yesus akan membalas tiap2 orang menurut perbuatannya", dan dalam Yohanes 5 "Yesus menjadi pesuruh Tuhan dengan menjalankan hukum yang seadil2nya". (bertentangan hukum).

(21) 1 KORINTUS 7:19 VS KEJADIAN 17:14 & MATIUS 5:17-19.

Dalam 1 Korintus, TERTULIS: "Paulus berkata: Sunat tidak sunat, itu tidak penting", TETAPI dalam Kejadian (Taurat): "Tuhan berfirman: Laki-laki yang tidak disunat harus dilenyapkan karena telah mengingkari perjanjian antara Tuhan dan Abraham", dan dalam Matius 5:17-19, "Yesus berkata bahwa kedatangannya bukanlah untuk menghilangkan hukum Taurat dan kitab2 para nabi meski sedikit pun". (bertentangan hukum).

(22) LUKAS 24:7,46; MATIUS 12:40 & MATIUS 27:63 VS KENYATAAN.

Dalam Lukas 24, TERTULIS: "Yesus akan bangkit pada hari ke-3 sesudah hari kematiannya", dalam Matius 12: "Yesus akan tinggal di rahim bumi selama 3 hari 3 malam" (sama dengan 72 jam), dan dalam Matius 27: "Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku (Yesus) akan bangkit.", TETAPI KENYATAANNYA: "Yesus bangkit pada hari ke-2", ingat! Yesus mati pada hari Jumat sore (Lukas 23:54) tetapi mayatnya pada hari Minggu pagi sudah tidak ada (Lukas 24:1-3). Ini berarti Yesus tinggal di rahim bumi cuma 1 hari 2 malam saja atau sekitar 36 jam (separoh janjinya).

(23) IBRANI 11:17 & KEJADIAN 22:2 VS KEJADIAN 16:15-16 & 21:5.

Dalam Ibrani dan Kejadian 22, TERTULIS: "Abraham mengorbankan (qurban) Ishak, anaknya yang tunggal (padahal yang dimaksud ayat tersebut adalah ISMAEL, karena Ishak adalah adik Ismael lain ibu)", TETAPI dalam Kejadian 16:15 "Abraham menamai anaknya yang dilahirkan Hagar itu Ismael", dalam Kejadian 16:16 "bahwa Abraham berusia 86 tahun ketika anaknya, Ismael, lahir", dan dalam Kejadian 21:5 "bahwa Abraham berusia 100 tahun ketika anaknya, Ishak, lahir". Jadi, Ishak BUKANLAH anak tunggal Abraham melainkan adik Ismael!

(24) MATIUS 26:1-2 VS MATIUS 27:46.

Dalam Matius 26, TERTULIS: "kedatangan Yesus adalah untuk disalibkan", TETAPI dalam Matius 27: "ketika disalib, Yesus berteriak minta tolong kepada Tuhan: Eli, eli, lama sabachtani!". (bertentangan konsep).

(25) GALATIA 3:13 VS YEHEZKIEL 18:20 & MARKUS 10:14.

Dalam Galatia, TERTULIS: "Paulus Tarsus berkata: terkutuknya Yesus di kayu salib adalah untuk menebus dosa2 manusia", TETAPI dalam Yehezkiel: "kebenaran/kejahatan manusia menjadi tanggung jawab masing2", dan dalam Markus: "Yesus menyatakan bahwa kanak-kanaklah yang mempunyai kerajaan surga (berarti suci atau bebas dari dosa, sekaligus membantah adanya DOSA WARIS)". (bertentangan konsep).

(26) ULANGAN 14:3-21 & IMAMAT 11:1-47 VS MARKUS 7:14-20 VS MATIUS 5:17-19.

Dalam Ulangan & Imamat (Taurat), TERTULIS: "Tuhan berfirman: Binatang2 laut tak bersirip/bersisik, daging babi, serta jenis2 burung dan mamalia tertentu adalah haram dimakan", TETAPI dalam Markus: "Yesus menghalalkan semua makanan", padahal dalam Matius: "Yesus datang bukan untuk menghilangkan hukum Taurat dan kitab2 para nabi meski sedikit pun". (bertentangan hukum).

(27) IMAMAT 10:8-11 & ULANGAN 29:6 VS MATIUS 15:11 VS MATIUS 5:17-19.

