Jumat, 18 Juli 2008

Ribuan Kontradiksi Al Kitab

SAMBUNGAN DARI SINI

Kontradiksi Perjanjian Lama

89. Siapakah anak Daud yang kedua?

a. Kileab (II Samuel 3:2-3).
b. Daniel (I Tawarikh 3:1).

90. Berapa tahun kelaparan yang diberitahukan Gad kepada Daud?

a. 7 tahun kelaparan (II Samuel 24:13).
b. 3 tahun kelaparan (I Tawarikh 21:12).

91. Di Yerusalem, Daud mengambil beberapa gundik atau tidak?

a. Ya! Daud mengambil beberapa gundik dan istrei (II Samuel 5:13-16).
b. Tidak ! Daud hanya mengambil beberapa isteri saja : (I Tawarikh 14:3-7).

92. Berapa anak-anak Daud dari gundik di Yerusalem?

a. 11 orang (II Samuel 5:13-16).
b. 13 orang (I Tawarikh 14:3-7).

93. Siapa anak Tou yang diutus untuk mengucapkan selamat kepada Daud?

a. Yoram (II Samuel 8:10).
b. Hadoram (I Tawarikh 18:9-10).

94. Dari orang bangsa mana Daud mengambil perak dan emas untuk Tuhan?

a. Aram (II Samuel 8:11-12).
b. Edom (I Tawarikh 18:14-16).

95. Siapakah panitera (sekretaris) Daud?

a. Seraya (II Samuel 8:15-17).
b. Sausa (I Tawarikh 18:14-16).

96. Berapakah tentara berkuda tawanan Daud?

a. 1.700 orang (II Samuel 8:4).
b. 7.000 orang (I Tawarikh 18:4).

97. Berapakah angkatan perang Daud dari orang Israel?

a. 800.000 (II Samuel 24:9).
b. 1.100.000 orang (I Tawarikh 21:5).

98. Berapakah angkatan perang Daud dari orang Yehuda?

a. 500.000 orang (II Samuel 24:9).
b. 470.000 orang (I Tawarikh 21:5).

99. Berapa mandor pengawas kerajaan Salomo (Sulaiaman)?

a. 3.300 mandor (I Raja-raja 5:16).
b. 3.600 mandor (II Tawarikh 2:2).

100. Berapa bat air di Bait Suci buatan Salomo?

a. 2.000 bat air (I Raja-raja 7:26).
b. 3.000 bat air (II Tawarikh 4:5).

101. Berapakah jumlah keturunan Yakub seluruhhya?

a. 66 jiwa (Kejadian 46:26).
b. 70 jiwa (keluaran 1:5).

102. Yang diharamkan, kelinci ataukah kelinci hutan?

a. Kelinci (Imamat 11:6).
b. Kelinci hutan (Ulangan 14:6).

103. Yang diharamkan, babi ataukah babi hutan ?

a. Babi hutan (Ulangan 14:8; Imamat 11:7).
b. Babi (Yesaya 66:17).

104. Berapa orang bani Yesua dan Yoab yang pulang kembali ke Yerusalem dan Yehuda dari pembuangan Nebukadnezar?

a. 2.812 orang (Ezra 2:6).
b. 2.818 orang (Nehemia 7:11).

105. Berapa anak-anak Benyamin?

a. l0 orang (Kejadian 46:21).
b. 5 orang (Bilangan 26:38-39).
c. 3 orang (I Tawarikh 7:6).
d. 5 orang (I Tawarikh 8:1-5).

Komentar : Silsilah anak Benyamin itu, semuanya tidak sama baik nama maupun jumlahnya.

106. Berapa cucu Benyamin (anak-anak Bela)?

a. 5 orang (I Tawarikh 7:7).
b. 9 orang (I Tawarikh 8:3-5).
c. 2 orang (Bilangan 26:40).

Buka dan bacalah ayat yang dimaksud. Terlihat jelas bahwa semua nama dan jumlah cucu Benyamin tidak ada yang sama.

107. Tuhan menyesal atau tidak?

a. Tuhan tidak punya sifat menyesal (I Samuel 15:29; Bilangan 23:19).
b. Tuhan menyesal dan pilu hati karena telah menciptakan manusia yang akhirnya cenderung berbuat jahat di muka bumi (Kejadian 6:5-6). Tuhan menyesal karena telah menjadikan Saul sebagai raja di Israel (I Samuel 15:10-11,35). Tuhan menyesal setelah mengacungkan tangan ke Yerusalem (II Samuel 24:16). Tuhan menyesal karena telah merancang malapetaka (Yeremia 26:3; 42:10; Keluaran 32:14).

108. Tuhan bisa dilihat atau tidak?

a. Tuhan tidak bisa dilihat dan didengar (Yohanes 5:37; 1 Timotius 1:17; 6:16, Keluaran 33:20; 1 Yohanes 4:12).
b. Tuhan bisa dilihat dengan mata kepala (Keluaran 33:11,20; Kejadian 18:1; 26:24; Yohanes 5:37; I Timotius 6:16; 1:17; 1 Yohanes 4:12).
c. Tuhan kelihatan kaki-Nya (Keluaran 24:9-10).
d. Tuhan kelihatan sedang duduk (Yesaya 6:1).
e. Tuhan bisa dilihat dari jauh (Yeremia 31:3).