Dalam Imamat & Ulangan, TERTULIS: "Tuhan berfirman: meminum anggur dan minuman keras (memabukkan) adalah haram", TETAPI dalam Matius 15 "Yesus berkata: bukan yang masuk ke mulut yang menajiskan orang melainkan yang keluar dari mulut", padahal dalam Matius 5: "Yesus berkata bahwa kedatangannya bukanlah untuk menghilangkan hukum Taurat dan kitab2 para nabi meski sedikit pun". (bertentangan hukum).

(28) MATIUS 3:17 & 12:18-21 VS YESAYA 42:1-16.

Dalam Matius 3:17 & 12:18, Firman Tuhan TERTULIS: "Inilah anak-Ku yang Kukasihi, kepadanyalah Aku berkenan". Menurut Kristen/Katolik, ayat ini menunjuk kepada Yesus. Padahal, ayat tersebut dikutip dari Yesaya 42:1 yang mengarah kepada keturunan Ismael. Periksa Yesaya 42:11, terdapat kalimat: "..demikian pun segala dusun yang diduduki ORANG KEDAR". "Orang Kedar" adalah orang2 Arab keturunan Ismael (Kejadian 25:13,16), sedangkan Yesus adalah keturunan Ishak (Matius 1:2). Kemudian periksa Yesaya 42:12, terdapat kalimat: "..dan dikabarkannya KEPUJIANNYA pada segala pulau". Kata "kepujiannya" lebih mengarah kepada Muhammad, karena Muhammad (bahasa Arab) artinya "yang terpuji", dan beliaulah satu2nya keturunan Ismael yang menjadi nabi/rasul Allah.

(29) MARKUS 13:31-32 VS KONSEP TUHAN.

Dalam Markus 13:31-32, TERTULIS: "Tuhan Yesus tidak mengetahui kapan datangnya hari kiamat", hal ini sangat bertentangan dengan konsep Tuhan yang MAHA MENGETAHUI segala sesuatu.

(30) MATIUS 27:46 & MARKUS 15:34 VS KONSEP TUHAN.

Dalam Matius 27:46, TERTULIS: "ketika disalib Tuhan Yesus berteriak: 'Eli, Eli, lama sabakhtani?' Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?", teriakan Tuhan Yesus ini sangat bertentangan dengan konsep Tuhan yang MAHA KUASA lagi MAHA PERKASA. (Ini adalah salah satu indikasi paling kuat dari injil2 kanonik tentang bantahan penyaliban Yesus).

(31) KEJADIAN 17:3 & MATIUS 26:39 VS PRAKTIK UMAT.

Dalam Kejadian 17:3, tatacara Abraham mengahadap Allah TERTULIS: "Lalu SUJUDLAH Abram, dan Allah berfirman kepadanya", dan dalam Matius 26:39, tatacara Yesus menghadap Allah (Bapa) TERTULIS: "Maka Ia (Yesus) maju sedikit, lalu SUJUD dan berdoa kata-Nya: "Ya Bapa-Ku,...", TETAPI dalam PRAKTIK UMAT Kristen/Katolik, tatacara ibadah mereka TIDAK MENGENAL sujud. (bertentangan syariat).

(32) LUKAS 3:23-38 VS MATIUS 1:18 (2).

Dalam Lukas, silsilah Yesus TERTULIS: "Yesus adalah anak Yusuf,...(berarti darah daging Yusuf)", TETAPI dalam Matius: "Maria mengandung Yesus sebelum bersetubuh dengan Yusuf (berarti Yesus bukan darah daging Yusuf)". (bertentangan prinsip).

(33) MATIUS 1:1-17 VS LUKAS 3:23-38.

Dalam Matius, silsilah Yesus TERTULIS: "Yesus adalah anak Yusuf anak Yakub anak Matan anak Eleazar anak Eliud anak Akhim anak Zadok anak Azor anak Elyakim anak Abihud anak Zerubabel anak Sealtiel...", TETAPI dalam Lukas: "Yesus adalah anak Yusuf anak Eli anak Matat anak Lewi anak Malhi anak Yanai anak Yusuf anak Matica anak Amos anak Nahum anak Hesli anak Nagai...". (hampir semuanya berbeda nama orang).

(34) MATIUS 1:1-17 & LUKAS 3:23-38 VS MATIUS 1:18.

Dalam Matius dan Lukas, TERTULIS: "Inilah silsilah Yesus", padahal yang dimaksud adalah silsilah Yusuf, karena berdasarkan Matius 1:18 bahwa "Maria sudah mengandung Yesus sebelum bersetubuh dengan Yusuf". Dengan demikian, maka "SILSILAH YESUS" yang diuraikan dalam Matius 1:1-17 dan Lukas 3:23-38 adalah SALAH KAPRAH!

(35) KISAH PARA RASUL 16:10 & 18:6 VS MATIUS 15:24 & 10:5-6.

Dalam Kisah Para Rasul 16, TERTULIS: "Mereka berkata: ...kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana (Makedonia)", dan dalam Kisah Para Rasul 18 "Paulus berkata: ...aku bersih, tidak bersalah. Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain", padahal dalam Matius 15:24 "Yesus berkata: Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel", dan dalam Matius 10 "Yesus BERPESAN kepada 12 orang murid2nya untuk TIDAK BERDAKWAH ke negeri selain Bani Israel". (bertentangan hukum dan prinsip).

(36) KEJADIAN 12:10-20 VS KEJADIAN 20:1-17 VS KEJADIAN 26:6-11.

Dalam Kejadian 12, TERTULIS Raja Fir'aunlah yang merampas Sarah dari tangan Abraham, TETAPI dalam Kejadian 20, Raja Abimelekhlah yang merampas Sarah, dan dalam Kejadian 26, Raja Abimelekhlah yang merampas Ribka dari tangan Ishak. (berbeda sumber penulis).

(37) MATIUS 12:40 & YUNUS 2:1-11 VS KENYATAAN (HIDUP VS MATI).

Dalam Matius 12:40 perkataan Yesus TERTULIS: "Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia (Yesus) akan tinggal di rahim bumi tiga hari tiga malam", dan keterangan dalam Yunus 2:1-11 bahwa "Yunus tinggal di dalam perut ikan dalam keadaan HIDUP", TETAPI KENYATAANNYA Yesus tinggal di rahim bumi cuma 1 hari 2 malam saja dan dalam keadaan MATI! (lihat butir 22 di atas).

(38) MATIUS 10:10 VS MARKUS 6:8-10.

Dalam Matius, perkataan Yesus TERTULIS: "Janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau TONGKAT...", TETAPI dalam Markus: "Supaya jangan membawa apa2 dalam perjalanan mereka, KECUALI TONGKAT..." (bertentangan tentang "tongkat").

(39) MATIUS 2:1-15 VS LUKAS 2:6-46.

Dalam Matius, kisah Yesus TERTULIS: "sesudah Yesus dilahirkan maka ia langsung dilarikan bersama ibunya oleh Yusuf ke Mesir sampai raja Herodes mati", TETAPI dalam Lukas: "sesudah Yesus dilahirkan, ia dibawa ke Yerusalem, kemudian ke Nazaret dan tinggal di sana selama 12 tahun". (bertentangan kisah).

(40) LUKAS 24:21,29,36,51 VS KISAH PARA RASUL 1:3.

Dalam Lukas, TERTULIS: "Yesus telah naik ke surga pada hari kebangkitannya atau pada malam sebelumnya", TETAPI dalam Kisah Para Rasul: "Yesus naik ke surga sesudah 40 hari setelah kebangkitannya". (bertentangan kisah).

(41) YOHANES 10:8 VS SIFAT2 PARA NABI.

Dalam Yohanes 10:8, perkataan Yesus TERTULIS: "Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka". Pernyataan Yesus ini sangat bertentangan dengan sifat2 para nabi yang merupakan manusia pilihan Allah di muka bumi yang tidak mungkin berprofesi sebagai pencuri atau perampok. Ini sesuatu yang menggelikan.

(42) MARKUS 11:11-14 VS KONSEP TUHAN.

Dalam Markus 11, kisah Yesus TERTULIS: "Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Maka kata-Nya kepada pohon itu: "Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!" Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya." Kisah ini juga sangat menggelikan, mana mungkin Tuhan mengutuk pohon yang tidak bersalah gara2 tidak berbuah.

(43) KELUARAN 20:4 VS PATUNG BUNDA MARIA & YESUS.

Dalam Keluaran 20:4, Firman Tuhan TERTULIS: "Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi", TETAPI dalam kenyataannya di gereja2 sering dijumpai patung Bunda Maria dan atau Yesus, padahal dalam Matius 5:18 Yesus berkata: "...Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi." Mengapa Kristen merombak habis hukum Taurat?

(44) LUKAS 16:16 VS MATIUS 5:19.