DAN LAIN SEBAGAINYA.


Kontradiksi Perjanjian Baru

Silsilah Yesus dalam Alkitab bisa dilihat di dua kitab Injil yaitu Injil Matius 1:1-17 dan Injil Lukas 3:23-38. Sementara Injil Markus dan Injil Yohanes diam seribu bahasa tak tahu-menahu tentang silsilah Yesus.

109. Dalam silsilah dari Abraham sampai dengan Daud, siapakah anak Hezron?

a. Anak Hezron adalahArni (Lukas 3:33).
b. Anak Hezron adalah Ram (Matius 1:3).

110. Siapakah kakek Yesus?

a. Yakub (Matius 1:6).
b. Eli (Lukas 3:31).

111. Siapakah anak Daud yang menurunkan Yesus?

a. Salomo (Matius 1:6).
b. Natan (Lukas 3:31).

112. Yesus memasuki Yerusalem naik apa?

a. Seekor keledai (Markus 11:7; Lukas 19:35).
b. Seekor keledai betina dan seekor anak keledai (Matius 21:7).

113. Ketika Yesus bertemu Yairus, apakah anak perempuan Yairus sudah mati?

a. Ya! Sudan mati! (Matius 9:18).
b. Belum mati! Masih sakit dan hampir! (Markus 5:23).

114. Berapa jumlah orang buta yang bertemu Yesus di Yerikho?

a. Dua orang buta (Matius 20:29-30).
b. Hanya satu orang buta saja (Markus 10:46).

115. Dimana Yesus menemui orang kerasukan setan?

a. Di Gedara (Matius 8:28).
b. Di Gerasa (Markus 5:1-2).

116. Berapa jumlah orang kerasukan setan yang ditemui Yesus?

a. Ada 2 orang (Matius 8:28).
b. Hanya 1 orang saja (Markus 5:1-2).

117. Apa yang diucapkan Yudas di hadapan Yesus?

a. Salam Rabi (Matius 26:49).
b. Rabi (Markus 14:45).
c. Yudas tidak mengucapkan apa-apa/diam (Lukas 22:47).

118. Ketika Yesus berjalan di atas air, bagaimana respons para muridnya?

a. Mereka menyembah Yesus (Matius 14:33).
b. Mereka tercengang dan bingung (Markus 6:51-52).

119. Jam berapa Yesus disalibkan?

a. Jam sembilan (Markus 15:25).
b. Jam 12 Yesus belum disalibkan (Yohanes 19:14).

120. Yesus membawa damai dan keselematan atau onar?

a. Yesus menyelamatkan dunia (Matius 5:9; Yohanes 3:17; 10:34-36).
b. Yesus membawa onar, pedang dan kekacauan keluarga (Matius 10:34-36).

121. Apa hukumnya bersunat?

a. Sunat itu wajib (Kejadian 17:10-14; 21:4). Yesus tidak membatalkan sunat (Matius 5:17-20; Lukas 2:21). Yesus juga disunat (Lukas 2:21). Dan orang yang tidak disunat, tidak dapat diselamatkan (Kisah Para Rasul 15:1-2).
b. Kata Paulus, sunat tidak wajib, tidak berguna dan tidak penting (Galatia 5:6; 1 Korintus 7:18-19).

122. Bolehkah makan babi?

a. Babi haram dimakan (Ulangan 14:8; Imamat 11:7; Yesaya 66:17).
b. Kata Paulus, semua daging binatang halal dimakan, tidak ada yang haram (I Korintus 4:4-5; 6:12; 10:25; Kolose 2:16, Roma 14:17).

123. Selain Yesus, adakah yang naik ke sorga?

a. Tidak ada! Hanya Yesus saja yang pernah naik ke sorga (Yohanes 3:13).
b. Henokh dan Elia telah naik ke sorga (Kejadian 5:24; II Raja-raja 2:11).

124. Siapa orang yang mula-mula bertemu dengan Yesus setelah dugaan kematian dan kebangkitannya?

a. Kefas (1 Korintus 15:5).
b. Maria Magdalena, ia tahu bahwa itu adalah Yesus (Markus 16:9).
c. Maria Magdalena dan Maria yang lain (Matius 28:9).
d. Kleopas dan yang lain (Lukas 24:15).
e. Maria Magdalena, ia tidak tahu bahwa itu adalah Yesus (Yohanes 20:14).

125. Apakah Yesus anak Daud?

a. Menurut Matius, Ya! (Matius 1:1).
b. Menurut Yesus, Tidak! (Matius 22:45; Markus 12:37; Lukas 20:44).

126. Apakah yang dibawa Yesus di atas bumi?

a. Menurut Matius, Pedang (Matius 10:34).
b. Menurut Lukas, Pertentangan (Lukas 12:51).

127. Bagaimana sikap Yesus ketika disalib?

a. Pasrah dan lapang dada (Lukas 23:46).
b. Ketakutan (Markus 15:34; Matius 27:46).