Dalam Lukas 16:16, penulisnya berpendapat: "Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berbuat memasukinya", TETAPI dalam Matius, Yesus berkata: "Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada yang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang paling tinggi di dalam Kerajaan Sorga." (bertentangan prinsip dan hukum).

(45) YOHANES 13:13 ALKITAB INDONESIA VS YOHANES 13:13 NEW AMERICAN BIBLE.

Dalam Yohanes Alkitab Indonesia TERTULIS: "Kamu menyebut Aku GURU dan TUHAN, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan", TETAPI dalam Yohanes New American Bible: "You call me 'TEACHER' and 'MASTER', and rightly so, for indeed I am." (Pertentangan antara kata "TUHAN" VS "MASTER", padahal sama2 bersumber dari Alkitab Yunani dan Romawi - "TUHAN" berarti mutlak satu, sedangkan "MASTER" berarti relatif banyak, antara lain: tuan, guru, yang mulia, sri paduka, direktur, pemimpin, kepala).

(46). LUKAS 1:26-27 VS MATIUS 1:18 (3).

Dalam Lukas, kisah pemberitahuan kehamilan Maria TERTULIS: "Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria", TETAPI dalam Matius: "Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri". (MALAIKAT VS ROH KUDUS/TUHAN - perhatikan kata "bertunangan"!).

(47) MATIUS 1:20-25 VS LUKAS 1:28-35.

Dalam Matius, sebelum kehamilan Maria, TERTULIS bahwa malaikat Tuhan bertemu dengan Yusuf (dalam mimpi) dan memerintahkan Yusuf memberi nama "Yesus" kepada anak yang akan dilahirkan Maria, TETAPI dalam Lukas, malaikat Tuhan bertemu dengan Maria dan memerintahkan Maria memberi nama "Yesus" kepada anak yang akan dilahirkannya. (bertentangan kisah).

(48) LUKAS 24:42 TEKS KUNO (al. KJV) VS LUKAS 24:42 ALKITAB SEKARANG.

Dalam Lukas teks kuno (al. KJV), TERTULIS: "Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng dan sarang madu sedikit", TETAPI dalam Lukas Alkitab Sekarang, kalimat "dan sarang madu sedikit" ditiadakan!

(49) KEJADIAN 37:36 VS KEJADIAN 39:1.

Dalam Kejadian 37, TERTULIS orang Midian-lah yang membawa Yusuf ke Mesir dan menjualnya. TETAPI dalam Kejadian 39, orang Ismail-lah yang membawa Yusuf ke Mesir dan menjualnya. (berbeda penulis).

(50) KELUARAN 20:11 VS ULANGAN 5:15.

Dalam Keluaran, TERTULIS pengkudusan Hari Sabat berkaitan dengan penciptaan langit dan bumi, TETAPI dalam Ulangan, pengkudusan Hari Sabat berkaitan dengan perbudakan bangsa Israel di Mesir.

(51) KEJADIAN 1:11-13 VS KEJADIAN 2:3-5.

Dalam Kejadian 1:11-13, TERTULIS bumi sudah ditumbuhi tunas2 dan pepohonan (penciptaan hari ke-3), TETAPI dalam Kejadian 2, keadaan bumi masih belum ditumbuhi oleh apa pun (keadaan setelah hari ke-7).

(52) MATIUS 28:19 TEKS KUNO VS MATIUS 28:19 ALKITAB SEKARANG.

Dalam Matius teks kuno, sabda Yesus TERTULIS: "... baptislah mereka dalam nama-KU", TETAPI dalam Alkitab Sekarang: "... baptislah mereka dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus". (Distorsi ke arah Trinitas).

(53) MATIUS 2:1-8 VS LUKAS 2:1-20.

Dalam Matius TERTULIS, "Yesus dilahirkan pada zaman raja Herodes", TETAPI dalam Lukas, "Yesus dilahirkan pada zaman Kaisar Agustus (sesudah zaman Herodes), yakni ketika diadakan sensus penduduk di Yudea".

(54) 2 SAMUEL 17:25 VS 1 TAWARIKH 2:17.

Dalam 2 Samuel (al. KJV dan DRB) TERTULIS, "Yitra adalah seorang bangsa Israel", TETAPI dalam 1 Tawarikh, "Yitra adalah seorang bangsa Ismail".

(55) 1 RAJA-RAJA 7:26 VS 2 TAWARIKH 4:5.

Dalam 1 Raja-raja TERTULIS, "Sulaiman memiliki 2.000 kamar mandi", TETAPI dalam 2 Tawarikh, "Sulaiman memiliki 3.000 kamar mandi".

(56) 2 TAWARIKH 9:25 VS 1 RAJA-RAJA 4:26.

Dalam 2 Tawarikh TERTULIS, "Sulaiman memiliki 4.000 kandang kuda", TETAPI dalam 1 Raja-raja, "Sulaiman memiliki 40.000 kandang kuda".

(57) 1 SAMUEL 28:6 VS 1 TAWARIKH 10:13-14.

Dalam 1 Samuel TERTULIS, "Saul meminta petunjuk kepada Tuhan", TETAPI dalam 1 Tawarikh, "Saul TIDAK meminta petunjuk kepada Tuhan".

(58) YOHANES 3:13 VS 2 RAJA-RAJA 2:11 & KEJADIAN 5:24.

Dalam Yohanes TERTULIS, "tidak ada seorangpun yang telah naik ke surga", TETAPI dalam 2 Raja-raja, "Elia naik ke surga", dan dalam Kejadian, "Henokh naik ke surga".

(59) YOHANES 18:9 VS YOHANES 17:12.

Dalam Yohanes 18 TERTULIS, "Yesus tidak kehilangan seorangpun dari murid2nya", TETAPI dalam Yohanes 17, "Yesus hanya kehilangan seorang".

(60) 2 TAWARIKH 6:36 VS 1 YOHANES 3:9.

Dalam 2 Tawarikh TERTULIS, "semua berdosa", TETAPI dalam 1 Yohanes, "setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi".

(61) [YOHANES 1:18; 1 TIMOTIUS 6:16; KELUARAN 33:20] VS [KELUARAN 33:11; KELUARAN 24:10; KEJADIAN 32:30; KELUARAN 33:23].
Dalam kelompok yang pertama TERTULIS, "tidak seorang pun yang pernah dan mampu melihat Tuhan", TETAPI dalam kelompok yang kedua--berturut-turut--, "Musa berhadapan muka dengan Tuhan", "Musa, Harun, dan 70 orang lainnya melihat Tuhan", "Yakub berhadapan muka dengan Tuhan", dan sebagai hadiah khusus, "Musa diperkenankan melihat punggung Tuhan".

(62) 1 KORINTUS 14:33 VS YESAYA 45:7; 1 SAMUEL 16:14; 2 TESALONIKA 2:11.

Dalam 1 Korintus TERTULIS, "Tuhan tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera", TETAPI dalam Yesaya, "Tuhan membuat kejahatan", dalam 1 Samuel, Tuhan mengeluarkan roh jahat dari diri-Nya", dan dalam 2 Tesalonika, "Tuhan membuat kesesatan".

(63) MARKUS 10:27 & MATIUS 19:26 VS HAKIM-HAKIM 1:19.

Dalam Markus dan Matius TERTULIS, "segala sesuatu bagi Allah", TETAPI dalam Hakim-hakim, "Tuhan menyertai Yehuda tetapi tidak dapat menghalau penduduk di lembah yang mempunyai kereta besi".

(64) MAZMUR 30:6 VS BILANGAN 32:13.

Dalam Mazmur TERTULIS, "sebab sesaat saja Tuhan murka", TETAPI dalam Bilangan, "Tuhan murka selama 40 tahun lamanya kepada orang Israel".

(65) BILANGAN 23:19 VS 1 SAMUEL 15:35; KELUARAN 32:14.

Dalam Bilangan TERTULIS, "Tuhan tidak pernah menyesal karena Ia bukan anak manusia", TETAPI dalam 1 Samuel, "Tuhan menyesal karena Ia menjadikan Saul raja Israel", dan dalam Keluaran, "Tuhan juga menyesal karena malapetaka yang dirancangnya atas umat Israel".

(66) MAZMUR 100:5 VS 1 SAMUEL 15:3.

Dalam Mazmur TERTULIS, "kasih setia Tuhan untuk selamanya", TETAPI dalam 1 Samuel, "jangan ada belas kasihan kepada orang Amalek, tetapi bunuhlah semuanya, baik itu laki-laki, perempuan, anak-anak, bayi yang masih menyusu, lembu, domba, maupun keledai".

(67) 1 TIMOTIUS 6:16 VS 1 RAJA-RAJA 8:12.

Dalam 1 Timotius TERTULIS, "Tuhan bersemayam dalam terang", TETAPI dalam 1 Raja-raja, "Tuhan memutuskan untuk diam dalam kekelaman".