128. Apa yang dikatakan kepala pasukan Romawi ketika melihat kematian Yesus di tiang salib?

a. "Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!" (Markus 15:9; Matius 27:54).
b. "Sungguh, orang ini adalah orang benar!" (Lukas 23:47).

129. Siapa orang yang memikul salib menuju Tempat Tengkorak (Golgota)?

a. Simon Kirene (Markus 15:21; Matius 27:32; Lukas 23:26).
b. Yesus sendiri (Yohanes 19:17).

130. Apa yang dikatakan Yesus terakhir kalinya sebelum mati di tiang salib?

a. "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." (Lukas 23:46).
b. "Sudah selesai." (Yohanes 19:30). Selengkapnya =>>

Tambal Sulam Dalam Al Kitab 1

Sesungguhnya, ada banyak sekali kasus2 tambal-sulam dalam teks Alkitab, khususnya dalam Perjanjian Lama, yang merupakan penggabungan teks dari berbagai sumber yang tidak jelas.

Para sarjana alkitabiah mengelompokkan sumber2 tersebut sebagai sumber J, E, P, dan D ditambah beberapa sumber-tak-dikenal ("?") dan catatan2 editorial. Namun demikian, masing2 dari sumber2 tersebut bukanlah dokumen yang tunggal dan utuh, tetapi merupakan kompilasi tambal-sulam dari berbagai sumber yang lebih kuno.

Pada website ini, kami hanya akan menyuguhkan beberapa contoh saja, sekedar untuk membuktikan bahwa Alkitab adalah kumpulan berbagai dokumen/sumber yang sama sekali tidak berdiri di atas fondasi kebenaran!

TAMBAL SULAM TAURAT 1: Penciptaan Langit dan Bumi.

Pemirsa akan melihat penggabungan 2 teks dari sumber P (cetak biru) dan sumber J (cetak merah) dalam kisah penciptaan langit dan bumi menurut Kitab Kejadian berikut ini:

1:1. Pada mulanya ELLOHIM menciptakan langit dan bumi.
1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh ELLOHIM melayang-layang di atas permukaan air.
1:3. Berfirmanlah ELLOHIM: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.
1:4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.
1:5 Dan ELLOHIM menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.
1:6. Berfirmanlah ELLOHIM: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air."
1:7 Maka ELLOHIM menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian.
1:8 Lalu ELLOHIM menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.
1:9. Berfirmanlah ELLOHIM: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian.
1:10 Lalu ELLOHIM menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. ELLOHIM melihat bahwa semuanya itu baik.
1:11 Berfirmanlah ELLOHIM: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian.
1:12 Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. ELLOHIM melihat bahwa semuanya itu baik.
1:13 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga.
1:14. Berfirmanlah ELLOHIM: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,
1:15 dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.
1:16 Maka ELLOHIM menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.
1:17 ELLOHIM menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,
1:18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. ELLOHIM melihat bahwa semuanya itu baik.
1:19 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.
1:20. Berfirmanlah ELLOHIM: "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala."
1:21 Maka ELLOHIM menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. ELLOHIM melihat bahwa semuanya itu baik.
1:22 Lalu ELLOHIM memberkati semuanya itu, firman-Nya: "Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak."
1:23 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima.
1:24. Berfirmanlah ELLOHIM: "Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar." Dan jadilah demikian.
1:25 ELLOHIM menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
1:26. Berfirmanlah ELLOHIM: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
1:27 Maka ELLOHIM menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar ELLOHIM diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
1:28 ELLOHIM memberkati mereka, lalu ELLOHIM berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."
1:29. Berfirmanlah ELLOHIM: "Lihatlah, ANI memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.
1:30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, ANI berikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian.
1:31. Maka ELLOHIM melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

2:1. Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.
2:2 Ketika ELLOHIM pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
2:3 Lalu ELLOHIM memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
2:4. Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN JAHWEH menjadikan bumi dan langit, --
2:5 belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN JAHWEH belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu;
2:6 tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu--
2:7 ketika itulah TUHAN JAHWEH membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
2:8. Selanjutnya TUHAN JAHWEH membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.
2:9 Lalu TUHAN JAHWEH menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.
2:10 Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang.
2:11 Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada.
2:12 Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras.
2:13 Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush.
2:14 Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat.
2:15 TUHAN JAHWEH mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.
2:16. Lalu TUHAN JAHWEH memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."
2:18. TUHAN JAHWEH berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. ANOKHI akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."
2:19 Lalu TUHAN JAHWEH membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu.
2:20 Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.
2:21. Lalu TUHAN JAHWEH membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN JAHWEH mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.
2:22 Dan dari rusuk yang diambil TUHAN JAHWEH dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.
2:23 Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki."
2:24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
2:25 Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.

Perhatikan perbedaan penyebutan nama Tuhan yang sangat mencolok di kedua kelompok ayat di atas! Pada kelompok ayat pertama (sumber P), Tuhan disebut sebagai "ELLOHIM", sedangkan pada kelompok ayat kedua (sumber J), Tuhan disebut sebagai "JAHWEH".