(68) YAKOBUS 1:13 VS KEJADIAN 22:1.

Dalam Yakobus TERTULIS, "Tuhan tidak mencobai siapapun", TETAPI dalam Kejadian, "Tuhan mencobai Abraham".

(69) YOHANES 14:6 VS KISAH PARA RASUL 10:34-35.

Dalam Yohanes TERTULIS, "tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa tanpa melalui Yesus", TETAPI dalam Kisah Para Rasul, "setiap orang dari bangsa manapun yang takut kepada Tuhan dan mengamalkan kebenaran, diterima oleh-Nya".

(70) KEJADIAN 6:3 VS KEJADIAN 9:29; 25:7-8; 25:17; 35:28-29.

Dalam Kejadian 6 TERTULIS, "umur manusia hanya akan 120 tahun saja", TETAPI dalam Kejadian selanjutnya--berturut-turut--, "umur Nuh 950 tahun", "umur Abraham 175 tahun", "umur Ismail 130 tahun", dan "umur Ishak 180 tahun".

(71) KEJADIAN 6:19-20 VS KEJADIAN 7:23.

Dalam Kejadian 6 TERTULIS, "Tuhan memerintahkan Nuh untuk membawa segala makhluk hidup masing2 satu pasang", TETAPI dalam Kejadian 7, "Tuhan memerintahkan Nuh untuk membawa segala binatang yang tidak haram dan seluruh jenis burung masing2 tujuh pasang".

(72) 1 SAMUEL 6:19 TEKS KUNO (al. DRB & HCSB) VS 1 SAMUEL 6:19 ALKITAB INDONESIA.

Dalam 1 Samuel teks kuno (al. DRB & HCSB) TERTULIS, "Tuhan membunuh 50.070 orang karena melihat tabut Tuhan", TETAPI dalam 1 Samuel Alkitab Indonesia, "Tuhan hanya membunuh 70 orang saja". Benar-benar tidak tahu malu!

(73) KEJADIAN 2:17 VS KEJADIAN 5:4-5 (didukung KEJADIAN 3:4).

Dalam Kejadian 2 TERTULIS, "...sebab pada hari engkau (Adam) memakannya, PASTILAH engkau mati", TETAPI dalam Kejadian 5, "Adam dan Hawa, setelah Adam berumur 800 tahun, memperanakkan laki-laki dan perempuan hingga umur Adam mencapai 930 tahun". Dalam hal ini, Alkitab mencatat bahwa SETAN lebih jujur dibanding Tuhan, sebagaimana pernyataan setan dalam Kejadian 3:4 ketika membujuk Hawa untuk memakan buah terlarang dengan mengatakan, "sekali-kali kamu (Hawa) TIDAK akan mati". Kenyataannya, setelah Adam dan Hawa memakan buah terlarang itu, keduanya tetap hidup dan bahkan memperanakkan laki-laki dan perempuan. Benar-benar mengherankan!

(74) ROMA 2:13 VS GALATIA 2:16 (didukung 2 KORINTUS 12:16).

Ketika menulis surat kepada orang-orang Roma, Paulus berkata, "...tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan". TETAPI sebaliknya, ketika menulis surat kepada orang-orang Galatia, Paulus mengatakan, "...tidak seorangpun dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat...". Dan yang paling konyol adalah ketika Paulus menulis surat yang kedua kepada orang-orang Korintus, ia mengatakan dengan sejujurnya, "...dalam kelicikanku, aku telah menjerat kamu dengan tipu daya" (al. KJV).

(75) GALATIA 3:16 VS GALATIA 3:29.

Dalam Galatia 3:16 Paulus berkata, "Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya...hanya satu orang...yaitu Kristus". TETAPI dalam Galatia 3:29 Paulus berkata yang sebaliknya, "Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham...". Garis keturunan dalam Kristen benar-benar ditekankan untuk membentuk iman Kristen. Padahal, apakah Yesus keturunan Abraham? Perdebatan yang tak kunjung usai. Yesus, adalah manusia yang tidak memiliki silsilah!

(76) GALATIA 5:1-6 VS LUKAS 2:21.

Dalam Galatia, Paulus berkata, "...jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu...Kamu lepas dari Kristus...Sebab...hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti...", TETAPI dalam Lukas, "ketika genap delapan hari, Yesus disunat". Bagaimana Paulus mengajarkan sesuatu tentang Yesus tetapi justru bertentangan dengan pokok ajaran Yesus sendiri yaitu menegakkan hukum Taurat?