Kata "ELLOHIM" dalam ayat2 di atas merupakan bentuk jamak dari kata Ibrani: "ELLOHA", yang secara harfiah berarti "Allah-Allah". Pemirsa juga bisa melihat bentuk jamak lainnya dalam Kejadian 1:26, yakni penyebutan kata "Kita" yang menunjuk kepada "ELLOHIM". Namun demikian, oleh karena kata ganti orang pertama pada ayat2 di atas adalah "ANI" (Kejadian 1:29-30), maka ayat2 di atas diidentifikasi sebagai sumber P.

Perhatikan frasa penutup dari sumber P di atas, "Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya" (Kejadian 2:1), yang selanjutnya (setelah diselingi 2 ayat) disusul dengan frasa penutup dari sumber J, "Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan" (Kejadian 2:4). Kedua frasa ini merupakan bagian akhir dari masing2 sumber tersebut tentang peristiwa penciptaan langit dan bumi. Namun, penggabung Taurat lebih memilih sumber P untuk uraian pentahapan penciptaan langit dan bumi.

Secara gamblang, penggabungan 2 sumber ini dapat terlihat begitu jelas, yang mengakibatkan pertentangan teks yang cukup signifikan antara Kejadian 1:9-13 (penciptaan hari ke-3) yang berasal dari sumber P, dengan Kejadian 2:4-7 (setelah hari ke-7) yang berasal dari sumber J. Pada kelompok ayat pertama, dijelaskan bahwa bumi sudah terbentuk berupa daratan dan lautan dan sudah dipenuhi segala macam tumbuh2an, tetapi pada kelompok ayat kedua, dijelaskan bahwa keadaan bumi masih belum ditumbuhi oleh tanaman apa pun karena Tuhan JAHWEH belum menurunkan hujan dari langit dan lautan pun belum terbentuk, hanya ada kabut (gas) naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi. Pertentangan kedua kelompok ayat ini cukup logis, mengingat pada kelompok ayat pertama, Tuhan telah menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya (Kejadian 2:1), sementara menurut kelompok ayat kedua, tampaknya Tuhan baru menciptakan langit dan bumi saja tanpa isi (Kejadian 2:4). Karenanya, kisah Kitab Kejadian selanjutnya mengambil dari sumber J. Hal ini dapat terlihat dengan jelas dalam Kejadian 2:7 (sumber J), dimana Tuhan JAHWEH baru menciptakan manusia, padahal sebelumnya, menurut Kejadian 1:27 (sumber P), ELLOHIM telah menciptakan manusia. Selengkapnya =>>

Tambal Sulam Taurat 2 : Riwayat Banjir Nuh

Dalam kasus ini, kita akan melihat dengan jelas kompilasi tambal-sulam Alkitab yang terdiri atas 3 sumber sekaligus, yaitu sumber J, sumber E, dan sumber-tak-dikenal ("?").

Simak dan perhatikan baik2 teks Kitab Kejadian berikut ini yang kami ambil sebagian saja agar tidak membosankan untuk dibaca. Kompilasi tambal-sulam di bawah ini, kami beri cetak biru untuk sumber J, cetak hitam untuk sumber-tak-dikenal ("?"), dan cetak merah untuk sumber E.

5:28. Setelah Lamekh hidup seratus delapan puluh dua tahun, ia memperanakkan seorang anak laki-laki,
5:29 dan memberi nama Nuh kepadanya, katanya: "Anak ini akan memberi kepada kita penghiburan dalam pekerjaan kita yang penuh susah payah di tanah yang telah terkutuk oleh TUHAN."
5:30 Dan Lamekh masih hidup lima ratus sembilan puluh lima tahun, setelah ia memperanakkan Nuh, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
5:31 Jadi Lamekh mencapai umur tujuh ratus tujuh puluh tujuh tahun, lalu ia mati.
5:32 Setelah Nuh berumur lima ratus tahun, ia memperanakkan Sem, Ham dan Yafet.


6:1. Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan,
6:2 maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.
6:3. Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."
6:4. Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.
6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
6:6. maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.
6:7 Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka."
6:8. Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.
6:9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.
6:10 Nuh memperanakkan tiga orang laki-laki: Sem, Ham dan Yafet.
6:11. Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan.
6:12 Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.
6:13. Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.
6:14 Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam.
6:15 Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya.
6:16 Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas.
6:17 Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa.
6:18 Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu.
6:19 Dan dari segala yang hidup, dari segala makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa.
6:20 Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya.
6:21 Dan engkau, bawalah bagimu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi makanan bagimu dan bagi mereka."
6:22. Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.