(77) GALATIA 5:14 VS KEJADIAN 7:14.

Dalam Galatia, Paulus berkata, "Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri". Apakah orang yang mengasihi manusia lain seperti mengasihi diri sendiri bisa dikatakan telah melakukan semua hukum Taurat? Sekali-kali tidak! Betapapun kasihnya dia kepada sesama manusia, tetapi jika dia enggan disunat, maka dia harus dilenyapkan dari muka bumi! (Kejadian 7:14). Inilah hukum Taurat yang sebenar-benarnya!

(78) IBRANI 7:3 VS TRITUNGGAL.

Dalam Ibrani, Paulus berkata, "Ia (Melkisedek) tidak berbapak, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya". Jika kita terjemahkan pernyataan Paulus tersebut--yang ditujukan kepada orang-orang Ibrani--, maka akan didapat persamaan, Melkisedek = Anak Allah = Yesus. Oleh karena Yesus = Allah = Roh Kudus, maka Melkisedek = Yesus = Allah = Roh Kudus = Caturtunggal atau Tritunggal plus Melkisedek. Sayangnya, tak seorang Kristen pun yang menuhankan Melkisedek padahal notabene sejajar/sederajat dengan Yesus.

(79) MATIUS 1:2-16 VS LUKAS 3:23-34.

Dalam silsilah Yesus menurut Matius, dari Abraham hingga Yesus terdiri atas 40 keturunan, TETAPI dalam silsilah Yesus menurut Lukas, dari Abraham hingga Yesus terdiri atas 56 keturunan (selisih 16 keturunan). Yang bener yang mana nih???

(80) MATIUS 17:13 VS YOHANES 1:21.

Menurut Matius, "Elia adalah Yohanes Pembaptis", TETAPI menurut Yohanes, "Elia BUKAN Yohanes Pembaptis". Ngaco lagi nih.

(81) 2 SAMUEL 24:13 VS 1 TAWARIKH 21:11-12.

Dalam 2 Samuel TERTULIS, Gad berkata kepada Daud, "Akan datangkah menimpa engkau 7 tahun kelaparan di negerimu? Atau maukah engkau melarikan diri 3 bulan lamanya...", TETAPI dalam 1 Tawarikh, Gad berkata kepada Daud, "Beginilah firman Tuhan: Haruslah engkau memilih 3 tahun kelaparan atau 3 bulan lamanya melarikan diri...".

(82) 2 TAWARIKH 36:9 VS 2 RAJA-RAJA 24:8.

Dalam 2 Tawarikh TERTULIS, "Yoyakim berumur 8 tahun ketika mulai memerintah", TETAPI dalam 2 Raja-raja, "Yoyakim berumur 18 tahun ketika mulai memerintah".

(83) YESAYA 53:7 VS MATIUS 26:39 & YOHANES 18:23,36.

Para misionaris Kristen mengklaim bahwa Yesus telah menggenapi nubuat Yesaya 53:7 yang mengatakan: "...seperti anak domba dia dianiaya, tetapi dia membiarkan dirinya ditindas sehingga tidak membuka mulutnya", TETAPI dalam Matius 26:39 Yesus berkata di hadapan Tuhan di bukit Zaitun, "Ya Bapaku, jikalau sekiranya mungkin...", dalam Yohanes 18:23 Yesus berkata di hadapan Imam Besar, "Jikalau kataku salah, tunjukkan salahnya...", dan dalam Yohanes 18:36 Yesus berkata kepada Pilatus, "Kerajaanku bukan dari dunia ini".

(84) MARKUS 16:14 VS 1 KORINTUS 15:5.

Dalam Markus TERTULIS, "Dia (Yesus) menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan", TETAPI dalam 1 Korintus, "Yesus menampakkan diri kepada Kefas (Simon Petrus) dan kepada kedua belas muridnya". Padahal, salah seorang murid Yesus yang bernama Yudas Iskariot telah meninggal bunuh diri (Matius 27:5).

(85) LUKAS 24:46 VS IBRANI 9:27 & LUKAS 24:39 (didukung YOHANES 20:17).