7:1. Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: "Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini.
7:2 Dari segala binatang yang tidak haram haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betinanya, tetapi dari binatang yang haram satu pasang, jantan dan betinanya;
7:3 juga dari burung-burung di udara tujuh pasang, jantan dan betina, supaya terpelihara hidup keturunannya di seluruh bumi.
7:4 Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya, dan Aku akan menghapuskan dari muka bumi segala yang ada, yang Kujadikan itu."
7:5. Lalu Nuh melakukan segala yang diperintahkan TUHAN kepadanya.
7:6 Nuh berumur enam ratus tahun, ketika air bah datang meliputi bumi.
7:7 Masuklah Nuh ke dalam bahtera itu bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya karena air bah itu.
7:8 Dari binatang yang tidak haram dan yang haram, dari burung-burung dan dari segala yang merayap di muka bumi,
7:9 datanglah sepasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, jantan dan betina, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh.

9:28. Nuh masih hidup tiga ratus lima puluh tahun sesudah air bah.
9:29. Jadi Nuh mencapai umur sembilan ratus lima puluh tahun, lalu ia mati.

Jika kita cermati baik2 (perhatikan garis bawah), maka tidak susah untuk memisahkan ketiga sumber yang berbeda2 itu. Yang menarik, penggabung Taurat tampaknya kebingungan menaruh sumber-tak-dikenal (cetak hitam), lalu dia sisipkan begitu saja dengan memecah sumber J.

Perhatikan firman yang dinisbahkan kepada Tuhan menurut sumber-tak-dikenal dalam Kejadian 6:3, bahwa "umur manusia hanya 120 tahun saja", padahal menurut sumber E (Kejadian 9:28-29), Nuh masih hidup 350 tahun sesudah air bah dan umur Nuh mencapai 950 tahun.

Perhatikan juga pertentangan yang cukup tajam antara sumber J dan sumber E. Menurut sumber E (Kejadian 6:19-20), ELLOHIM memerintahkan kepada Nuh untuk membawa segala makhluk hidup, jantan dan betina, masing2 SATU PASANG, sebaliknya, menurut sumber J (Kejadian 7:2-3), Tuhan JAHWEH memerintahkan Nuh agar segala binatang yang tidak haram dan seluruh jenis burung, jantan dan betina, masing2 harus dibawa TUJUH PASANG.

Pertentangan2 tersebut bukan disebabkan oleh kelalaian dari para pengarang masing2 sumber, tetapi oleh karena kreasi dari penggabung Taurat yang mencampuraduk sumber2 tersebut menjadi satu kitab.

Lebih lanjut, perbedaan sumber2 tersebut dapat dilihat dari frasa2 kunci yang menunjukkan persamaan dari masing2 sumber:

1. Kejadian 5:32 dari sumber J, "Setelah Nuh berumur 500 tahun, ia memperanakkan Sem, Ham, dan Yafet", yang diulang oleh sumber E (Kejadian 6:10), "Nuh memperanakkan tiga orang laki2: Sem, Ham, dan Yafet".

2. Kejadian 6:5-8 dari sumber J, dimana Tuhan Jahweh "menyesal telah menjadikan manusia karena ulah kejahatannya dan akan memusnahkan seluruh makhluk hidup di bumi", yang diulang oleh sumber E (Kejadian 6:11-13), bahwa "oleh karena kejahatan manusia, Ellohim memutuskan untuk menghapuskan segala makhluk hidup bersama2 dengan bumi".

Namun demikian, sebagaimana Tambal Sulam Taurat 1, penggabung Taurat di sini juga tentu harus memilih salah satu kelompok ayat dari sumber J dan sumber E yang menguraikan "pembuatan bahtera" itu. Di sini, penggabung Taurat memilih sumber E untuk uraian pembuatan bahteranya. Selengkapnya =>>

Tambal Sulam Taurat 3 : Perampasan Sara dari Tangan Abraham

Berikut ini kami sampaikan 3 buah kisah yang benar2 sejenis namun melibatkan tokoh2 yang agak berbeda. Kisah2 di bawah ini merupakan kreasi tambal-sulam dari 2 kisah yang berasal dari sumber J (cetak biru) dan satu kisah dari sumber E (cetak merah) dalam Kitab Kejadian:
12:9 Sesudah itu Abram berangkat dan makin jauh ia berjalan ke Tanah Negeb.
12:10. Ketika kelaparan timbul di negeri itu, pergilah Abram ke Mesir untuk tinggal di situ sebagai orang asing, sebab hebat kelaparan di negeri itu.
12:11 Pada waktu ia akan masuk ke Mesir, berkatalah ia kepada Sarai, isterinya: "Memang aku tahu, bahwa engkau adalah seorang perempuan yang cantik parasnya.
12:12 Apabila orang Mesir melihat engkau, mereka akan berkata: Itu isterinya. Jadi mereka akan membunuh aku dan membiarkan engkau hidup.
12:13 Katakanlah, bahwa engkau adikku, supaya aku diperlakukan mereka dengan baik karena engkau, dan aku dibiarkan hidup oleh sebab engkau."
12:14. Sesudah Abram masuk ke Mesir, orang Mesir itu melihat, bahwa perempuan itu sangat cantik,
12:15 dan ketika punggawa-punggawa Firaun melihat Sarai, mereka memuji-mujinya di hadapan Firaun, sehingga perempuan itu dibawa ke istananya.
12:16 Firaun menyambut Abram dengan baik-baik, karena ia mengingini perempuan itu, dan Abram mendapat kambing domba, lembu sapi, keledai jantan, budak laki-laki dan perempuan, keledai betina dan unta.
12:17 Tetapi TUHAN menimpakan tulah yang hebat kepada Firaun, demikian juga kepada seisi istananya, karena Sarai, isteri Abram itu.
12:18 Lalu Firaun memanggil Abram serta berkata: "Apakah yang kauperbuat ini terhadap aku? Mengapa tidak kauberitahukan, bahwa ia isterimu?
12:19 Mengapa engkau katakan: dia adikku, sehingga aku mengambilnya menjadi isteriku? Sekarang, inilah isterimu, ambillah dan pergilah!"
12:20 Lalu Firaun memerintahkan beberapa orang untuk mengantarkan Abram pergi, bersama-sama dengan isterinya dan segala kepunyaannya.

20:1. Lalu Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia menetap antara Kadesh dan Syur. Ia tinggal di Gerar sebagai orang asing.
20:2 Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: "Dia saudaraku," maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara.
20:3. Tetapi pada waktu malam Allah datang kepada Abimelekh dalam suatu mimpi serta berfirman kepadanya: "Engkau harus mati oleh karena perempuan yang telah kauambil itu; sebab ia sudah bersuami."
20:4 Adapun Abimelekh belum menghampiri Sara. Berkatalah ia: "Tuhan! Apakah Engkau membunuh bangsa yang tak bersalah?
20:5 Bukankah orang itu sendiri mengatakan kepadaku: Dia saudaraku? Dan perempuan itu sendiri telah mengatakan: Ia saudaraku. Jadi hal ini kulakukan dengan hati yang tulus dan dengan tangan yang suci."
20:6 Lalu berfirmanlah Allah kepadanya dalam mimpi: "Aku tahu juga, bahwa engkau telah melakukan hal itu dengan hati yang tulus, maka Akupun telah mencegah engkau untuk berbuat dosa terhadap Aku; sebab itu Aku tidak membiarkan engkau menjamah dia.
20:7 Jadi sekarang, kembalikanlah isteri orang itu, sebab dia seorang nabi; ia akan berdoa untuk engkau, maka engkau tetap hidup; tetapi jika engkau tidak mengembalikan dia, ketahuilah, engkau pasti mati, engkau dan semua orang yang bersama-sama dengan engkau."
20:8. Keesokan harinya pagi-pagi Abimelekh memanggil semua hambanya dan memberitahukan seluruh peristiwa itu kepada mereka, lalu sangat takutlah orang-orang itu.
20:9 Kemudian Abimelekh memanggil Abraham dan berkata kepadanya: "Perbuatan apakah yang kaulakukan ini terhadap kami, dan kesalahan apakah yang kulakukan terhadap engkau, sehingga engkau mendatangkan dosa besar atas diriku dan kerajaanku? Engkau telah berbuat hal-hal yang tidak patut kepadaku."
20:10 Lagi kata Abimelekh kepada Abraham: "Apakah maksudmu, maka engkau melakukan hal ini?"
20:11 Lalu Abraham berkata: "Aku berpikir: Takut akan Allah tidak ada di tempat ini; tentulah aku akan dibunuh karena isteriku.
20:12 Lagipula ia benar-benar saudaraku, anak ayahku, hanya bukan anak ibuku, tetapi kemudian ia menjadi isteriku.
20:13 Ketika Allah menyuruh aku mengembara keluar dari rumah ayahku, berkatalah aku kepada isteriku: Tunjukkanlah kasihmu kepadaku, yakni: katakanlah tentang aku di tiap-tiap tempat di mana kita tiba: Ia saudaraku."
20:14. Kemudian Abimelekh mengambil kambing domba dan lembu sapi, hamba laki-laki dan perempuan, lalu memberikan semuanya itu kepada Abraham; Sara, isteri Abraham, juga dikembalikannya kepadanya.
20:15 Dan Abimelekh berkata: "Negeriku ini terbuka untuk engkau; menetaplah, di mana engkau suka."
20:16 Lalu katanya kepada Sara: "Telah kuberikan kepada saudaramu seribu syikal perak, itulah bukti kesucianmu bagi semua orang yang bersama-sama dengan engkau. Maka dalam segala hal engkau dibenarkan."
20:17 Lalu Abraham berdoa kepada Allah, dan Allah menyembuhkan Abimelekh dan isterinya dan budak-budaknya perempuan, sehingga mereka melahirkan anak.
20:18 Sebab tadinya TUHAN telah menutup kandungan setiap perempuan di istana Abimelekh karena Sara, isteri Abraham itu.