Menurut keyakinan Kristen, Yesus MATI untuk menggenapi nubuat sebagaimana yang dikatakan Lukas 24:46(4), "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga", TETAPI dalam Ibrani 9:27, "Dan (Yesus) sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi", dan dalam Lukas 24:39, "...karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ADA padaku". Jika Ibrani 9:27 dan Lukas 24:39 digabungkan, maka Yesus BELUM MATI !!! Lebih jelas lagi, dalam Yohanes 20:17 Yesus mengatakan kepada Maria setelah peristiwa penyaliban itu, "Sebab aku BELUM PERGI kepada Bapa". Sekali lagi, Yesus BELUM MATI !!!

(86) LUKAS 16:16 VS LUKAS 23:55-56 (didukung MATIUS 5:17-20).

Dalam Lukas 16:16 TERTULIS, "Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya dan berebut memasukinya", TETAPI dalam Lukas 23:55-56, "Dan perempuan-perempuan yang datang bersama-sama dengan Yesus dari Galilea, ikut serta dan mereka melihat kubur itu dan bagaimana mayat-Nya (Yesus) dibaringkan. Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat". Pengkudusan hari Sabat merupakan bagian pokok dari hukum Taurat. Ini berarti bahwa hukum Taurat tetap berlaku pada zaman Yesus, karena para pengikut Yesus sendiri tetap mengkuduskan hari Sabat justru setelah "Yesus" mati. Singkatnya, Yesus tetap memberlakukan hukum Taurat kepada umatnya sebagaimana pernyataannya sendiri dalam Matius 5:17-20.

(87) KEJADIAN 1:2-13 (Sumber P) VS KEJADIAN 2:4-7 (Sumber J).

Dalam Kejadian 1 TERTULIS, "bumi sudah terbentuk berupa daratan dan lautan", TETAPI dalam Kejadin 2, "lautan belum terbentuk, tetapi baru ada kabut (gas) naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi".

(88) KEJADIAN 8:21 VS 1 SAMUEL 6:19 & MARKUS 5:12-13.

Dalam Kejadian, firman Tuhan TERTULIS, "...Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan", TETAPI dalam 1 Samuel, "Tuhan membunuh 50.070 orang karena melihat tabut Tuhan", dan dalam Markus, Tuhan Yesus membunuh sekitar 2.000 babi untuk menyembuhkan seorang yang kerasukan roh-roh jahat".

Memang ada banyak sekali !!
Jika belum puas masih ada tambahan Ayat-Ayat Kontradiksi didalam Al Kitab disini

KETERANGAN:

(1) Dalam New American Bible, nama pahlawan yang mengiringi Daud sudah DIREVISI menjadi "ISHBAAL anak HACHAMONI", "kepala ORANG TIGA"! Namun demikian, New American Bible diyakini sebagai satu-satunya Alkitab dengan akurasi terjemahan yang paling baik.

(2) Dalam Lukas 3:23 teks kuno (al. KJV & DRB) TIDAK TERDAPAT kalimat "menurut anggapan orang"! Ini berbeda dengan Lukas 3:23 dalam Alkitab sekarang yang sudah beberapa kali direvisi.

(3) Menurut Al-Qur'an, Roh Kudus/Ruhul Qudus adalah julukan/nama lain bagi malaikat Gabriel/Jibril yang mempunyai tugas menyampaikan wahyu kepada para nabi/rasul. Akan tetapi, mengingat ajaran Trinitas memasukkan Roh Kudus sebagai salah satu unsur Tuhan, maka kedua ayat di atas menjadi BERTENTANGAN.

(4) Nubuat yang "dikutip" pengarang Lukas dalam Lukas 24:46, tidak ditemukan dalam naskah Perjanjian Lama. Singkatnya, Lukas memiliki nubuat yang "dikutip" yang sama sekali tidak ada!


CATATAN:

- Seluruh Injil2 Kristen ditulis oleh para penulisnya berdasarkan informasi yang sampai kepada mereka, sebagian dari sumber Q, dan gagasan-gagasan penulisnya sendiri setelah membaca Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani, sama sekali bukan atas wahyu dari Tuhan, sehingga tidak mengherankan jika antara Injil yang satu dengan yang lain terjadi perbedaan redaksi dan terdapat banyak pertentangan prinsip yang sangat tajam.

- Adapun para penulis Perjanjian Baru (termasuk Injil2 Kristen) sangat mungkin adalah orang2 Romawi dan Yunani yang nyata2 tidak menyaksikan kehidupan Yesus. Mereka hanya mengetahui Yesus dari informasi yang sampai kepada mereka. Selengkapnya =>>