26:1. Maka timbullah kelaparan di negeri itu. --Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin.
26:2 Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu.
26:3 Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu.
26:4 Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat,
26:5 karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku."
26:6. Jadi tinggallah Ishak di Gerar.
26:7 Ketika orang-orang di tempat itu bertanya tentang isterinya, berkatalah ia: "Dia saudaraku," sebab ia takut mengatakan: "Ia isteriku," karena pikirnya: "Jangan-jangan aku dibunuh oleh penduduk tempat ini karena Ribka, sebab elok parasnya."
26:8 Setelah beberapa lama ia ada di sana, pada suatu kali menjenguklah Abimelekh, raja orang Filistin itu dari jendela, maka dilihatnya Ishak sedang bercumbu-cumbuan dengan Ribka, isterinya.
26:9 Lalu Abimelekh memanggil Ishak dan berkata: "Sesungguhnya dia isterimu, masakan engkau berkata: Dia saudaraku?" Jawab Ishak kepadanya: "Karena pikirku: Jangan-jangan aku mati karena dia."
26:10 Tetapi Abimelekh berkata: "Apakah juga yang telah kauperbuat ini terhadap kami? Mudah sekali terjadi, salah seorang dari bangsa ini tidur dengan isterimu, sehingga dengan demikian engkau mendatangkan kesalahan atas kami."
26:11 Lalu Abimelekh memberi perintah kepada seluruh bangsa itu: "Siapa yang mengganggu orang ini atau isterinya, pastilah ia akan dihukum mati."

Dalam kedua kisah yang pertama (Kejadian 12:9-20 dan Kejadian 20:1-18), Abraham digambarkan sebagai orang yang berpura2 mengakui Sara sebagai adiknya, alih-alih istrinya. Sementara penggabung Taurat berusaha untuk menyelesaikan ketidakcocokan-ketidakcocokan tersebut dengan menempatkan kedua catatan tersebut sedemikian rupa sehingga seolah2 merupakan dua kisah/peristiwa yang terpisah. Ini hanyalah dua catatan yang berbeda dan tidak konsisten mengenai kisah yang sama.

Catatan untaian J (sumber J) menyatakan Firaun dari Mesirlah yang menculik Sara, sementara catatan untaian E (sumber E) menyatakan bahwa Raja Abimelekhlah yang menculik Sara. Persoalan2 tersebut menjadi semakin sulit karena kisah untaian J (sumber J) dalam Kejadian 26:1-11 menunjukkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Ishak dan istrinya, Ribka, yang melibatkan Raja Abimelekh, dan Ishak konon berpura2 mengakui Ribka sebagai adiknya. Oleh karenanya bisa dipahami bahwa kisah untaian E merupakan penggabungan dari dua kisah yang berbeda dari sumber J, yang satu melibatkan Ibrahim, Sara, dan Firaun, sementara yang lain melibatkan Ishak, Ribka, dan Raja Abimelekh. Secara tak masuk akal, penyusun kreasi tambal-sulam Kitab Kejadian mempertahankan ketiga kisah ini seolah2 ketiganya merupakan tiga peristiwa yang terpisah.

Perhatikan Kejadian 20:1 (sumber E), dimana terdapat frasa "Lalu Abraham berangkat dari situ...". Perhatikan dua kata terakhir dari frasa tersebut yang menunjukkan kejanggalan besar yaitu "dari situ". "Dari situ" itu dari mana? Padahal ayat2 sebelumnya mengisahkan perzinahan Nabi Luth AS dengan kedua putrinya yang masing2 melahirkan anak bagi mereka (Masya Allah!). Kejanggalan tersebut tidak lain diakibatkan oleh upaya kreasi tambal-sulam yang dipaksakan oleh penggabung Taurat untuk memasukkan catatan kisah dari sumber E, yang dimaksudkan untuk memberi warna yang berbeda agar ketiga kisah yang benar2 sejenis itu seolah2 merupakan kisah2 yang berdiri sendiri, terpisah satu dengan yang lainnya. Selengkapnya =>>

Tambah Sulam Taurat 4: Penjualan Yusuf di Pasar Budak Mesir

Penggabung Taurat menggunakan teknik tambal-sulam ini sebagai upaya untuk mengintegrasikan dua versi yang berbeda mengenai Yusuf yang dijual ke pasar budak Mesir menjadi tawanan. Selengkapnya, perhatikan baik2 teknik tambal-sulam berikut ini antara Sumber J (cetak biru) dan Sumber E (cetak merah) dalam Kitab Kejadian:

37:19 Kata mereka seorang kepada yang lain: "Lihat, tukang mimpi kita itu datang!
37:20 Sekarang, marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya. Dan kita akan lihat nanti, bagaimana jadinya mimpinya itu!"
37:21 Ketika Ruben mendengar hal ini, ia ingin melepaskan Yusuf dari tangan mereka, sebab itu katanya: "Janganlah kita bunuh dia!"
37:22 Lagi kata Ruben kepada mereka: "Janganlah tumpahkan darah, lemparkanlah dia ke dalam sumur yang ada di padang gurun ini, tetapi janganlah apa-apakan dia" --maksudnya hendak melepaskan Yusuf dari tangan mereka dan membawanya kembali kepada ayahnya.
37:23. Baru saja Yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, merekapun menanggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yang dipakainya itu.
37:24 Dan mereka membawa dia dan melemparkan dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong, tidak berair.
37:25 Kemudian duduklah mereka untuk makan
. Ketika mereka mengangkat muka, kelihatanlah kepada mereka suatu kafilah orang Ismael datang dari Gilead dengan untanya yang membawa damar, balsam dan damar ladan, dalam perjalanannya mengangkut barang-barang itu ke Mesir.
37:26 Lalu kata Yehuda kepada saudara-saudaranya itu: "Apakah untungnya kalau kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya?
37:27 Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia, karena ia saudara kita, darah daging kita." Dan saudara-saudaranya mendengarkan perkataannya itu
.
37:28 Ketika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir.**
37:29 Ketika Ruben kembali ke sumur itu, ternyata Yusuf tidak ada lagi di dalamnya. Lalu dikoyakkannyalah bajunya,
37:30 dan kembalilah ia kepada saudara-saudaranya, katanya: "Anak itu tidak ada lagi, ke manakah aku ini?"

37:31. Kemudian mereka mengambil jubah Yusuf, dan menyembelih seekor kambing, lalu mencelupkan jubah itu ke dalam darahnya.
37:32 Jubah maha indah itu mereka suruh antarkan kepada ayah mereka dengan pesan: "Ini kami dapati. Silakanlah bapa periksa apakah jubah ini milik anak bapa atau tidak?"
37:33 Ketika Yakub memeriksa jubah itu, ia berkata: "Ini jubah anakku; binatang buas telah memakannya; tentulah Yusuf telah diterkam."
37:34 Dan Yakub mengoyakkan jubahnya, lalu mengenakan kain kabung pada pinggangnya dan berkabunglah ia berhari-hari lamanya karena anaknya itu.
37:35 Sekalian anaknya laki-laki dan perempuan berusaha menghiburkan dia, tetapi ia menolak dihiburkan, serta katanya: "Tidak! Aku akan berkabung, sampai aku turun mendapatkan anakku, ke dalam dunia orang mati!" Demikianlah Yusuf ditangisi oleh ayahnya.
37:36 Adapun Yusuf, ia dijual oleh orang MIDIAN itu ke Mesir, kepada Potifar, seorang pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja.
39:1. Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang ISMAEL yang telah membawa dia ke situ.
39:2 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.
39:3 Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya,
39:4 maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf.
39:5 Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang.
39:6 Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya.

Perhatikan perbedaan yang sangat mencolok tentang pelaku penjualan Yusuf ke pasar budak Mesir dalam Kejadian 37:36 (Sumber E) dan Kejadian 39:1 (Sumber J) yang merupakan kreasi tambal-sulam oleh penggabung Taurat. Menurut Sumber J, demi dua puluh syikal perak, saudara2 Yusuf menjualnya kepada sebuah kafilah bangsa Ismael (Kejadian 37:28), yaitu para keturunan putra sulung Abraham, Ismael, yang kemudian menjual-kembali Yusuf untuk dijadikan tawanan di Mesir (Kejadian 39:1). Sebaliknya, menurut Sumber E, sebuah kafilah orang Midian (para keturunan putra Abraham yang lain, Midian) menemukan Yusuf dalam sumur, mengangkatnya dari sumur (Kejadian 37:28), kemudian menjualnya di pasar budak Mesir (Kejadian 37:36).

Perhatikan juga perbedaan narasi yang sangat tajam antara Kejadian 37:21 (Sumber E) dan Kejadian 37:23 (Sumber J). Pada narasi yang pertaman (Sumber E), digambarkan Yusuf sudah berada di tangan saudara2nya dan Ruben datang hendak melepaskan Yusuf dari tangan mereka dan mengembalikannya ke ayahnya, Israel. Padahal, menurut narasi yang kedua (Sumber J), Yusuf justru baru saja datang menghampiri saudara2nya, dan oleh saudara2nya ditanggalkannyalah jubah Yusuf yang maha indah itu.

Sementara itu, tokoh yang menonjol dalam narasi Sumber J adalah Yehuda (Kejadian 37:26-27), sebaliknya, tokoh yang menonjol dalam Sumber E adalah Ruben (Kejadian 37:21-22). Perhatikan baik2 kedua narasi ini yang secara substansial sama. Perhatikan frasa "janganlah apa-apakan dia" di kedua narasi tersebut yang menunjukkan perbedaan sumber pengarangnya.

Lebih jauh, menurut sumber E (Kejadian 37:22), orang yang mengusulkan agar membuang Yusuf ke dalam sumur adalah Ruben, sedangkan menurut sumber J (Kejadian 37:20), nama orang yang mengusulkan itu tidak disebutkan.

Bagi orang yang berakal sehat, tentu akan bertanya2 sekurang2nya di dalam hati: kisah Yusuf yang manakah yang benar? Siapa sajakah yang menulis kisah ini? Mengapakah Tuhan membiarkan cara2 penulisan kisah seperti ini? Pertanyaan selanjutnya, inikah yang dinamakan kitab suci yang harus diimani? Dan pertanyaan terakhir, mungkinkah beriman kepada sesuatu yang nyata keraguannya dapat menyelamatkan?

Keterangan:

** Frasa ini merupakan frasa gabungan (simpul) antara Sumber J dan Sumber E, karena frasa ini terdapat di kedua sumber tersebut. Selengkapnya =>>